Top Skor

10 Kisah Konyol Wasit Sepakbola di Dunia

 

Menjadi wasit sepakbola adalah pekerjaan yang sulit.
Butuh ketelitian, keberanian, kesehatan, kesabaran dan
kecerdasan untuk bisa menjadi wasit yang berkualitas.Jika wasit melakukan tugasnya dengan baik, seringkali
ia dilupakan begitu saja. Jika sedikit saja melakukan kesalahan,
maka hujan kritikan dan komentar tidak puas akan didapatnya.Seringkali wasit juga terlibat insiden yang jika diingat kembali
akan terlihat lucu, sebagian lagi tragis. Berikut adalah
10 Kisah Konyol Wasit Sepakbola di Dunia

10. Wasit dan Sex

[Image: download_3.jpg]

Sudah bukan rahasia lagi bahwa wasit merupakan salah satu
pekerjaan yang paling rawan mendapat sogokan. Upeti kepada
wasit untuk menguntungkan satu tim pun bisa berupa banyak
hal, termasuk sex gratis.

Modus ini bukan barang baru karena sudah terjadi sejak lama.
kasus ini sempat mencuat pada awal tahun 2000-an.
Belakangan, wasit AFC asal Lebanon yang memimpin laga
Tampines Rovers melawan East Bengal dituduh menerima hadiah
berupa layanan seks gratis.

9. Gol Tangan Tuhan

[Image: download_4.jpg]

Gol Diego Maradona ke gawang Peter Shilton pada Piala Dunia 1986
mendapat label gol tangan Tuhan. Penyebabnya jelas, Maradona
mengarahkan bola dengan tangannya, bukan dengan kepalanya.

Media Inggris menyebut bahwa semua orang yang berada di stadion
menyaksikan handsball Maradona, kecuali wasit tentunya.
Wasit Ali Bin Nasser asal Maroko pun menjadi bulan-bulanan di
penjuru dunia akibat kesalahannya tersebut.

Maradona sendiri sampai tak percaya bahwa golnya disahkan.
“Tak ada rekan yang mendatangi saya untuk memeluk memberi selamat.
Saya segera mengatakan kepada teman-teman: ‘cepat peluk saya, atau
wasit akan menganulir gol itu’.”

Secara permainan, kesalahan ini tergolong biasa; banyak kejadian wasit
yang salah dalam mengesahkan atau menganulir gol. Namun yang
menjadikan kesalahan ini besar adalah begitu terkenalnya gol tangan
Tuhan Maradona itu. Gol itu bahkan mendapat label sebagai gol abad 20.

8. Tiga Kartu Kuning Untuk Satu Pemain

[Image: download_5.jpg]

Kejadian ini mungkin masih cukup segar di ingatan kita.
Pasalnya kesalahan Graham Poll ini terjadi pada Piala Dunia 2006 lalu.

Ketika memimpin laga Kroasia melawan Australia, Poll memberikan
kartu kuning tiga kali kepada Josip Simunic. Ia harusnya memberikan
kartu merah pada kartu kuning kedua, sesuai dengan peraturan.

Poll menyadari kesalahannya dan menolak untuk memimpin laga
besar lagi. Wasit asal Inggris ini merasa telah melakukan kesalahan
besar dan hanya mau memimpin laga-laga biasa setelah insiden itu.

7. Wasit Datangi Ruang Ganti

[Image: download_6.jpg]

Laga Recreativo Linense melawan Saladillo de Algeciras pada 2009
tak bisa berjalan dengan mulus. Saat babak kedua berjalan sembilan
menit, seorang pemain Recreativo mendapat kartu merah dari wasit
Jose Manuel Barro Escandon.

Kartu merah itu memicu perkelahian besar dan pertandingan pun
dihentikan. Namun wasit Barro nampaknya ingin menunjukkan
kekuasaannya.

Setelah tim terpisah di ruang ganti masing-masing, wasit Barro
mendatangi kamar ganti masing-masing tim dan mengkartu merah
sembilan pemain dari tiap tim. Artinya ada 19 kartu merah dalam laga itu.

6. Wasit Mengusir Diri Sendiri

[Image: images_5.jpg]

Pertandingan Peterborough North End melawan Royal Mail AYL
pada tahun 2005 menyuguhkan kejadian langka. Wasit Andy Wain
mengkartu merah dirinya karena mengkonfrontasi kiper North End.

Wain merasa kesal terus mendapat protes dari sang kiper.
Saat kesabarannya habis, ia melempar peluitnya dan berlari
mendekati kiper itu. Nyaris saja terjadi adu pukul dalam insiden itu.
Setelah laga, Wain menyatakan penyesalannya.

“Saya bertindak tidak profesional. Jika seorang pemain melakukan
apa yang saya lakukan, saya akan mengusirnya. Jadi, saya harus
mendapat kartu merah,” jelasnya.

5. Wasit Yang Baik Hati

[Image: images_6.jpg]

Dalam pertandingan antara FC Vladslo melawan FC Wijtschate,
wasit Marc Gevaert melanggar peraturan paling dasar sepakbola.
Ia meniup peluit panjang ketika pertandingan baru berjalan 85 menit.

Kesalahan ini dilakukan dengan sengaja oleh Gevaert.
Ia mengaku merasa kasihan kepada para pemain Wijtschate sekaligus
khawatir terhadap keselamatan para pemain Vladslo.
Penyebabnya adalah karena Vladslo sudah unggul 16-0 dalam
pertandingan itu.

“Saat pertandingan berjalan satu jam dan skor 11-0, para pemain
Wijtschate mendatangai saya dan memohon agar pertandingan
dihentikan. Ketika hampir berakhir dan kedudukan 16-0, saya
melihat mereka mulai frustrasi dan menendangi pemain Vladslo
tanpa alasan. Saya kasihan kepada mereka,” urai Gevaert.

Tindakan ini justru membuat para petinggi Wijtschate marah besar.
Juru bicara mereka mengatakan:
“Dengan beberapa menit tersisa, siapa bilang kami tak akan bisa
membalikkan keadaan?”

4. Wasit Pinjam Uang ke Klub

[Image: download_7.jpg]

Wasit Emilio Guruceta Muro melakukan perbuatan tidak terpuji
ketika memimpin Anderlecht melawan Nottingham Forest pada
1984. Muro bertindak berat sebelah mendukung Anderlecht
karena akan meminjam uang dari klub Belgia tersebut.

Muro menganulir gol Forest dalam laga semifinal Piala UEFA.
Sekitar 10 tahun setelah wasit Muro meninggal, baru terungkap
bahwa Anderlecht memberikan ‘pinjaman’ senilai 20 ribu euro
kepada wasit asal Spanyol tersebut sehari setelah pertandingan.
Pada 1997, Anderlecht dijatuhi hukuman dilarang mengikuti
kompetisi Eropa selama satu tahun.

3. Menolak Disuap, Wasit Dibunuh

[Image: download_8.jpg]

Alvaro Ortega menjadi korban keganasan kartel kokain di Kolombia
yang juga merupakan mafia judi. Kepemimpinan Ortega dalam laga
Deportivo Medellin melawan America dianggap oleh para mafia
tersebut tidak adil dan pantas mendapat hukuman berat. Ortega
akhirnya tewas dibunuh di dekat hotel tempatnya menginap.

Setelah melewati penyelidikan, terungkap bahwa Ortega menolak
tawaran suap dari para mafia tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan
sepakbola internasional yang menyerukan boikot kepada sepakbola
Kolombia.

2. Wasit Mengancam Pemain Dengan Kapak

[Image: images_7.jpg]

Dalam sebuah pertandingan antara Romark FC melawan
Czech Club di London, seorang wasit yang tak disebutkan
namanya melakukan perbuatan aneh. Ia mengancam pemain
Romark dengan kapak karena terus mendapat hinaan.

Ketika seorang pemain Romark menyebutnya sebagai seorang peri,
wasit langsung meninggalkan pertandingan. Beberapa saat
kemudian, ia kembali ke lapangan sambil membawa kapak.

Kontan saja semua pemain langsung berhamburan lari terbirit-birit.
Penonton yang menyaksikan pertandingan itu mengatakan bahwa
sang wasit tak berhasil mengejar satu pun pemain yang diincarnya.
Untunglah.

1. Wasit Menembak Mati Pemain

[Image: download_9.jpg]

Dalam sebuah pertandingan antara Hartbeesfontein Wallabies
melawan Try Agains, sebuah kejadian tragis terjadi.
Wasit Lebogang Petrus Mokgethi menembak mati seorang
pemain Try Agains.

Wallabies memimpin pertandingan dengan keunggulan 2-0.
Namun Try Agains mampu mencetak gol untuk mengurangi
defisit kekalahan. Fans Wallabies menyerbu lapangan saat
gol itu terjadi. Seorang pemain Wallabies memanfaatkan
kekacauan itu untuk mengambil kapak dan kemudian mengancam wasit.

Sebelum pertandingan, wasit Mokgethi, entah bagaimana ceritanya,
menitipkan pistolnya ke seorang teman yang menjadi penonton.
Ia mengambil pistol itu ketika kerusuhan terjadi, Saat diancam dengan
kapak, ia membela diri dengan menembak mati pemain Wallabies yang
mengancamnya.

Sumber : lihat.co.id

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker