Top Skor

10 Pemain Bintang dengan Kekurangannya

No body’s perfect..
Hal ini berlaku untuk pesepakbola top dunia. Dulu kita pernah mengenal
Maradona dengan kelemahannya tergantung kepada narkotika.

Maradona tidak sendirian, sebagai manusia pesepakbola lainnya
juga memiliki kelemahan yang tidak hanya merugikan dirinya saja,
melainkan tim secara keseluruhan.

Setidaknya 10 pemain hebat berikut ini memiliki satu kelemahan.

1. Mesut Ozil, malas bertahan

Ozil didatangkan Arsenal dari Real Madrid awal musim ini dengan harapan
menambah kreativitas lini tengah The Gunners. Tidak sia-sia, kedatangannya memang mendongkrak penampilan Meriam London. Ia kerap memanjakan rekan-rekannya dengan umpan matang.

Namun, kelemahan pemain asal Jerman itu adalah malas membantu bertahan. Ketika menghadapi Bayern Munchen di 16 besar Liga Champions. Ketika kehilangan bola, ia tak memiliki keinginan kuat merebut bola itu lagi. Ia justru lebih sering mengangkat tangannya dan mengeluh bahwa dirinya dilanggar pemain lawan.

2. Neymar, lambat turun ke belakang

Sebagai penyerang sayap, Neymar memang tak hanya dituntut membantu
serangan Barcelona. Namun, ketika timnya sedang tertekan, ia juga harus
turun ke belakang membantu pertahanan. Sayangnya, pemain asal Brasil
itu kerap terlambat membantu pertahanan saat diserang lawan.

Posisi barunya di Barcelona memang membuatnya kurang nyaman.
Sebelumnya, ia diplot sebagai penyerang tengah yang hanya fokus dalam
menyerang. Meski demikian, di usianya yang masih 22 tahun, Neymar masih
memiliki banyak waktu mengembangkan permainannya.

3. David Luiz, suka berlebihan

Sebagai pemain asal Brasil, David Luiz memang memiliki skill bagus.
Posisinya sebagai bek tengah membatasi keinginannya untuk memamerkan
skill individunya. Terkadang, ia kerap melakukan blunder karena terlalu
jauh maju ke depan sambil menggiring bola berusaha menunjukkan
skil yang dimilikinya.

Tak jarang pula lawan mampu merebut bola dan melakukan serangan balik
cepat sementara David Luiz berada jauh di tengah lapangan dan meninggalkan posnya sebagai bek tengah. Namun, belakangan ini penampilannya cukup membaik dan mengurangi aksi-aksi yang merugikan timnya sendiri.

4. Mario Balotelli, sikap kontroversial

Tak ada yang meragukan kualitas Mario Balotelli sebagai pemain. Ia memiliki
teknik dan skill mumpuni. Namun, sikapnya di dalam dan luar lapangan kerap menjadi perbincangan. Ia sering berseteru dengan pelatih, pemain, nyaris membakar rumahnya sendiri, gonta-ganti pacar dan masih banyak lagi.

Selain itu, Balotelli juga dikenal memiliki temperamen yang tinggi. Tak jarang
ia nyaris berkelahi di lapangan hijau manakala mendapat tekel keras dari lawan. Jika ingin menjadi pemain kelas dunia, Super Mario harus bisa menguasai diri dan menjauhi sikap kontroversial di dalam dan luar lapangan.

5. Juan Mata, kurang punya kecepatan

Sebagai gelandang serang, kecepatan yang dimiliki Juan Mata memang
masih kurang. Kecepatan tak hanya harus dimiliki pemain sayap atau
bek sayap. Posisi gelandang serang juga membutuhkan kecepatan agar
bisa lepas dari kawalan lawan dan memberikan umpan matang
kepada penyerang.

Kabarnya, salah satu alasan Jose Mourinho mendepak Mata dari Chelsea
karena kecepatannya jauh menurun. Namun, dalam beberapa penampilan
terakhirnya bersama Manchester United, performanya sudah jauh lebih baik
termasuk mengemas tiga gol dari dua laga terakhir.

6. Zlatan Ibrahimovic, melempem di Liga Champion

Tak ada yang meragukan prestasi Ibrahimovic di level domestik. Setiap klub
yang dibelanya, ia mampu memberikan gelar domestik. Sebut saja Ajax
Amsterdam, AC Milan, Inter Milan, Barcelona hingga Paris Saint-Germain.
Tapi, sebagai pemain bintang, ada satu yang kurang, yakni trofi Liga Champions.

Andaikan Ibrahimovic tak memutuskan hengkang ke Barcelona tahun
2009/2010, ia pasti sudah merasakah trofi Liga Champions karena musim itu Inter Milan meraih treble winners di bawah asuhan Jose Mourinho.
Sebelum pensiun, pemain berusia 33 tahun itu setidaknya harus meraih trofi
Liga Champions satu kali.

7. Yaya Toure, lupa bertahan

Sejatinya, Yaya Toure adalah seorang gelandang bertahan yang memiliki
tugas membantu pertahanan. Ia menjadi filter sebelum lawan menembus
empat bek di depan penjaga gawang. Pemain asal Pantai Gading itu
menjalankan tugas tersebut dengan baik di Barcelona.

Namun, ketika memperkuat Manchester City, ia sering lupa membantu
pertahanan. Bersama The Citizens, Yaya Toure mendapat sedikit kebebasan untuk membantu penyerangan apalagi ada sosok Fernandinho yang juga seorang gelandang bertahan. Sebagai bukti seringnya membantu penyerangan, adik kandung Kolo Toure itu mencetak total 21 gol musim ini.

8. Arjen Robben, kaki kanan lemah

Robben adalah salah satu pemain sayap terbaik di dunia. Bersama rekannya Franck Ribery, mereka berdua membawa Bayern Munchen menjadi klub disegani di Eropa dan dunia. Namun, pemain asal Belanda itu juga punya satu kelemahan, yakni terlalu mengandalkan kaki kiri.

Robben memiliki kaki kanan, tapi ia sangat jarang menggunakannya.
Seringkali ia memaksakan menendang dengan kaki kiri padahal akan lebih
menguntungkan jika menggunakan kaki kanan. Selain itu, mantan pemain
Real Madrid itu juga kerap melakukan diving.

9. Cristiano Ronaldo, egois

Ronaldo adalah satu dari beberapa pemain terbaik dunia saat ini. Tahun 2013, ia dianugerahi trofi Pemain Terbaik Dunia mengalahkan dua pesaingnya,
Lionel Messi dan Franck Ribery. Kariernya di Real Madrid pun luar biasa.
Ia mengemas total 246 gol dari 240 laga. Namun, ia hanya mampu memberikan dua trofi mayor selama lima tahun di Santiago Bernabeu.

Tapi, bukan soal trofi yang menjadi kekurangannya. Ronaldo memang pencetak gol ulung. Tapi terkadang ia terlalu egois. CR7 kerap memaksakan menendang bola ketika berada dalam posisi sulit. Padahal, ada rekan setimnya yang berada dalam posisi bebas dan berpeluang besar mencetak gol.

10. Luis Suarez, diving

Ya, kebiasaan diving memang sudah lekat dalam diri Suarez.
Penyerang Barca itu dicap sebagai pemain yang kerap diving demi
mendapatkan penalti dari wasit. Banyak pelatih yang meradang dengan
perilakunya tersebut.

Akibat perilakunya tersebut, banyak wasit yang ragu memberikan penalti
kepada Liverpool (mantan klubnya) di saat Suarez dijegal lawan. Padahal,
tak jarang pemain asala Uruguay itu memang benar-benar dijegal dan
layak mendapatkan penalti. Kebiasaannya melakukan diving membuat
wasit menjadi lebih waspada dan terkadang juga merugikan Liverpool sendiri.

Kini, kebiasaan mantan pemain Ajax Amsterdam itu mulai berkurang.
Ia pernah menegaskan akan mengubah image buruknya di lapangan.

Kebiasaan buruk aneh lainnya dari seorang Suarez adalah menggigit
lawannya.Dalam karirnya saja, ia sudah menggigit 3 kali di karir
profesionalnya.Terkahir yang paling menyita dunia, ia melakukannya
di piala dunia,menggigit Chiellini.

Sumber : inilah.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker