Top Skor

9 Pemain Top Dunia yang Tidak Pernah Juara Bersama Timnas

Hebat dan meraih banyak piala di level klub tidak otomatis membuat seorang pemain akan sukses yang sama di level timnas. Hal inilah yang terjadi ketika buat 10 pemain dibawah ini. Berbicara masalah kualitas, mereka adalah para pemain legendaris yang diakui kualitasnya.Sebagian dari mereka adalah kapten untuk negaranya.

 

Namun kondisi tim dan komposisi di timnas yang berbeda dengan di level klub, menjadikan peruntungannya berbeda. Ada begitu banyak pemain yang merata di level klub bahkan biasanya diisi kedalaman skuad untuk pemain cadangan menjadikan mereka sukses di level klub. Dan berikut 10 pemain top tersebut yang belum pernah juara bersama timnas :

Michael Ballack

9. Michael Ballack

Setelah menjadi figur penting bagi Bayern Munchen dan memenangkan tiga gelar Bundesliga, serta tiga DFB Pokal dalam kurun waktu empat musim (2002-2006), Ballack memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea musim 2006/07.

 

Di Inggris kariernya berjalan cukup baik dengan satu gelar Premier League (2009/10) dan tiga gelar FA Cup berhasil diraihnya.

 

Kendati dirinya cukup bersinar di level klub, Ballack tidak pernah mampu membawa Jerman menjuarai turnamen internasional apapun. Dia hanya mampu mencicipi posisi runner-up Piala Dunia 2002 dan peringkat ketiga pada edisi 2006.

 

Di turnamen Euro 2008, Ballack yang menjabat sebagai kapten harus puas dinobatkan sebagai runner-up setelah dikalahkan 0-1 oleh Spanyol di final.

 

Ballack sendiri memutuskan pensiun dari sepak bola internasional setelah cedera yang membuatnya gagal mengikuti Piala Dunia 2010 akibat cedera.

 

8. Paul Gascoigne

​Pemain yang akrab disapa Gazza ini merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dihasilkan oleh Inggris. Mengawali karier di Newcastle United, dirinya mendapatkan pamornya kala berseragam Tottenham Hotspur antara periode 1988 hingga 1992. Selama kurun waktu tersebut dirinya sempat memenangi FA Cup tahun 1991.

 

Di level nasional dirinya didaulat sebagai jenderal lapangan tengah Inggris sejak debutnya di tahun 1988. Sayangnya Gascoigne hanya mampu mencapai semifinal Piala Dunia 1990 setelah dikalahkan Jerman.

 

Enam tahun kemudian Inggris kembali ditumbangkan Jerman pada semifinal Euro 1996, dengan Gascoigne menjadi bagian penting tim.

 

Euro 1996 menjadi keikutsertaan terakhir Gascoigne bersama Timnas Inggris seiring dengan tidak dipilihnya dirinya dalam skuat Piala Dunia 1998.

 

7. Michael Laudrup

Memulai kariernya di klub lokal Denmark, KB, Laudrup bergabung dengan Juventus pada usia 21 tahun dan langsung memenangi Serie A musim 1985/86. Namanya mencuat di Turin dan membuat Barcelona merekrutnya tahun 1989.

 

Lima musim Bersama Barcelona, dirinya memenangkan satu Copa del Rey, empat gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, serta satu gelar Champions League. Dirinya juga dinobatkan sebagai pemain asing terbaik di La Liga musim 1991/92.

 

Meskipun bertabur gelar di level klub, Laudrup tidak mampu membawa prestasi apapun bagi Denmark. Berpartisipasi di Piala Dunia 1986, Denmark mampu memuncaki grup namun dibantai 1-5 oleh Spanyol di babak gugur. Sedangkan pada Euro 1988, Denmark justru finish di peringkat terbawah grup.

 

Laudrup memutuskan pensiun pada babak kualifikasi Euro 1992. Ironisnya, Denmark keluar sebagai juara pada turnamen tersebut.

 

6. Paolo Maldini

​Paolo Maldini merupakan sosok bek paling disegani selama era tahun 1990an hingga awal tahun 2000an. Pemain yang membela AC Milan semenjak awal kariernya tersebut adalah pemain tersukses bagi klub.

 

Selama kurun waktu 1985 hingga 2009 dirinya berhasil memenangi tujuh gelar Serie A, satu Coppa Italia, lima Champions League dan lima UEFA Super Cup.

 

Kendati demikian, dirinya tidak pernah mampu membawa Timnas Italia memenangi gelar apapun. Pada Piala Dunia edisi 1994, Maldini hampir saja merengkuh gelar jika tidak dikalahkan Brasil via adu penalti.

 

Sedangkan pada Euro 2000 enam tahun kemudian, Italia kembali tersingkir di final, kali ini oleh Prancis, melalui aturan Golden Goal.

 

Maldini memutuskan pensiun dari Timnas Italia setelah kembali gagal merengkuh gelar pada Piala Dunia 2002.

 

5. David Beckham

​Salah satu pemain paling populer di muka bumi ini merupakan figur yang sangat sukses di lapangan hijau. Memulai karier seniornya di Manchester United pada tahun 1992, Beckham menghabiskan 11 tahun bersama The Red Devils dan berkontribusi dalam memberikan enam gelar Premier League bagi United, bersama dengan dua FA Cup dan satu gelar Champions League.

 

Selepas karirnya bersama United, Beckham berpindah ke Real Madrid tahun 2003, sebelum kemudian bergabung dengan LA Galaxy (2007-2012) dan Paris Saint-Germain (2013).

 

Sayangnya prestasi mentereng di level klub tidak mampu diikuti oleh prestasi di timnas. Kendati bermain di empat turnamen Euro serta tiga Piala Dunia, Beckham tidak pernah mampu membawa Inggris melaju jauh. Pencapaian terbaiknya adalah tiga kali melaju ke semifinal pada Piala Dunia 2002, Euro 2003, dan Piala Dunia 2006.

 

Beckham absen pada perhelatan Piala Dunia 2010 akibat cedera dan tidak pernah lagi bermain untuk Inggris setelah itu.

 

4. Roberto Baggio

​Pemain bertinggi 174 sentimeter ini merupakan salah satu legenda di Italia. Roberto Baggio menghabiskan keseluruhan kariernya di Serie A dan pernah berseragam Fiorentina, Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

 

Masa terbaiknya sebagai pemain terjadi kala dirinya berseragam Juventus. Selama lima musim di Turin, Baggio berhasil mengangkat gelar UEFA Cup (1992/93), Serie A (1994/95), dan Coppa Italia (1994/95). Dia juga sempat kembali memenangkan Serie A bersama AC Milan setahun kemudian di musim 1995/96.

 

Namun, nasib kurang beruntung menghinggapinya kala berseragam Timnas Italia. Dirinya secara kontroversial tidak pernah dipanggil untuk memperkuat Italia dalam turnamen Euro. Sedangkan kiprahnya di Piala Dunia juga tidak mentereng.

 

Setelah membawa Italia finish di posisi ketiga Piala Dunia 1990, Baggio kembali gagal meraih gelar yang sama tahun 1994 ketika dirinya gagal mengeksekusi penalti krusial pada laga final melawan Brasil.

 

3. Eusebio

​Eusebio sering disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah menghiasi jagad sepak bola dunia. Statistiknya sangat luar biasa dengan torehan 749 gol dari 745 laga selama kariernya di level klub.

 

Ditambah dengan 41 gol untuk Portugal, maka jumlah keseluruhan gol Eusebio adalah 790 gol.

 

Lahir di Mozambik tahun 1942, Eusebio melejit kala bermain untuk Benfica. Selama periode 1960 hingga 1975, dirinya menjadi ujung tombak Benfica dan mencetak 317 gol dari 301 laga di Portugal.

 

Dia juga berjasa memberikan 11 gelar Primeira Liga, lima Piala Liga, dan satu gelar Champions League.

 

Sayangnya, pencapaian mentereng itu tidak pernah dibarengi dengan pencapaian maksimal di level internasional.

 

Prestasi terbaik Eusebio bersama Timnas Portugal adalah kala mengantarkan negaranya menempati posisi ketiga Piala Dunia 1966, dalam turnamen itu pula Eusebio memantapkan diri sebagai top skorer dengan sembilan gol.

 

2. Ferenc Puskas

​Pemain legendaris dunia sekaligus yang terbaik yang pernah dihasilkan oleh Hongaria, Ferenc Puskas merupakan ujung tombak dari generasi emas Hongaria yang sempat tidak terkalahkan selama 32 laga beruntun di level internasional.

 

Karier Puskas sendiri amat cemerlang. Delapan tahun bersama Real Madrid (1958-1966), dirinya berhasil mengoleksi lima gelar La Liga dan tiga gelar Champions League.

 

Bersama Hongaria, Puskas juga menyapu semua gelar regional yang ada seperti menjuarai Balkan Cup (1947), Kejuaraan Olimpik (1952), dan Kejuaraan Eropa Tengah (1953). Sayangnya, dirinya tidak mampu mempersembahkan gelar Piala Dunia bagi negaranya.

 

Berlaga di Piala Dunia 1954 bersama generasi emas Hongaria, Puskas dkk menyapu bersih semua laga termasuk kala membantai Korea Selatan 9-0, dan Jerman Barat 8-3 di fase grup. Sayangnya Hongaria justru tumbang di final dengan skor 2-3 di tangan Jerman Barat.

 

Kendati demikian, nama Puskas masih diabadikan hingga kini di setiap musim dengan pemberian gelar Puskas Award bagi seorang pemain yang mampu mencetak gol terindah di satu musim.

  1. Luis Figo

​Figo memang sempat memenangkan Piala Dunia, namun hal tersebut terjadi kala dirinya memperkuat Portugal dalam Piala dunia U20 tahun 1991. Di level senior, dirinya tidak pernah mampu mempersembahkan trofi apapun bagi negaranya selama masa baktinya antara tahun 1991 hingga 2006.

 

Sempat memperkuat klub-klub papan atas seperti Barcelona, Real Madrid dan Inter Milan, karier Figo dapat dikatakan cemerlang dengan memenangkan empat gelar La Liga, dua Copa del Rey, empat gelar Serie A, satu Copa Italia, dan satu gelar Champions League sepanjang kariernya.

 

Namun, di level timnas senior dirinya tidak pernah menggapai gelar juara. Setelah kandas di perempat final Euro 2000 dan terlempar di fase grup pada Piala Dunia 2002, Figo dkk berhasil mencapai final Euro 2004, namun justru dikalahkan oleh tim non unggulan, Yunani.

 

Piala dunia 2006 menjadi keikutsertaan terakhir Figo dalam turnamen Internasional bersama Portugal. Dalam turnamen tersebut Portugal dikalahkan Prancis di semifinal, sebelum dibantai Jerman 0-3 dalam perebutan posisi ketiga.

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker