Top Skor

5 Pemain Top yang Gagal ketika Menjadi Seorang Pelatih

Menjadi seorang pelatih akan sangat berbeda pastinya dengan karir sebagai pemain. Ada begitu banyak contoh di dunia sepakbola dimana banyak pemain top justru tidak meraih apa-apa kala membesut timnya. Melihat porsi kerjanya pun tentu saj seorang pelatih lebih banyak bekerja dibanding seorang pemain.

 

Seorang pelatih sepakbola akan banyak mengurusi pemainnya sebelum laga, pada saat laga dan setelah laga. Sementara seorang pemain hanya mempersiapkan sebuah laga ketika ia dimainkan. Ini pulalah yang mungkin menjadi kesulitan buat 5 pemain top di bawah ini dimana mereka pada akhirnya gagal menjadi pelatih. Berikut daftarnya :

5. Tony Adams

Banyak gelar dia dapatkan sebagai kapten Arsenal. Juga merupakan salah satu bek terbaik sepanjang sejarah di tim. Sayangnya, kapasitas dirinya di kursi pelatih justru stagnan.
Dia sudah memimpin Wycombe Wanderers, Portsmouth, Gabala, dan Granada. Tak ada satu pun yang sukses. Bahkan bersama Granada, dia berada di posisi buncit La Liga musim 2016/17 lalu.

4. Sir Bobby Charlton

Siapa yang tak kenal dia. Salah satu pemain terbaik sepanjang masa Inggris. Sukses sebagai pemain Manchester United di Premier League maupun eropa, kiprah Charlton saat menjadi manajer pada awal 1970-an tak sebaik catatannya sebagai pemain.

 

Dia gagal memberi performa maksimal bagi Preston North End bahkan klub tersebut terperosok ke jurang degradasi. Tak ayal, Charlton tak punya kenangan indah sebagai manajer.

3. Gary Neville

Salah satu bek kanan terbaik sepanjang sejarah Premier League. Dia juga merupakan sosok kesayangan Sir Alex Ferguson saat masih melatih. Neville juga menjadi salah satu pundit sepak bola kenamaan di Inggris.

 

Sayangnya, ketika mencoba kiprah sebagai pelatih utama di Valencia, Neville tak bisa berbuat banyak. Pada empat bulan kariernya kala itu, dia hanya membawa tiga kemenangan, sebelum akhirnya dipecat.

2. Edgar Davids

Salah satu gelandang paling berciri khas di era modern. Memakai kacamata dengan permainan enerjik cenderung keras, Davis mencapai kesuksesannya di Ajax dan Juventus, pun pernah bermain bersama Barcelona dan AC Milan.

Sayangnya, kiprah Davids kacau balau ketika menjadi player-manajer di Barnet. Dia tak mampu memberikan hasil maksimal dengan dua perannya dan membawa tim tersebut degradasi. Dia bahkan dikartu merah tiga kali dari delapan laga. Davids pun sempat menolak hadir pada beberapa laga tandang.

1. Diego Maradona

Bisa dibilang salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Kiprahnya benar-benar ajaib dan superior kala menjadi pemain baik bersama Boca Juniors, Barcelona, Napoli, dan juga Timnas Argentina. Tak ada yang tak tahu Maradona dan dia adalah legenda sepak bola paling dikenal di dunia.

 

Sayangnya, kiprahnya sebagai pelatih sama sekali tidak mencolok. Posisi manajerial paling prestisius yang pernah dia gapai adalah kala melatih timnas Argentina. Namun, dirinya juga tidak memberi efek maksimal. Sisanya dia hanya melatih tim-tim antah-berantah seperti Mandiyu de Corriente, Racing Club, Al Wasl, dan Fujairah.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker