Top Skor

4 Pemain dengan Julukan-Julukan yang Berlebihan

Menjadi pesepakbola professional dunia dan dikenal dunia adalah kepuasan tersendiri buat pesepakbola. Kepuasan itu juga akan menjadi lebih lengkap apabila kualitas yang dimiliki diakui oleh seluruh dunia. Biasanya salah satu tanda bahwa pemain tersebut memiliki kualitas mumpuni adalah dengan adanya julukan yang diberikan kepadanya.

 

Di persepakbolaan saat ini ada begitu banyak julukan-julukan yang paling dikenal, seperti  Messi yang dijuluki “Si kutu” atau Buffon dengan “Superman”nya. Namun di bawah ini kami mendapatkan ada 4 pemain yang dijuluki terlalu berlebihan. Mereka disandingkan dengan legenda-legenda sepanjang masa. Siapa sajakah mereka, berikut diantaranya :

joe cole

  1. Bruno Cheyrou (The Next Zidane)

Saat berada pada usia muda, Cheyrou dianggap sebagai salah satu pemain Prancis paling kreatif. Dia sempat tampil menggila di usia muda bersama Lille dengan 111 laga dan 31 golnya.

 

Sayang, saat bergabung dengan Liverpool, Cheyrou malah gagal bersinar. Selama empat tahun di sana, dia hanya tampil 31 kali. Tak ayal dia kembali ke Prancis dan bermain bersama Rennes. Terbilang lumayan, tapi jauh dari Zidane.

 

  1. Jack Colback (Ginger Pirlo)

Colback sempat berada dalam performa yang brilian saat baru bergabung dengan Newcastle United. Dia sebagai geladang tengah beberapa kali memperlihatkan umpan-umpan jauh yang sangat akurat.

 

Fans pun iseng menyebutnya sebagai The Ginger Pirlo, mengetahui spesialisasi Andrea Pirlo adalah umpan-umpan seperti itu. Ditambah rambut Colback yang berwarna merah.

 

Akan tetapi, dengan kegagalan Colback membawa The Magpies bertahan di Premier League, bisa dikatakan secara keseluruhan jelas permainan Colback belum ada apa-apanya ketimbang Pirlo.

  1. Joe Cole (The Next Messi)

Saat bergabung dengan Liverpool dari Chelsea, antusiasme tinggi datang kepada Cole. Dia memang dianggap salah satu gelandang serang terbaik Inggris pada masanya.

 

Steven Gerrard bahkan menganggap Cole sebagai The Next Messi. Sayang seribu sayang, karier Cole terjun bebas saat bergabung dengan The Reds dan gagal memperlihatkan kapasitasnya sebagai gelandang serang masa depan Inggris kala itu.

  1. Joe Allen (Welsh Xavi)

Julukan ini sudah datang sejak sang pemain memperkuat Liverpool. Pasalnya, Allen sempat tampil apik sebagai kreator lini tengah di Swansea City saat berduet dengan Leon Britton dan membuat statistik passing yang luar biasa akurat.

 

Setiap Allen melakukan hal spesial (memang jarang) julukan Welsh Xavi keluar. Kendati dirinya tidak bisa disebut buruk, namun jika membandingkan secara langsung, secara kualitas dan prestasi, keduanya seperti langit dan bumi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker