Top Skor

6 Pasang Pelatih dan Pemain Baru yang Langsung Memberi Pengaruh Positif Buat Timnya

Menjadi pelatih atau pemain baru di suatu tim menuntut banyak hal untuk dilakukan. Hal yang paling diinginkan fans adalah pengaruh instan dalam hal performa. Fans dan jajaran manajemen klub akan berharap adaptasi kilat untuk pemain dan pelatih barunya. Hal ini lah yang tidak bisa dilakukan oleh setiap pelatih dan pemain baru.

 

Berbeda dengan kebanyakan pemain dan pelatih baru, keenam pasangan di bawah ini justru bisa dengan cepat memberikan performa positifnya. Mereka dengan mudah nyetel dengan budaya dan harapan yang diberikan klub. Siapa sajakah mereka, berikut keenam pasang pelatih dan pemain tersebut :

conte

  1. Carlo Ancelotti – Mats Hummels

Carlo Ancelotti mulai bergabung bersama Bayern Munchen di bursa transfer musim panas 2016, saat itu dirinya ditunjuk untuk menggantikan manajer Munchen sebelumnya, Pep Guardiola.

 

Manajer asal Italia itu pun langsung bergerak cepat di bursa transfer, dan salah satu pemain yang diboyongnya adalah bek asal Jerman, Mats Hummels.

 

Terbukti, keputusan yang diambil oleh manajer yang juga pernah melatih Chelsea dan Real Madrid itu adalah suatu langkah tepat. Hummels selalu menjadi pemain yang sangat diandalkan di lini pertahanan timnya.

 

Kelugasan serta kedisiplinan Hummels pun membuat die Rotten kini nyaman berada di puncak klasemen sementara Bundesliga dengan raihan 56 poin, unggul tujuh poin dari pesaing terdekatnya, RB Leipzig.

  1. Jose Mourinho – Arjen Robben

Jose Mourinho pertama kali hijrah ke Chelsea pada tahun 2004, sesaat setelah dirinya membawa FC Porto memenangkan Champions League. Berkat raihan prestasi tersebut, Mourinho pun disebut-sebut sebagai salah satu manajer muda terbaik di Eropa.

 

Setelah resmi menjadi manajer Chelsea, ia pun langsung membeli beberapa pemain untuk memperkuat timnya, dan salah satu pembelian tersukses yang pernah dilakukan manajer asal Portugal itu adalah saat memboyong Arjen Robben dari PSV Eindhoven.

 

Di musim pertamanya, Roben memang tak langsung menjadi pemain utama karena dirinya mengalami cedera di tur pra musim. Pemain asal Belanda ini baru berhasil melakukan debutnya bersama Chelsea pada November 2004.

 

Namun setelah kembali memperkuat Chelsea, Robben pun menjadi sosok vital di balik keberhasilan Chelsea memenangkan gelar Premier Legue pertama mereka setelah menunggu selama 50 tahun.

  1. Claudio Ranieri – N’golo Kante

Claudio Ranieri mulai bergabung bersama Leicester City pada bursa transfer musim panas 2015, saat itu dirinya ditunjuk untuk menggantikan manajer sebelumnya, Nigel Pearson.

 

Manajer asal Italia itu pun langsung dibebani target untuk membuat Leicester lepas dari jurang degradasi, mengingat di musim 2014/15, The Foxes memang hampir saja terdegradasi dan mengakhiri musim di posisi ke-14.

 

Ranieri pun melakukan beberapa pembelian pemain, dan salah satu pembelian tersuksesnya adalah saat memboyong N’golo Kante dari klub asal Prancis, Caen.

 

Musim 2015/16 memang menjadi musim yang penuh kejutan, N’golo Kante pun menjadi sosok penting di balik keberhasilan Leicester memenangkan titel juara Premier League.

 

Kepergian Kante ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2016 lalu jelas memengaruhi performa Leicester di musim 2016/17, ketiadaan pemain asal Prancis itu membuat Jamie Vardy dan kawan-kawan terlihat kesulitan dan terus menelan kekalahan hingga harus berada di papan bawah klasemen.

 

Serangkaian hasil buruk itu pun membuat Claudio Ranieri kemudian dipecat pada 24 Februari lalu, ia dipecat hanya 298 hari setelah mambawa timnya meraih titel juara Premier League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

  1. Jose Mourinho – Wesley Sneijder

Setelah dipecat Chelsea di tahun 2007 karena serangkaian hasil buruk, Jose Mourinho pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan karier kepelatihannya dengan menjadi manajer klub Serie A, Inter Milan di tahun 2008.

 

Manajer yang kini berusia 54 tahun itu pun langsung mendatangkan pemain-pemain baru untuk memperkuat skuatnya, dan salah satu pemain yang didatangkannya adalah Wesley Sneijder.

 

Dibeli dari dari Real Madrid, Sneijder sukses menemukan kembali permainan terbaiknya di bawah arahan Jose Mourinho. Di musim pertamanya, Inter Milan pun berhasil meraih titel juara Serie A dan Supercoppa Italiana.

 

Namun sepertinya musim 2009/10 lah yang takkan dilupakan para penggear Inter, pasalnya Nerazzurri kembali memenangkan gelar Serie A dan juga berhasil memenangkan Champions League.

  1. Antonio Conte – N’golo Kante

​Musim 2016/17, sepertinya memang menjadi musim yang gemilang bagi Chelsea. Sejak dilatih Antonio Conte, mereka kembali menjelma menjadi tim yang sangat menakutkan dan terus meraih kemenangan.

 

Performa luar biasa The Blues tak terlepas dari transfer pemain yang dilakukan Conte, salah satu transfer terbaik yang dilakukannya adalah saat memboyong N’golo Kante dari Leicester City di bursa transfer musim panas 2016 lalu.

 

Tak butuh waktu lama bagi Kante, ia pun langsung menjelma menjadi pemain yang sangat diandalkan di lini tengah timnya. Hingga pekan ke-26 Premier League, pemain yang kini berusia 25 tahun itu sudah bermain di 24 pertandingan.

 

Performa gemilang Kante dan strategi 3-4-3 yang diusung Antonio Conte pun membuat The Blues nyaman di puncak klasemen sementara Premier League dengan raihan 63 poin.

  1. Luis Enrique – Luis Suarez

Luis Enrique mulai bergabung bersama Barcelona di bursa transfer musim panas 2014, saat itu dirinya ditunjuk untuk menggantikan manajer sebelumnya, Gerardo Martino.

 

Setelah resmi menjadi manajer Blaugrana,Enrique pun langsung melakukan pembelian pemain, salah satu pembelian tersuksesnya adalah saat memboyong Luis Suarez dari Liverpool.

 

Meskipun Suarez sempat terkena sanksi larangan bermain akibat peristiwa gigitannya pada pemain timnas Italia, Giorgio Chiellini di gelaran Piala Dunia Brasil 2014, namun sepertinya pemain yang juga pernah bermain bersama Ajax Amsterdam itu tetap sukses memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Ia langsung menjadi pilihan utama dan mencetak 25 gol dari 43 pertandingan yang ia jalani.

 

Tak butuh waktu lama, Luis Enrique langsung berhasil membawa El Barca memenangkan tiga gelar sekaligus di musim 2014/15.  Manajer asal Spanyol itu sukses membawa timnya memenangkan Copa Copa del Rey, La Liga, dan Champions League.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker