Top Skor

4 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kemenangan Portugal atas Perancis

Euro 2016 selesai dari euforianya, dan Perancis harus tertunduk lesu melihat para pemain Portugal berteriak sambil mengangkat piala yang didambakan rakyatnya. Portugal dengan semangatnya mempertunjukkan mental juara dalam final tersebut. Mental dimana ketika mereka harus rela finis di posisi ketiga dalam penyisihan grup, mental yang berbau keberuntungan juga ketika mereka menang adu penalti melawan Polandia dan mental itu juga yang mereka perlihatkan kala memenangkan laga di babak tambahan waktu melawan Kroasia dan Perancis.

Terlepas dari kata banyak orang tentang keberuntungan, perlu kita setujui bahwa keberuntungan itu juga bisa diciptakan. Portugal sudah membuktikan ketika pada akhirnya mereka menang atas Wales 2-0, mereka menunjukkan kemampuan mereka dan akhirnya kembali keberuntungan menyertai mereka di final. Terlepas dari keberuntungan, mari kita ucapkan selamat buat Portugal dan mari kita simak 4 pelajaran yang bisa diambil dari kemenangan Portugal di Euro 2016 :
cr7

1. Tuan Rumah Tak Selalu Menang

Bagi penggemar sepakbola awam, pastinya sebagian besar mengira jika dalam pertandingan tidak resmi ataupun resmi (di kompetisi), tim yang bertindak sebagai tuan rumah akan selalu diuntungkan oleh sang pengadil lapangan wasit.

Tentunya tanggapan ini tidaklah salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Tim yang bertindak sebagai tuan rumah, tentu harus menunjukkan sikap profesionalnya saat sedang bertanding.

Selain itu, di setiap pertandingannya dapat dikatakan mereka tidak hanya melawan satu pihak saja, melainkan tiga.

Tiga? Ya, pertama adalah tim lawan, kedua harus dapat mengatasi tekanan yang justru datang dari pendukung mereka sendiri, karena pastinya mereka harus tampil maksimal demi menyenangkan hati para fans.

Yang terakhir adalah beban sebagai tuan rumah, karena pastinya siapapun yang akan menjadi lawan mereka pastinya punya semangat lebih tinggi atau ambisi yang kuat untuk dapat mempermalukan mereka di hadapan fansnya sendiri.

Pada laga ini pun menjadi contohnya, Prancis terbukti berhasil menepis tanggapan jika mereka tidak serta-merta mendapat keuntungan yang diberikan wasit, mereka juga mampu mengatasi tiga lawan di setiap babak yang mampu membawa mereka menjadi finalis.

Kekalahan mereka di partai puncak pun juga membuktikan, jika tim yang bertindak sebagai tuan rumah tentu tak selalu keluar sebagai pemenang atau menjadi juara.

2. Tanpa Bintang Bisa Juara

Dari sisi Portugal, kurang lebih sekitar 10 tahun yang lalu, tim Selecao ini memiliki sejumlah pemain berbakat yang disebut-sebut sebagai generasi emas dan mampu meledak di Eropa.

Sayangnya, pemain-pemain tersebut tak mampu memberikan gelar di level Internasional, baik di kompetisi Euro maupun Piala Dunia.

Seiring berjalannya waktu, emas tersebut semakin memudar dan hanya menyisakan beberapa sedikit serpihan ‘serbuk emas’ yang ada dalam diri Cristiano Ronaldo dan Luis Nani.

Bahkan, dapat dikatakan Portugal hanya mengandalkan Ronaldo, menyusul permainan Nani yang cenderung kurang konsisten.

Tidak heran jika Portugal hanya merasakan satu kemenangan di waktu normal 2×90 menit saat melawan Wales dengan memetik kemenangan dua gol tanpa balas.

Pada pertandingan lainnya, mereka selalu sulit memetik kemenangan, selama di fase grup, Ronaldo dkk harus puas ‘dikenyangkan’ dengan hasil imbang.

Saat memasuki babak penyisihan, mereka selalu menang melalui babak tambahan waktu dan sempat menang adu penalti melawan Polandia di babak perempatfinal.

Menariknya, hasil ini justru berhasil membawa mereka ke partai puncak dan sukses tersenyum paling lebar sambil mengibarkan bendera negaranya di kancah Eropa ini.

Portugal pun membuktikan, jika tim yang tak dihuni banyak pemain bintang pun mampu keluar sebagai juara, termasuk di kompetisi besar sekalipun.

3. Final Tak Harus Berakhir dengan Penalti

Dalam pertandingan sepakbola, kebanyakan pertandingan terakhir dalam sebuah kompetisi atau turnamen untuk memperebutkan gelar juara harus ditutup dengan adu penalti.

Pastinya, banyak yang menilai jika dalam sebuah pertandingan di waktu normal hingga babak pertama di perpanjangan waktu skor masih imbang, maka laga akan dilanjutkan ke dalam drama adu penalti.

Laga antara Portugal melawan Prancis pun menepis adanya tanggapan tersebut, artinya juga kedua tim ini membuktikan jika para penonton harus tetap fokus menanti hadirnya pemenang dalam sebuah pertandingan di laga final.

4. Berjuang hingga Peluit Terakhir

Jika anda mengawali sebuah pertandingan, maka anda harus berjuang mengerahkan tenaga hingga peluit terakhir berbunyi.

Kalimat tersebut sepertinya ditunjukkan oleh kedua tim, khususnya untuk timnas Portugal yang hampir tiada henti harus menahan gempuran dari Prancis.

Tekanan dari permainan sang lawan serta gemuruh dari fans tuan rumah tentu membuat mereka harus tetap fokus demi dapat memetik kemenangan.

Tidak ada kata lain, selain datang untuk menang. Ya, itulah kalimat yang pastinya berada dalam benak para penggawa Portugal yang terus berjuang untuk memetik kemenangan.

Hal ini pastinya mengingatkan kita, agar terus memberikan kemampuan terbaik dalam menggapai cita-cita, hingga waktu atau keadaan yang meminta anda untuk berhenti.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker