Top Skor

5 Kapten yang Paling Disegani di Indonesia

Indonesia dengan populasi ketiga terbanyak di dunia menjadi magnet tersendiri buat dunia, hal ini dikarenakan banyaknya penduduk Indonesia yang menyenangi sepakbola. Ini jugalah pemandangan yang sering kita lihat dari laga-laga timnas Indonesia maupun kompetisi domestic. Selalu ada saja supporter yang memenuhi stadium di masing-masing daerah.

Dan berbicara masing-masing klub, selalu saja ada ikon pemain yang menjadi kebanggaan dari tiap daerah tersebut. Biasanya pemain yang menjadi ikon tersebut adalah kapten dari sebuah klub, apalagi kapten dari klub tersebut cukup lama membela timnya. Dan inilah 5 kapten di Indonesia yang paling disegani baik oleh teman maupun lawan-lawannya, seperti :

boas

1. Boaz Salossa

Nama Boaz Solossa tentu langsung mengingatkan publik pada Persipura. Boaz adalah Persipura dan Persipura adalah Boaz. Dia memperkuat Mutiara Hitam sejak 2004. Satu-satunya klub di luar Papua yang pernah dia singgahi adalah Carsae FC (Timor Leste). Tapi, dia hanya sebentar bermain di sana sebelum kembali ke Persipura.

Striker berumur 30 tahun ini memang kapten sejati Persipura. Dia mampu meneruskan jejak seniornya, Eduard Ivakdalam. Selain dibekali kemampuan istimewa dalam mencetak gol, Boaz memiliki karisma dan selalu bersikap tenang. Itulah yang membuatnya disegani oleh rekan-rekannya dan tentu saja lawan.

2. Hamka Hamzah

Siapa yang tak kenal Hamka Hamzah. Bek senior ini identik dengan ban kapten. Di sejumlah klub yang dia bela, Hamka kerap dipercaya sebagai kapten. Mulai dari Persija Jakarta, Mitra Kukar, Pusamanai Borneo FC, dan kini Arema Cronus.

Permainannya yang lugas di lini pertahanan membuat tim seolah tenang bila Hamka bermain. Selain itu, jiwa kepemimpinannya juga mampu mengoordinasi rekan-rekan lainnya. Keberaniannya dalam berduel dan tak kenal lelah merupakan ciri khas pemimpin sejati.

3. Punaryo Astaman

Usia gelandang senior ini sudah tak muda lagi. Tapi, pengalamannya tak pernah surut. Itulah kenapa dia tetap dipercaya sebagai kapten di Pusamania Borneo FC dalam ajang TSC. Baginya, ban kapten bukan hal yang baru.

Popon – sapaan akrabnya, pernah dipercaya menjadi kapten timnas Indonesia di Piala Asia 2007. Permainannya yang elegan sebagai gelandang memang membuatnya pantas menjadi pemimpin rekan-rekannya. Ponaryo tak hanya bermodal kesenioran, dia memiliki sikap tenang yang dibutuhkan seorang kapten.

4. Ismed Sofyan

Ismed Sofyan merupakan pemain paling senior di Persija Jakarta saat ini selain Bambang Pamungkas. Persija merupakan klub yang telah dibelanya sejak 2003. Wajar jika dirinya dipercaya menjadi kapten tim.

Pembawaannya yang tenang dan kalem memang membuatnya layak mengenakan ban kapten. Saat melakukan protes kepada wasit, Ismed menyampaikannya dengan bahasa yang sopan. Itulah yang membuat dia disegani. Soal kemampuan dalam menjaga sisi kanan pertahanan timnya, tak perlu diragukan lagi. Dia disebut sebagai Sergio Ramos-nya Indonesia.

5. Fabiano Beltrame

Fabiano Beltrame menjadi kapten asing di TSC yang paling dikenal meski masih ada Antonio Teles dan Otavio Dutra. Dia sudah kenyang sebagai kapten tim. Sebelumnya dia dipercaya menjadi pemimpin pemain di lapangan saat berkostum Persija Jakarta.

Kini, bersama Madura United, Fabiano yang identik dengan nomor 15 juga diberi tugas sebagai kapten tim. Bek asal Brasil ini tangguh dalam menjaga lini pertahanan. Dia kuat dalam bola-bola atas dan piawai dalam menjaga kedalaman lini belakang. Dia pun tak segan berteriak-teriak memberi instruksi kepada rekan-rekannya dalam permainan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker