Top Skor

5 Gelandang Hebat yang Kurang dapat Penghargaan

Posisi gelandang memegang peran yang sangat penting di sepakbola saat ini, posisi ini merupakan jembatan antara lini serang dan lini pertahanan sebuah tim. Dan ada begitu banyak gelandang yang telah lahir dengan gaya bermainnya sejauh ini. Dulu kita mengenal sosok gelandang penghancur serangan ala Edgar Davids atau Roy Keane. Ada juga gelandang yang lebih menyeimbangkan ritme antara pertahanan dan penyerangan seperti Gilberto Silva dan Xabi Alonso.

 

 

Dan saat ini kita melihat sosok gelandang bertahan yang lebih bermain cerdik dan mengandalkan umpan satu dua dengan pemain lainnya. Hanya saja peran yang begitu krusial ini terkadang tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya. Dan dibawah ini adalah contoh gelandang-gelandang modern dengan gaya bermain yang terkesan “lambat” namun hampir selalu berhasil dalam assist atau kontribusi gol di sebuah laga. Siapa saja mereka, berikut daftarnya :

busquets

5. Antonio Candreva

Mampu mengambil perak sebagai gelandang serang atau penyerang sayap, Candreva pun menjadi salah satu pemain terbaik di Italia saat ini. Ia adalah seorang pemain yang dinamis, ulet, dan memiliki kekuatan fisik.

Ia juga dikenal lewat kecepatannya, stamina, konsistensi, dan kecerdasannya menciptakan peluang. Ia juga dibekali dengan kemampuan crossing yang sangat baik.

Keahlian itu dimanfaatkan Candreva untuk menciptakan assist kepada rekan setimnya. Namun, kekuatan andalan Candreva adalah fleksibilitas dalam memainkan beberapa posisi, mulai dari bek sayap, gelandang serang, penyerang sayap, bahkan sebagai false 9.

Inter Milan pun menjadi klub yang beruntung karena bisa memiliki Candreva di bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 22 tahun itu direkrut dari Lazio dengan biaya 22 juta euro.

 
4. Blaise Matuidi

Bicara soal kesuksesan Paris Saint-Germain dalam beberapa tahun terakhir, pikiran semua orang tentu tertuju pada Zlatan Ibrahimovic sebelum dirinya hengkang ke Manchester United di musim panas ini. Namun, ada satu pemain yang tak boleh dilupakan. Ia adalah Matuidi.

Matuidi datang ke PSG dari Saint-Etienne pada musim panas 2011. Sejak itu, Matuidi menjadi salah satu pemain yang paling konsisten.

Ia adalah pemain yang dibekali dengan kemampuan membaca permainan dan intercept yang sangat baik. Ia juga memiliki tekel hebat yang bersih hingga membuat lawan kewalahan.

Namun, yang paling diandalkan Matuidi adalah kemampuannya merebut bola dan membangun serangan timnya. Apalagi, ia juga diberkati dengan stamina yang luar biasa. Pergerakannya di lini tengah kerap membuat pemain lawan keluar dari posisinya.

 

3. Casemiro

Casemiro bermain di posisi yang tak akan mendapat perhatian lebih di Real Madrid. Namun, jika bertanya kepada Zinedine Zidane, ia akan menyebut Casemiro sebagai sosok terpenting dalam sistem permainannya.

Casemiro mengambil peran sebagai perusak permainan lawan. Ia adalah salah satu kunci kebangkitan Madrid bersama Zidane jelang akhir musim 2015/2016. Kemampuannya dalam mengambil posisi juga sangat baik.

Salah satu bukti kehebatan Casemiro adalah pernyataan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, jelang final Liga Champions musim lalu. “Kehadiran Casemiro memberikan mereka kemungkinan lebih baik saat kehilangan bola. Casemiro membuat Madrid sangat berbahaya pada serangan baik,” kata Simeone saat itu.

Keberadaan Casemiro pun mempermudah tugas tiga penyerang utama Los Blancos, Ronaldo, Bale, dan Karim Benzema. Kehadirannya juga membuat duo lini tengah Madrid, Toni Kroos dan Luka Modric, ikut membantu serangan.

 

2. Radja Nainggolan

Roma mungkin telah tersingkir dari Liga Champions setelah kekalahan dari FC Porto. Namun, Nainggolan tetap mampu menunjukkan kualitas kinerja yang menawan. Hal itu semakin mempertegas alasan mengapa ia menjadi salah satu pemain top yang diremehkan.

Ia adalah seorang gelandang box-to-box yang mampu memberikan kontribusi pada dua sektor, yakni serangan dan pertahanan. Nainggolan pun selalu bersedia jika posisinya dipindahkan. Itu yang membuatnya jarang kehilangan tempat di starting eleven.

Seperti perang, gelandang asal Belgia ini mempu menjadi parit bagi timnya. Bahkan, ia juga tak jarang mencetak gol spektakular lewat tendangan kerasnya. Itu mengapa ia menjadi pemain terbaik Belgia di Piala Eropa 2016.

Tak heran jika pelatih Chelsea, Antonio Conte, begitu menginginkan Nainggolan datang. Tampaknya, Conte menilai Nainggolan sebagai potongan terakhir dalam puzzle yang sedang disusunnya di Stamford Bridge.

 

1. Sergio Busquets

Alasan utama mengapa Barcelona begitu nyaman memainkan permainan tempo tingkat tinggi selama beberapa musim adalah berkat keberadaan Busquets. Bisa dibilang, Busquets adalah pahlawan tanpa tanda jasa Barca dalam beberapa musim terakhir.

Pemain Spanyol ini serang melakukan pekerjaan kotor di tengah-tengah permainan. Ia bukan pemain yang ikut memamerkan gaya tiki-taka seperti pilar lain Barca. Namun, ia juga tetap punya peran penting di lini tengah jangkar timnya.

Busquets juga dikenal sebagai pekerja keras, defensif, dan cerdas dalam membaca permainan. Pentingnya peran Busquets pun disadari pemain Madrid, Sergio Ramos. “Ada sejumlah pemain yang saya suka. Namun, apa yang kita mungkin butuhkan adalah Busquets.”

Dalam tim yang dipenuhi pemain bintang seperti Barca dan Timnas Spanyol, peran Busquets memang sering tak disadari. Namun, tak ada yang meragukan fakta bahwa dirinya adalah salah satu pemain penting dalam asuhan Luis Enrique.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker