Top Skor

7 Transfer Gagal di Bursa Transfer 2016/2017

Klub sekelas Arsenal mendapatkan pengalaman baru di bursa transfer yang baru ditutup beberapa hari yang lalu. Bagaimana tidak, klub ini dulunya sangat banyak peminatnya, ada begitu banyak pesepakbola yang ingin dilatih dan bekerjasama dengan pelatih sekelas Arsene Wenger. Arsene Wenger dan prestasi juara menjadi daya tarik untuk pemain lain bergabung bersama di Arsenal.

Namun sayangnya hal itu berubah drastis di bursa transfer kali ini, dimana ada begitu banyak transfer yang gagal terwujud yang dilakukan Arsenal. Sebagai contoh seorang Luis Suarez yang menolak bergabung bersama Arsenal dan memilih bergabung bersama Barcelona. Luis Suarez adalah salah satu contoh saja dimana terjadi transfer gagal antara satu klub dengan pemain, dibawah ini kami memiliki contoh pemain lainnya yang gagal terwujud, seperti :

vardy 3


1. Axel Witsel

Nasib pemain kebangsaan Belgia ini hampir mirip dengan yang dialami David De Gea pada tahun lalu. Dalam proses transfer, mereka sama-sama merasakan kegagalan sebab ada keterlambatan dalam penyerahan dokumen-dokumen.

Tahun lalu, De Gea batal hijrah ke Real Madrid. Padahal Madrid sudah menyepakati harga jual yang dipatok oleh Manchester United. Tapi dokumen yang diminta oleh otoritas La Liga Spanyol tidak datang tepat pada waktunya. Alhasil De Gea tetap bertahan di kubu Setan Merah.

Kali ini hal tersebut dialami oleh Witsel. Penyebabnya, Zenit sebagai klub yang mempekerjakan sang pemain tak mau melepas yang bersangkutan jika belum mendapat penggantinya. Karena proses berjalan alot, Witsel akhirnya batal ke Juventus. Padahal tawaran 18 juta euro plus bonus 3 juta euro yang disodorkan Si Nyonya Tua sudah berhasil memikat pelatih Zenit, Mircea Lucescu. Bahkan Witsel sudah berada di markas Juventus selama kurang lebih 12 jam.

2. Carlos Bacca

Saat bursa transfer dibuka per 1 Juli 2016, West Ham United langsung menyatakan minatnya pada Carlos Bacca. Klub Liga Premier Inggris itu siap menebus sang pemain dari AC Milan dengan nilai transfer 26 juta euro atau setara Rp 387 miliar.

Milan tadinya sempat menerima tawaran dari West Ham. Bahkan Bacca disebut-sebut tertarik berkarier di kubu The Hammers. Tapi sayang, West Ham gagal lolos ke ajang Liga Europa musim 2016/2017. Gara-gara itu, Bacca menolak tawaran West Ham dan lebih memilih setia dengan I Rossoneri.

3. Stevan Jovetic

Baru semusim bergabung di Inter Milan, Stevan Jovetic langsung masuk daftar jual. Kabarnya, Inter tidak puas dengan kemampuan striker 26 tahun tersebut.

Di kubu I Nerazzurri, Jovetic kalah saing dengan Eder, Mauro Icardi dan Rodrigo Palacio. Keberadaannya makin terdesak sebab timnya berhasil memboyong striker muda Brasil, Gabriel ‘Gabigol’ Barbosa. Jovetic akhirnya bersedia dijual Inter dan Fiorentina jadi klub yang paling dekat dengan sang pemain.

Tapi sayang, klub berjuluk La Viola tersebut tak sanggup memenuhi permintaan gaji Jovetic. Oleh Inter, Jovetic menerima bayaran 7 juta euro atau Rp 103 miliar per musim. Memanfaatkan kondisi ini, AC Milan coba menyambar pemain Montenegro tersebut. Tapi Inter tak sudi melepas pemainnya ke klub rival. Mau tak mau mereka tetap mempertahankan Jovetic hingga bursa transfer musim dingin dibuka, 1 Januari 2017 mendatang.

“Jovetic akan tetap bertahan sebagai pemain Inter,” tegas Direktur Olahraga Inter Milan, Piero Ausilio


4. Kalidou Koulibaly

Selama bursa transfer musim panas dibuka, Chelsea sangat ngebet mendapatkan Kalidou Koulibaly. Bahkan mereka sudah menyiapkan dana hingga 58 juta euro atau berkisar Rp858 miliar.

Tapi Napoli selaku klub yang memiliki sang pemain tidak tergoda dengan tawaran fantastis itu. Mereka ngotot mempertahankan Koulibaly dan Chelsea dibuatnya gigit jari.

Tapi The Blues sudah mendapatkan bek yang tidak kalah hebat. Di penghujung bursa transfer, Chelsea memboyong dua pemain sekaligus yakni David Luiz dan Marcos Alonso.

5. Robert Lewandowski

Kegemilangan Robert Lewandowski pada musim lalu sukses memikat perhatian Real Madrid. Penyerang kebangsaan Polandia itu jadi prioritas Los Blancos di bursa transfer musim panas 2016.

Tapi sayang, misi mendapatkan sang pemain berakhir kegagalan. Tawaran Madrid ditolak mentah-mentah oleh Bayern Muenchen. Madrid akhirnya menyerah, namun mereka sepertinya tidak terlalu kecewa. Sebab tim asuhan Zinedine Zidane sudah memulangkan striker didikannya, Alvaro Morata yang sukses dengan Juventus.

6. Jamie Vardy

Penampilan gemilang juga diperlihatkan Jamie Vardy sepanjang musim 2015/2016. Meski bermain di tim kecil seperti Leicester City, Vardy tetap berhasil unjuk kemampuan. Ia bahkan jadi salah satu aktor penting dalam kesuksesan timnya menjuarai Liga Premier Inggris.

Berkat penampilannya itulah, Vardy dilirik klub-klub besar termasuk Arsenal. Kubu Meriam London paling gencar mendekati sang pemain. Kebetulan, Arsenal memang membutuhkan striker haus gol untuk memperbaiki lini serangnya yang tampil buruk di musim lalu.

Namun Vardy tidak tertarik berseragam Arsenal. Pemain kebangsaan Inggris itu lebih memilih perpanjang kontrak di Leicester hingga musim panas 2020.


7. Riyad Mahrez

Keputusan serupa diambil Riyad Mahrez. Meski diincar tim sekelas Arsenal, Mahrez justru memilih bertahan di Leicester City.

Sebelum perpanjang kontrak hingga empat tahun ke depan, Mahrez sempat memberi harapan pada The Gunners. Bahkan ada yang menyebut bahwa transfer Mahrez sudah selesai dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Fans Arsenal tentunya senang dengan kabar ini. Saking senangnya, salah seorang fans memesan jersey klub dengan nama Mahrez disertai nomor punggung 26.

Tapi orang itu harus menutup mukanya rapat-rapat. Sebab pada akhirnya, Mahrez memilih setia dengan ‘Si Rubah Biru’.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker