Top Skor

6 Laga Derby Manchester Yang Sulit Untuk Dilupakan

 

Sebentar lagi kita akan menyaksikan babak baru persaingan dua pelatih terbaik dunia akan berlangsung. Persaingan kali ini akan berlabel derby Manchester dima Liga Inggris kebagian porsinya. Yah, sudah berapa kali derby Manchester berlangsung namun tidak ada yang seheboh kali ini dimana media dan public lebih menyoroti sosok kedua pelatih dibanding judul sesungguhnya.

 

Bahkan perselisihan Ibrahimovic dengan mantan pelatihnya Pep Guardiola kalah popularitasnya dengan persaingan Mou dan Pep. Padahal ini merupakan pertama kalinya Pep bertarung melawan mantan anak asuhnya. Kita tinggalkan dulu hangatnya persaingan Pep Vs Mou, dan ada baiknya kita kembali ke lebel derby Manchester dimana terdapat sejarah didalamnya. Dan dibawah ini kami akan mengangkat 6 laga Derby Manchester yang selalu diingat :

mu pi

  1. Fans Minta Ferguson Dipecat

​ Anda pernah membayangkan mantan manajer tersukses Britania Raya dan United, Sir Alex Ferguson, terancam pemecatan? Saat ini tak banyak yang mengetahuinya, namun pada 1989 Ferguson diminta fans untuk mundur.

 

Pada september di Maine Road – markas lama City, The Citizens membantai United dengan skor 5-1 dari gol Barry Oldfield (dua gol), Trevor Morley, Ian Bishop, dan Andy Hinchcliffe. United hanya bisa mencetak gol hiburan dari gol Mark Hughes.

 

Kampanye untuk melengserkan Ferguson pun muncul, tapi pria asal Skotlandia tetap menduduki jabatannya karena sukses meraih FA Cup di tahun yang sama. Ancaman pemecatan hilang begitu saja, seiring trofi demi trofi yang diraih Setan Merah di musim berikutnya.

  1. Debut Ryan Giggs

​ Legenda United ini punya cara spesial untuk mengenalkan dirinya kepada fans, kala memulai debut di usia 17 tahun. Hebatnya lagi, debut itu dilakoninya saat melawan City pada 1991. Debut Giggs terasa lebih spesial dan berkesan, karena ia menjadi pencetak gol semata wayang di menit 22 ke gawang City.

 

Perdebatan sedianya masih terjadi hingga saat ini, karena banyak yang berkata gol itu bunuh diri karena terkena pantulan pemain City, Colin Hendry. Meski begitu, Giggs tetap menjalani debutnya dengan cara yang spesial, dan mudah dikenang fans atau Giggs sendiri.

  1. Berkah Stadion Anyar

​ 2004 menjadi awal mula revolusi besar City di bawah kepemilikin konsorsium kaya raya Timur Tengah. Mereka pindah dari Maine Road ke stadion baru dan langsung mendapatkan berkah dari stadion anyar itu.

 

Tak tanggung-tanggung City menang 4-1 berkat gol Robbie Fowler, Jon Macken, Trevor Sinclair, dan Shaun Wright-Phillips, Sementara satu gol tunggal United diciptakan oleh Paul Scholes.

  1. Gol Dramatis Michael Owen

​ Ferguson melabeli Derby Manchester 2009 di Old Trafford, sebagai laga derby terbaik, karena kedua tim sama-sama pantang menyerah dan laga berakhir dramatis dengan skor 4-3 untuk tuan rumah.

 

Wayne Rooney membawa United unggul, untuk kemudian disamakan Gareth Barry. Lalu Darren Fletcher dan Craig Bellamy sama-sama mencetak dua gol untuk timnya masing-masing, sebelum akhirnya Michael Owen muncul jadi penyelamat dengan gol penentu kemenangannya, saat menerima umpan Giggs.

 

Ironi, bisa jadi itu momen terbaik Owen yang kerap cedera, menghiasi bangku cadangan United, dan merupakan salah satu pemain yang gagal mengenakan nomor keramat 7.

  1. King Rooney

​ Dari gol terbaik Premier League hingga gol terbaik Derby Manchester, pantas disematkan kepada gol Rooney saat bertemu City pada 2011 di Old Trafford. Kedudukan kedua tim masih sama kuat 1-1, setelah gol Luis Nani dibalas gol Silva.

 

Namun Rooney menunjukkan kualitasnya saat menerima umpan silang Nani, dengan tendangan salto keras yang merobek gawang City. Skor berubah menjadi 2-1 bagi United, dan berujung poin penuh nan krusial dalam perebutan titel Premier League.

  1. “Mengapa Selalu Saya?”

​ Kata-kata itu takkan pernah dilupakan fans kedua klub, dan merujuk kepada Mario Balotelli yang kerap menghiasi media dengan aksi kontroversialnya di luar pertandingan. Apalagi sebelumnya Balotelli masuk berita karena menyalakan kembang api di rumahnya.

 

Balotelli menunjukkannya saat mencetak gol ke gawang United, saat kedua tim bertemu di Old Trafford pada 2011. United menelan kekalahan terbesar 1-6 di kandang, setelah terakhir merasakannya pada 1955.

 

Balotelli mencetak dua gol, diikuti gol Silva, Sergio Aguero, dan dua gol Edin Dzeko. Keadaan kian bertambah parah bagi United yang bermain dengan 10 pemain, setelah Johnny Evans diusir wasit. Tuan rumah hanya bisa mencetak gol hiburan dari gol Fletcher.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker