Top Skor

10 Transfer Pemain yang Disesali dan Ditangisi oleh Pelatihnya

 

Melepas pemainnya untuk bermain di klub lain acapkali ditandai dengan kurang memuaskannya penampilan pemain tersebut di klub yang menjualnya. Beda dengan pemain sekelas Pogba, dimana Juventus sangat senang dengan penampilannya selama bermain bersama si nyonya tua. Hanya saja Juventus juga tidak menahan kuasa dengan harga jualnya yang memecahkan rekor termahal di dunia.

 

Dan dibawah ini ada beberapa kejadian dimana seorang pelatih menyesali penjualan pemain yang dilakukan. Pemain-pemain tersebut ternyata bermain jauh lebih baik di klub barunya, dan hal paling disesali adalah ketika stok cadangan pemain dari klub yang menjualnya justru sangat terbatas. Dan inilah kesepuluh penjualan pemain yang paling disesali kepergiannya :

Daniel Sturridge

  1. Daniel Sturridge (Chelsea ke Liverpool)

Striker timnas Inggris itu jarang mendapat kesempatan bermain di Stamford Bridge. Padahal, Sturridge memiliki kemampuan impresif di lini depan. Hal itu dibuktikannya ketika di Liverpool.

Sturridge menunjukkan kelasnya bersama The Reds, dengan mencetak 21 gol dari 28 pertandingan di Premier League. Sepertinya, Chelsea melepas striker 24 tahun itu terlalu dini.

 

  1. Philippe Coutinho (Inter Milan dan Liverpool)

Setelah tiga tahun di Giuseppe Meazza, Inter Milan memutuskan untuk menjual Coutinho ke Liverpool hanya dengan harga £8,5 juta (setara Rp171 miliar). Penampilan tidak konsisten Coutinho membuat I Nerazzurri memutuskan untuk melepas gelandang serang asal Brasil tersebut.

 

12 bulan memperkuat Liverpool, Coutinho tampil di 30 pertandingan Premier League dan mencetak 5 gol. Sedangkan selama di Inter, mantan pemain Vasco Da Gama itu hanya tampil di 28 pertandingan dan mencetak 3 gol selama 3 tahun. Dengan kualitas dan kecepatan yang ditunjukkan Coutinho di Liverpool, Inter sepertinya menyesal melepas pemain 21 tahun tersebut.

 

  1. Mesut Oezil (Real Madrid ke Arsenal)

Kepergian Oezil memang tidak mempengaruhi kualitas lini tengah Real Madrid. Namun, hampir dipastikan pelatih Carlo Ancelotti akan menyesali keputusannya melepas Oezil di masa depan.

Pasalnya, gelandang timnas Jerman itu memiliki kualitas luar biasa dan dianggap sebagai salah satu playmaker terbaik di dunia saat ini. Madrid saat ini hanya punya Isco dan Luka Modric sebagai playmaker.

 

  1. Gerard Pique (Manchester United ke Barcelona)

Pique sudah mengoleksi 16 trofi bersama Barcelona sejak dilepas MU pada 2008. Azulgrana pun hanya perlu mengeluarkan £5 juta (setara Rp100 miliar) untuk mendapatkan mantan pemain juniornya tersebut dari Old Trafford. Sebaliknya, MU selalu mengalami krisis lini pertahanan, terutama di posisi bek tengah, sejak kepergian Pique.

 

  1. Xabi Alonso (Liverpool ke Real Madrid)

Ketika Liverpool menerima tawaran Madrid sebesar £30 juta (setara Rp605 miliar) pada 2009, saat itu pula Liverpool kehilangan sosok jenderal di lini tengah. Kemampuan Alonso mengumpan dan merebut bola sangat dirindukan The Reds. Baru musim ini, Steven Gerrard mendapatkan duet sepadan di lini tengah dalam diri Jordan Henderson dan Lucas Leiva.

 

  1. Jaap Stam (Manchester United ke Lazio)

Mantan manajer MU, Sir Alex Ferguson, sudah beberapa kali mengakui kesalahannya melepas Stam ke Lazio pada 2001. Stam dijual MU ke Lazio setelah sempat bersitegang dengan Ferguson.

“Kepergian Stam jelas sebuah kekecewaan buat saya. Saya membuat keputusan yang buruk ketika itu,” ujar Ferguson kepada MUTV.

 

  1. Thiago Silva (AC Milan ke PSG)

Keputusan Silva pada 2012 memang bak simalakama bagi Milan. Di satu sisi, tenaga Silva sangat dibutuhkan di lini pertahanan, di sisi lain I Rossoneri membutuhkan dana segar. Milan mendapatkan €42 juta dari penjualan bek 29 tahun tersebut ke PSG. Sejak melepas Silva, lini belakang Milan menjadi keropos.

 

  1. Zlatan Ibrahimovic (AC Milan ke PSG)

Ibrahimovic dijual ke PSG bersamaan dengan Thiago Silva. Pemain asal Swedia itu merupakan salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Sejak dilepas ke PSG, Ibrahimovic sudah mencetak 47 gol dari 54 pertandingan Ligue 1. Jumlah itu hampir setengah dari jumlah gol yang dicetak Milan di Serie A sejak kepergian Ibra (101).

 

  1. Arjen Robben (Real Madrid ke Bayern Munich)

Madrid mungkin tidak terlalu menyesali keputusan menjual Robben ke Munich pada 2009. Pasalnya, winger asal Belanda itu lebih sering berkutat dengan cedera saat berkarier di Santiago Bernabeu. Namun, bersama Munich, Robben menjelma menjadi pemain yang menakutkan.

 

Dua gelar Bundesliga, satu trofi Liga Champions dan satu Piala Dunia Antarklub, menjadi bukti kehebatan Robben bersama Munich.

 

  1. Cristiano Ronaldo (Manchester United ke Real Madrid)

Tawaran sebesar £80 juta dari Madrid pada 2009 memang terlalu sulit untuk ditolak MU. Lima tahun berlalu, Madrid sepertinya menjadi pihak yang paling diuntungkan dari transfer Ronaldo, terutama dari sisi finansial.

 

Sejak awal, Sir Alex Ferguson memang mengaku tidak pernah ingin menjual Ronaldo. Suporter The Red Devils juga tidak ingin melihat Ronaldo pergi. Bahkan, CR7 beberapa kali dirumorkan akan kembali ke Old Trafford.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker