Top Skor

5 Hal yang Terjadi Setelah Conte Melatih Chelsea

 

 

Conte membentuk Chelsea menjadi klub yang sulit dikalahkan, di Liga Inggris sendiri setelah menemukan formasi 3 bek, Tim ini menjadi klub paling baik dalam pertahanan. Tidak hanya baik dalam bertahan, Chelsea juga efektif dalam menyusun serangan baik dalam menghasilkan pundi-pundi golnya.

 

 

Setelah satu tahun lalu Mourinho melatih Chelsea ada begitu banyak perubahan yang terjadi, Conte benar-benar bekerja ekstra keras dalam memperbaiki Chelsea era Mou. Tidak hanya memaksimalkan pemain namun juga bermain dengan formasi ideal buat Chelsea. Dan berikut 5 hal yang terjadi setelah Conte mengambil alih Chelsea :

 

diego costa

  1. Pertahanan Terbaik

 

Jika berbicara lini pertahanan, tak lengkap jika tidak membicarakan soal kiper, Thibaut Courtois tampil bak tembok China. Penampilannya di musim 2016/17 sejauh ini, hingga pekan ke-16 bisa dibilang cukup superior.

 

 

Kiper asal Belgia tersebut, berhasil mencatatkan sembilan catatan clean sheet, dan di antara sembilan clean sheet yang berhasil dilakukannya, Courtois mampu menjaga gawang Chelsea tak kebobolan selama enam pertandingan beruntun di Premier League. Sebelum pada akhirnya catatan clean sheet tersebut harus berhenti saat Christian Eriksen (Tottenham Hotspur) berhasil membobol gawang sang kiper.

 

 

Sebuah penampilan fantastis dari kiper berusia 24 tahun, yang tak diperlihatkan dirinya saat masih bekerja sama dengan mantan manajernya, Jose Mourinho, di musim 2015/16.

 

  1. David Luiz jadi Pilihan Utama

 

Nama David Luiz, cukup pantas untuk menjadi bahan perbincangan, sempat dijual Chelsea ke Paris Saint-Germain saat masih ditangani oleh Jose Mourinho. Namun pada akhirnya Manajer anyar Chelsea, Antonio Conte, memutuskan untuk membawa pulang kembali si pemain yang memiliki rambut kribo ini.

 

 

Kembalinya Luiz pun menjadi solusi bagi lini pertahanan Chelsea, yang di awal musim sempat menjadi sorotan, karena sering kemasukan dan mudah dibobol tim lawan. Kini dengan skema 3-4-3 yang diterapkan Conte, Luiz sangat solid mengawal lini pertahanan timnya bersama rekan setimnya, Gary Cahill dan juga Cesar Azpilicueta.

 

  1. Garangnya Diego Costa

Sosok penyerang Chelsea, Diego Costa, cukup memberikan perbedaan tersendiri. Costa saat ini berhasil menjadi top skor sementara Premier League bersama Alexis Sanchez dari Arsenal dengan total 12 gol dari 16 pertandingan yang telah dijalani bersama Chelsea.

 

 

Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan apa yang telah diraih pemain kelahiran Brasil tersebut di musim lalu. Tak hanya soal gol, musim 2016/17 pun menjadi awal perubahan bagi Costa, kini dirinya tidak sering terlibat dalam pertikaian di lapangan, dan dirinya kini sudah mampu untuk mengontrol emosi. Costa lebih menyalurkan emosi lewat gol yang dia ciptakan bersama Chelsea di musim 2016/17.

 

  1. Hazard tampil Memukau

Penampilan Eden Hazard di musim 2016/17 tentu sangat berbeda jauh dengan apa yang ditunjukkan di musim sebelumnya. Jika merujuk kepada statistik penampilan Hazard bisa dibilang telah bangkit dibandingkan musim lalu. Hingga pekan ke-16, pemain asal Belgia tersebut telah berhasil mencetak delapan gol serta menyumbang satu assist.

 

 

Di musim 2015/16 bersama Jose Mourinho, selama satu musim dirinya hanya mampu mencetak total empat gol. Tak sedikit banyak pengamat maupun mantan pemain Premier League yang menganggap bahwa Hazard telah menampilkan permainan yang ‘palsu’ di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut.

 

  1. Moses Bertransformasi Menjadi Bek Sayap

Victor Moses sebenarnya sudah menjadi pemain Chelsea di beberapa musim yang lalu, bahkan ketika Jose Mourinho menjadi manajer Chelsea. Namun Mourinho tampaknya masih kurang memercayai dirinya untuk menjadi bagian skuat utama Chelsea. Hingga dirinya pun dipinjamkan ke Stoke City pada musim 2014/15, di saat bersamaan pada musim tersebut Chelsea berhasil menjadi juara Premier League. Di musim 2015/16, ia dipinjamkan ke West Ham United.

 

 

Cerita yang berbeda datang di musim 2016/17, Antonio Conte memercayai dirinya untuk menjadi skuat utama di Chelsea. Bahkan manajer asal Italia tersebut mampu mengubah posisi bermain sang pemain. Jika pada awal di Chelsea dia bermain sebagai winger, kini Conte menempatkannya sebagai bek sayap kanan.

 

 

Hasilnya pun cukup mengagumkan, Moses sudah mencetak tiga gol dari 14 pertandingan yang sudah dijalaninya di Premier League. Dia bahkan menjadi man of the match di laga kontra Spurs.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker