Formasi

"Kutukan Juara" UCL Nyaris Dipecahkan 4 Tim ini

 

[Image: 1_copy.png]

Sejak berubah format pada 1992/1993 silam,
belum ada tim yang sanggup menyabet gelar
Liga Champions secara beruntun. AC Milan
merupakan tim terakhir yang mempertahankan
trofi “Si Kuping Besar” yakni di musim 1988/1989
dan 1989/1990, namun kala itu formatnya
masih Piala Champions.

Musim ini “kutukan juara” itu berlanjut.
Juara musim lalu, Bayern Munich, harus mengakhiri
kiprahnya di semifinal. Mereka kalah dengan
agregat 0-5 dari Real Madrid. Menilik ke belakang,
sebenarnya ada 4 klub yang nyaris mampu
menghapus rekor buruk tersebut, yaitu:

1. AC Milan – 1995

[Image: 2_copy.png]

Bertempat di OAKA Spiros Louis, Athena,
pada 1994, AC Milan merengkuh gelar Liga
Champions usai mengalahkan Barcelona
dengan skor meyakinkan 4-0. Daniel Massaro
menyumbang dua gol, sedangkan dua gol
lainnya dihasilkan oleh Dajan Savicevic serta
Marcel Desailly.

Satu tahun kemudian, Rossoneri kembali
mencapai laga puncak turnamen yang sama.
Sayangnya, menghadapi Ajax Amsterdam di Vienna,
mereka takluk lewat gol tunggal Patrick Kluivert.

2. Ajax Amsterdam – 1996

[Image: 3_copy.png]

Mengikuti jejak Milan, Ajax yang meraih gelar
pada 1995, kembali menembus partai puncak
Liga Champions, satu tahun kemudian.
Sayangnya, mereka juga tunduk di laga pamungkas
oleh tim Italia lainnya, Juventus.

Tim asuhan Marcello Lippi, Juventus, menang
adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1
pada waktu normal dan perpanjangan di Stadion
Olimpico, Roma.

3. Juventus – 1997

[Image: 4_copy.png]

Meniru Milan dan Ajax, Juventus juga hampir
saja menghapus “kutukan juara” di musim 1997.
Menjadi juara pada tahun sebelumnya, namun
Gianluca Vialli cs takluk pada laga final di Stadion
Olympiade, Munich, oleh tim Jerman, Borussia
Dortmund dengan skor 1-3.

Karl Heinz Riedle mencetak dua gol ditambah
torehan Lars Ricken. Satu gol balasan Juventus
datang dari talenta muda mereka saat itu,
Alessandro Del Piero.

4. Manchester United – 2009

[Image: 5_copy.png]

Pada 2008 MU berhasil merebut trofi Liga
Champions ketiga. Mereka mengalahkan
sesama tim Inggris, Chelsea, lewat adu
penalti di Moskow.

Berharap menjadi tim yang pertama mencatat
gelar back to back Liga Champions, ‘Setan Merah’
yang kembali melenggang ke final di tahun
berikutnya malah tumbang dari Barcelona.
Dalam laga di Stadion Olimpico, Roma, MU
dibuat tak berkutik oleh dua gol Samuel Eto’o
dan Lionel Messi.

Sumber : viva.co.id

Related Articles

Check Also

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker