Formasi

Rahasia Kehidupan buat Kamu Pesepakbola Muda

Sekarang kita akan coba belajar filosofi dari legenda Manchester United Eric “The King” Cantona. Banyak quote yang dikeluarkan ole Cantona, namun kita akan coba ke lima quote di bawah ini.

 

Semoga pecinta sepakbola Indonesia bisa belajar tidak hanya dari skill pesepakbola dunia di atas lapangan hijau saja, tapi juga bagaimana prinsip-prinsip kehidupannya. Cekidot bray…

 

 

 

cantona

 

 

 

“Saya sangat bangga para fans masih menyanyikan nama saya, tapi saya takut besok mereka akan berhenti. Aku takut karena aku menyukainya. Dan segala sesuatu yang Anda cintai, Anda takut akan kehilangan.”

 

Dengan kata lain Cantona mau mengatakan bahwa Kita baru mengerti akan CINTA, ketika kita telah kehilangannya.


 

 

“Saya bangga dengan apa yang saya raih di sana (Old Trafford), tapi hidup dengan kenangan tidak cukup untuk sebuah kehidupan.”

 

Dari kalimat Cantona ini, ada ilustrasi yang cocok yaitu, Kenapa kaca spion itu lebih kecil dari kaca mobil di bagian depan, itu karena kita harus membarikan perhatian yang lebih besar kepada masa depan, dan hanya memberikan sedikit perhatian kepada masa lalu kita.

 


 

 

“Aku akan mencintainya karena telah menyelamatkan tempat saya di timnya, dialah George Best, bukan Tuhan.”

 

Kita boleh kagum kepada orang lain atau sesorang, namun Cantona menyarankan untuk TIDAK MENDEWAKAN MANUSIA.

 


 

 

“Kadang-kadang Anda terjebak  oleh emosi. Saya pikir sangat penting untuk mengekspresikan itu – namun  tidak selalu berarti memukul seseorang.”

 

Yah, saya teringat dengan filosofi yang mengatakan bahwa Jangan pernah memutuskan sesuatu di saat anda sedang emosi, karena di saat anda emosi anda tidak bisa berpikir rasional (Masuk akal).

 


 

 

“Tekanan orang-orang terhadap diri mereka sendiri dan persaingan antara tim jauh lebih berharga. Dan saya pikir itu hal yang baik. Selama persaingan itu tetap dalam semangat kompetisi, lawan akan memacu semua orang berada di atas.”

 

Tekanan itu seperti dua sisi mata uang, kamu bisa mengeluh olehnya dan down karenanya, namun kamu juga bisa semakin termotivasi karenanya.


 

 

“Di dalam sepakbola Anda memiliki musuh, di dalam film musuh adalah diri Anda sendiri.”

 

Pada waktu kecil, kita bermimpi untuk menaklukan dunia, setelah dewasa barulah kita sadar bahwa hidup adalah bagaimana menaklukan diri sendiri bukan orang lain.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker