Top Skor

10 Striker Terbaik Seri A di Era 90an

Berbicara sepakbola di era 90an, maka Liga Italia atau biasa disebut Seri A adalah kiblatnya.

Liga dimana berkumpulnya pemain dan pelatih terbaik dunia.

Di era inilah banyak pecinta sepakbola Indonesia mengenal istilah scudetto, cappocanonieri, espulso dan lain sebagainya.

Dan berbicara penyerang terbaik nan ikonik di era tersebut, kami memiliki 10 diantaranya :

1. Gabriel Batistuta

Sejarah Fiorentina dan Serie A tidak akan pernah melupakan nama ikonik satu ini.

Gabriel Batistuta bermain dengan Fiorentina pada 1991-2000, lalu ke AS Roma, Inter Milan, dan pensiun pada 2005 dengan Al-Arabi.

Striker tajam dan berbahaya asal Argentina selalu mencetak 20 gol lebih di tiga musim kala membela Fiorentina.


2. George Weah

Legenda AC Milan medio 1995-2000 yang kini menjadi Presiden Liberia.

Karier George Weah benar-benar tak terduga: dari striker tajam pada eranya dan kemudian banting setir ke dunia politik.

Kecepatan, ketajaman, etos kerja, dan stamina jadi kelebihan bermain pemenang dua Scudetto dengan Milan itu.


3. Oliver Bierhoff

Il Rossoneri bukan hanya terkenal karena trio Belanda yang mereka miliki: Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit (yang juga terkenal di eranya), namun mereka juga punya striker Jerman bernama Oliver Bierhoff.



Bierhoff membela Milan pada medio 1998-2001 dan dikenal sebagai striker yang kuat dari segi fisik, agresif, dan hebat di duel bola udara.

Cocok menjadi target man. Bierhoff meraih satu Scudetto di Serie A.


4. Christian Vieri

Christian “Bobo” Vieri meramaikan sepak bola Serie A pada medio 1990-an hingga 2000-an. Dia pemain yang pernah membela Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

Namun bersama Nerazzurri Vieri memperlihatkan ketajamannya. Kini Vieri menjadi pandit sepak bola Italia.


5. Pierluigi Casiraghi

Mantan striker Timnas Italia yang hanya membela empat klub dalam kariernya, yakni Monza, Juventus, Lazio, dan pensiun di Chelsea pada 2000.

Bersama Juventus dan Lazio nama Pierluigi Casiraghi meroket melalui raihan dua Coppa Italia dan dua Liga Europa.

Casiraghi striker serba bisa yang dapat bermain di banyak posisi di lini depan.


6. Enrico Chiesa

Putranya saat ini, Federico Chiesa, membela Fiorentina dan menjadi salah satu komoditas panas.

Namun pada medio 1990-an hingga awal 2000-an Enrico Chiesa berjaya di Serie A dengan Parma, Fiorentina, Lazio, dan Siena.

Chiesa jadi salah satu pemain yang menjadi saksi kesuksesan sejarah Parma kala memenangi Coppa Italia dan Liga Europa (kala itu namanya Piala UEFA).

Sama seperti putranya, Chiesa pemain serba bisa yang dapat bermain di sayap dan juga sentral permainan dengan kemampuan pada kecepatan, kerja keras, dan kegigihannya mengejar bola.


7. Gianluca Vialli

Mantan manajer Chelsea dan Watford. Kala aktif bermain Gianluca Vialli striker tajam, cepat, dan serba bisa itu membela empat klub, yakni: Cremonese, Sampdoria, Juventus, dan Chelsea.

Era kejayaannya tercipta kala membela Sampdoria dan Juventus dari medio 1984-1996 dengan raihan dua Scudetto, empat Coppa Italia, satu Liga Champions, dan Liga Europa.


8. Giuseppe Signori

Foggia, Lazio, dan Bologna takkan pernah lupa memilki penyerang yang cepat dan mematikan dengan kaki kirinya, yakni Giuseppe Signori.

Pasca pensiun pada 2006 Signori pernah menjadi pandit sepak bola dan Direktur Sepak Bola, namun sayangnya ia ditangkap pada 2011 karena skandal pengaturan skor dan dilarang terlibat dalam sepak bola selama lima tahun.


9. Marco van Basten

Siapa yang tidak mengenal nama yang satu ini. Andai tidak cedera Marco van Basten bisa jadi menambah masa baktinya kepada AC Milan dari medio 1987 hingga setidaknya 1996 atau 1998.

Striker ikonik asal Belanda ini sangat mengerikan di eranya dan berbahaya di depan gawang lawan.


10. Ronaldo

Ronaldo-nya Brasil striker komplit yang mengombinasikan ketajaman, kecepatan, naluri mencetak gol dengan dribel bola ala khas Negeri Samba.

Presiden Real Valladolid itu pernah memperkuat Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan.

Namun medio terhebatnya di Italia hadir pada medio 1997-2002 dengan Inter Milan.

Sumber : 90min.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close