Top Skor

5 Transfer Terburuk Enrique di Barcelona

Fakta Luis Enrique akan bertahan di Barcelona semakin pudar saja. Hal ini tidak lepas dari tidak diperbaharuinya pelatih asal Spanyol ini. Enrique juga sepertinya semakin menegaskan statusnya yang diambang keluar dari Camp Nou melihat serangkaian hasil kurang memuaskan pasukan Catalan.

 

Sebenarnya prestasi yang ia torehkan sangat bagus, berhasil menyumbangkan treble buat Barcelona di musim pertamanya. Namun ada catatan buruk yang sempat ia torehkan menyangkut keputusan transfer yang ia lakukan. Dibawah ini kami memiliki 5 transfer terburuk yang pernah dilakukan Enrique selama melatih Barcelona, diantaranya :

Thomas Vermaelen

1.Thomas Vermaelen

Inilah pembelian Luis Enrique yang boleh disebut masuk transfer gagal. Bagaimana tidak, eks kapten Arsenal ini nyaris tidak dipakai di musim pertamanya bersama Barcelona.

 

Alasannya, Vermaelen lama dibekap cedera. Baru dibeli, Vermaelen sudah divonis cedera hamstring. Pada musim 2014/15, bek asal Belgia itu baru memulai debut di akhir musim tepatnya saat melawan Deportivo La Coruna pada 23 Mei 2015.

 

Alhasil, dia pun tak lebih sebagai pemain dengan gaji buta di Barcelona pada musim itu. Untungnya, Vermaelen ketiban durian runtuh karena Barcelona sukses merebut enam gelar.

 

Pada musim berikutnya, 2015/16, Vermaelen diharapkan bisa bermain lebih banyak. Dia sukses mencetak gol pertama di musim kedua saat melawan Malaga. Namun posisinya masih kalah dari Javier Mascherano, Gerard Pique dan Jeremy Mathieu.

 

  1. Douglas

Inilah pembelian kedua paling buruk oleh Luis Enrique. Digadang-gadang sebagai pelapis Dani Alves, eks bek Sao Paulo ini tak bisa lakukan tugasnya dengan baik.

Di debutnya, dia sudah mendapatkan kartu kuning saat Barcelona diimbangi 0-0 melawan Malaga. Usai penampilan itu, Barcelona pun menempatkannya sebagai bek kanan pilihan ketiga setelah Alves dan Martin Montoya.

 

Musim berikutnya, penampilan Douglas kembali di luar harapan. Bek berusia 26 tahun ini pun tak dimainkan sama sekali di musim 2015/16.

 

Karena tak berguna, Barcelona akhirnya meminjamkan Douglas ke Sporting Gijon. Belum jelas apakah Barcelona bakal membawa pulang Douglas atau melepasnya secara permanen ke Sporting Gijon.

 

  1. Paco Alcacer

Paco Alcacer memang cukup tajam saat main di Valencia. Dia digadang-gadang menjadi salah satu striker Spanyol yang menjanjikan setelah Diego Costa atau David Villa.

 

Barcelona pun berharap bisa mengulang kesuksesan seperti kala membeli David Villa juga dari Valencia beberapa musim lalu. Sayangnya, itu tidak terjadi dengan Alcacer.

 

Pemain berusia 23 tahun ini belum bisa tampil sesuai harapan. Dia awalnya diharapkan bisa jadi pelapis untuk trio Messi, Suarez dan Neymar (MSN).

 

Tapi karena tak kunjung memberi pengaruh, eks Valencia inipun terpaksa diparkir di bangku cadangan. Sampai saat ini, Alcacer baru mencetak 2 gol untuk Barcelona. Messi pun sudah meminta Alcacer untuk dijual saja musim depan.

 

4.Andre Gomes

Sejak awal, pembelian Andre Gomes sering dipertanyakan. Maklum, pemain yang dibeli dari Valencia dengan transfer 35 juta euro (plus 20 juta euro bonus) ini dirasakan kurang perlu.

 

Barcelona boleh disebut punya stok pemain tengah yang menumpuk. Selain dua pemain senior Andres Iniesta dan Sergio Busquets, Barcelona masih punya Arda Turan, Rafinha, Denis Suarez dan Ivan Rakitic.

 

Kehadiran Gomes seakan hanya untuk menambah-nambah persaingan di lini tengah. Seperti diberitakan media Inggris, The Sun, Messi bahkan disebutkan sudah membisiki Luis Enrique agar GomesĀ  diturunkan sebagai pemain cadangan saja.

 

Saat menang 2-1 atas Atletico, Enrique memang mencadangkan Gomes. Dia lebih memilih Rafinha untuk dimainkan di lini tengah dan terbukti Rafinha mencetak satu gol vital.

 

  1. Pedro Rodriguez

Ini memang bukan pembelian, tapi penjualan pemain. Enrique dirasakan terlalu cepat untuk membuang Pedro Rodriguez. Padahal pemain yang kini subur bersama Chelsea ini bisa dimanfaatkan.

 

Besar di era kejayaan Barcelona bersama Josep Guardiola, Pedro boleh disebut salah satu jebolan sukses dari akademi Barcelona, La Masia. Memang, Pedro seperti tersisih saat trio MSN berjaya di musim 2014/15.

 

Namun Pedro membuktikan masih tajam saat membantu Barcelona rebut Piala Super Eropa 2015 melawan Sevilla. Dia mencetak gol penentu di menit-menit akhir yang membawa Barcelona rebut treble.

 

Namun, baik Pedro dan Enrique sepertinya sudah lelah. Pedro pun sudah menemukan klub baru yang cocok, meski sempat terkatung-katung nasibnya di Chelsea saat bersama Jose Mourinho.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker