Top Skor

11 Momen Terbaik Juergen Klopp di Liverpool

 

Juergen Klopp akan kembali menghadapi Jose Mourinho di akhir pekan nanti, dimana ini bukan laga pertama buat kedua pelatih ini. Juergen Klopp sendiri memiliki catatan lebih baik ketika bertemu Mourinho. Namun bukan itu saja catatan yang membuat Klopp positif saat ini, hasil memuaskan berupa kemenangan juga terus diberikan Klopp untuk fans Liverpool.

 

 

Klopp dan Liverpool disebut-disebut punya kans untuk menjadi juara Liga Inggris musim ini. Walaupun tanpa skuad yang mahal namun Klopp berhasil membentuk tim yang solid sampai sejauh ini. Walaupun belum memuncaki klasemen, Klopp dianggap mampu untuk meraihnya. Dibawah ini kami memiliki 11 moment-moment terbaik Klopp selama menangani Liverpool.

Jurgen-Klopp-1

  1. Berlawanan dengan Mourinho

Tepat pada 8 Oktober 2015 Klopp teken kontrak berdurasi tiga tahun dengan Liverpool, menggantikan Brendan Rodgers. Di konferensi pers pertamanya, Klopp pun mendapatkan pertanyaan dari awak media seperti halnya saat Jose Mourinho datang ke Premier League, melatih Chelsea pada 2004.

 

Jika Mourinho mendeklarasikan dirinya sebagai The Special One, maka Klopp berkata bahwa dia adalah The Normal One, “saya benar-benar pria yang biasa saja, saya sang manusia biasa, jika Anda menginginkannya!” tegasnya kala itu.

  1. Menaklukan Etihad Stadium

Baru lima pekan melatih Liverpool, Klopp diprediksi masih kesulitan mencari pola bermain yang baik bagi klub. Apalagi mereka bertandang ke juara dua kali Premier League, Manchester City asuhan Manuel Pellegrini.

 

Namun siapa sangka Liverpool langsung mencetak tiga gol dalam kurun waktu 32 menit, yang hanya dapat diperkecil dari gol Sergio Aguero. Akan tetapi Martin Skrtel menutup laga dengan skor 4-1, dan menepis banyak prediksi.

  1. Kemenangan di Derby

Derby pertama berlangsung sangat manis untuk Klopp, kala menang telak 4-0 atas Everton di Anfield pada April 2016. Hasil itu berujung dengan pemecatan posisi Roberto Martinez sebagai manajer Everton.

 

Tak ada ketegangan sama sekali di derby itu, bahkan Klopp sempat tertangkap kamera tertawa bahagia melihat sepakan keras Lucas Leiva yang melambung jauh dari gawang Everton. Tawa kebahagiaan Klopp dan jajaran pelatihnya, kontras dengan Martinez dan staf kepelatihannya.

  1. Selebrasi “Berlebihan”

Musim 2015/16 melawan Norwich City, Klopp yang memang terkenal heboh dalam melakukan selebrasi gol timnya, memecahkan kacamata yang dimilikinya kala larut dalam selebrasi bersama Philippe Coutinho dan kawan-kawan.

 

Bahkan, kacamata Klopp juga nyaris pecah, saat Liverpool menang 4-3 melawan Arsenal di laga pembuka Premier League 2016/17.

  1. Ibeyyyy….

Ibe kini tak lagi bersama Liverpool dan telah bergabung dengan Bournemouth, namun hubungannya tetap baik bersama Klopp. Momen unik terjadi musim lalu pasca Liverpool memastikan tiket ke-32 Europa League.

 

Klopp berlari menghampiri pemain asal Inggris itu dan memanggilnya panjang, dengan nama “Ibeyyy”. Hal itu menunjukkan baiknya hubungan Klopp, dengan pemain yang ada di tim barunya itu.

  1. Boom !

Man City bak membalaskan kekalahan mereka di Etihad Stadium dari Liverpool, dan melakukannya di final League Cup. The Citizens mengagalkan upaya pertama Klopp, untuk meraih trofi di musim pertamanya melatih.

 

Apakah Klopp sedih? Tidak, manajer asal Jerman berusia 46 tahun itu justru membuat awak media tertawa ketika ia mengambarkan laga kontra Man City dengan kata singkat, “Boom!”.

  1. Karakter Emosional

Kerapkali Klopp tak mampu mengontrol emosinya saat mendampingi timnya beraksi, atau bahkan di konferensi pers jika timnya menuai kekalahan. Liverpool musim lalu kalah 1-2 dari Crystal Palace, dan Klopp mengutuk kekalahan itu.

 

“Saya tak bisa melupakan kekalahan sial ini dari Crystal Palace,” ucap Klopp kala itu.

 

Ternyata, sosok karismatik Klopp juga memiliki celah berupa sifatnya yang kerap emosional, dan mengumpat.

  1. Drama Comeback

Kemenangan atas Man City, Chelsea, dan Arsenal musim 2015/16 sudah jadi momen gemilang untuk Klopp. Namun tak ada yang lebih indah ketimbang melihat banyaknya gol yang tercipta dari sebuah laga.

 

Hal itu terlihat di Carrow Road, markas Norwich City kala kedua tim bentrok musim lalu. Liverpool sempat tertinggal 1-3 hingga menit 55, namun Jordan Henderson dan kawan-kawan melakukan keajaiban berbalik memimpin 4-3.

 

Sebastien Bassong sempat memunculkan harapan menjadikan skor 4-4, namun pada akhirnya Adam Lallana mencetak gol yang mengakhiri laga dengan skor 5-4.

  1. Laga Melawan Mantan Klub

Takdir mempertemukan kembali Klopp dengan klub yang pernah dilatihnya selama empat tahun di Europa League. Pada leg pertama di Jerman, laga berakhir imbang 1-1, dan di leg kedua yang berlangsung di Anfield. Laga berjalan seru.

 

Liverpool sempat tertinggal 1-3 dari Dortmund hingga menit 65, sebelum akhirnya Liverpool mencetak tiga gol hingga kedudukan berbalik 4-3. Liverpool pun lolos ke semifinal Europa League, dengan keunggulan agregat gol 5-4.

  1. Menolak berbicara

Sejak tragedi Hillsborough, media Inggris The Sun menyalahkan fans Liverpool pada April 1989, siapapun yang berasal dari Merseyside menolak untuk berbicara dengan media tersebut.

 

Klopp pun melakukan hal yang sama dan mendapat simpati dari fans, kala menolak menjawab pertanyaan dari jurnalis The Sun pada Agustus 2016. Penolakannya itu langsung menjadi pembicaraan besar di dunia maya.

  1. Mempermalukan Arsenal di Kandang Sendiri

Pekan pembuka Premier League 2016/17 langsung mempertemukan Liverpool dengan Arsenal di Emirates Stadium. Liverpool pun tidak lebih diunggulkan ketimbang The Gunners, namun fakta itu justru melecut pemain Liverpool.

 

Mereka menang 4-3 dari tim asal London Utara itu, dan kian memperderas protes fans yang menginginkan Arsene Wenger untuk mundur dari jabatan manajer Arsenal.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close