Top Skor

4 Pelatih Paling Singkat yang Berkarir di Inter Milan

Inter Milan adalah klub besar Italia yang sering dianggap menyia-nyiakan para pemainnya. Ada begitu banyak pemain-pemain hebat yang pernah mengabdi di klub ini, hanya saja kebijakan transfer manajemen membuat para pemain tersebut angkat kaki. Alhasil para pemain tersebut bersinar setelah meninggalkan Guiseppe Meazza.

 

Tidak hanya untuk kategori pemain, Inter Milan juga terkenal sering membuang para pelatih bagusnya. Ada beberapa nama pelatih yang bahkan begitu singkat berkarir di klub ini. Sepertinya Inter Milan selalu punya cara yang aneh dalam memperlakukan para pemain atau pelatihnya. Dan berikut 4 pelatih tersingkat yang berkarir di Inter Milan :

frank-de-boer
1. Frank De Boer

Frank De Boer merupakan pendahulu Stefano Pioli. Ia termasuk salah satu pelatih yang paling singkat menukangi Inter. Umur kepelatihannya tak sampai genap tiga bulan (8 Agustus – 1 November 2016).

Padahal, manajemen dan fans sempat menaruh harapan tinggi pada De Boer, terutama tatkala ia berhasil membawa Inter menumbangkan Juventus 2-1 di San Siro.

Mantan pesepak bola yang pernah membela Barcelona itu dipecat setelah membawa Inter menang lima kali dan kalah tujuh kali. Laga terakhirnya adalah kala Inter ditekuk Sampdoria 1-0 di Serie A, 30 Oktober silam.

Sejak didepak dari San Siro, sampai saat ini mantan pemain dan pelatih Ajax Amsterdam itu masih menganggur.

 

2. Rafael Benitez

Sejak ditinggal Jose Mourinho pada tahun 2010, Inter memang tak pernah lagi berjaya, baik di Italia maupun di Eropa. Mereka seakan turun kasta menjadi tim medioker yang mudah dikalahkan.

Pergantian pelatih pun berulang kali dilakukan. Tak hanya berspekulasi dengan mendatangkan pelatih muda, La Beneamata juga merekrut pelatih yang telah memiliki nama besar.

Inter pun menunjuk Rafael Benitez pada 10 Juni 2010 untuk menggantikan Mourinho. Pelatih yang pernah sukses bersama Valencia dan Liverpool itu dipilih karena dianggap setara dengan Mourinho.

Namun, apa yang terjadi justru jauh dari harapan. Benitez hanya bertahan tak lebih dari enam bulan. Ia dipecat pada 23 Desember di tahun yang sama.

Setelah meninggalkan kota Milan, Benitez kemudian sempat melatih Chelsea, Napoli, Real Madrid, sebelum akhirnya dipercaya menukangi Newcastle United. Baru-baru ini ia mampu mengantarkan Newcastle promosi ke Premier League musim depan.

 
3. Gian Piero Gasperini

Pelatih lainnya yang pernah singgah sejenak di Inter adalah Gian Piero Gasperini. Jika Frank De Boer memimpin Inter sebanyak 12 laga, Gasperini lebih parah lagi. Ia hanya bertahan lima pertandingan bersama Inter.

Kala itu, Gasperini direkrut Inter pada 24 Juni 2011 untuk menggantikan Leonardo de Araujo. Namun ia langsung dipecat setelah kalah empat kali dan seri sekali dalam lima pertandingan.

Namun, setelah itu, Gasperini menjelma salah satu pelatih yang disegani di Serie A. Ia sukses bersama Genoa selama tiga musim sebelum pindah ke Atalanta.

Musim ini ia lebih hebat lagi. Dengan hanya mengandalkan pemain muda, ia mampu membawa Atalanta berada di peringkat kelima dan menatap Liga Eropa musim depan.

 

4. Claudio Ranieri

Sebelum sukses bersama Leicester City musim lalu, Claudio Ranieri sempat melatih Inter dalam waktu yang cukup singkat. Ia ditunjuk pada 22 September 2011 dan dipecat 26 Maret 2012. Total pertandingan yang ia jalani hanya 35 pertandingan.

Singkatnya umur Ranieri di Inter termasuk salah kegagalan terburuk dalam karier kepelatihannya. Dibandingkan saat ia menukangi Fiorentina, Valencia, Parma, Atletico Madrid, Juventus, dan Roma, San Siro adalah tempat tersingkat yang ia singgahi.

Setelah dipecat oleh Inter, Ranieri kemudian melatih AS Monaco, timnas Yunani, sebelum kemudian menuju Leicester City dan sukses membawa klub itu menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button