Top Skor

5 Pelatih Hebat yang Performanya Biasa saja Saat Menjadi Pemain

Juergen Klopp merupakan salah satu pelatih hebat saat ini, namun ia bukanlah pemain hebat ketika masih aktif bermain. Berbeda dengan Zidane, Conte dan Pep Guardiola yang merupakan jantung lini tengah timnya kala bermain. Klopp membuktikan keberhasilan menjadi pelatih tidak ada hubungannya dengan performa ketika aktif menjadi pemain.

 

Menjadi pemain akan sangat membantu ketika menjadi pelatih. Namun melihat banyaknya pelatih hebat saat ini yang tidak terlalu bagus ketika menjadi pemain, membuat kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pelatih adalah sebuah ketrampilan khusus. Dan di bawah ini kami memiliki nama pelatih lainnya selain Klopp :

5. Guus Hiddink

Mantan pelatih Chelsea ini ternyata tidak memiliki karier cemerlang sebagai pesepakbola. Dia bermain dengan PSV Eindhoven selama dua musim dan tak terlalu terdengar namanya.

 

Sebagian besar karier klubnya dihabiskan bersama De Graafschap dan NEC Nijmegen. Dia juga sempat bermain di Amerika Serikat.

 

Hiddink membuktikan sekali lagi, kalau karier manajerialnya lebih cemerlang. Hal ini setelah dia sukses memenangkan enam gelar Eredivisie dan Piala FA. Saat terbaiknya sebagai pelatih adalah ketika dia membawa Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 2002.

 

4. Luiz Felipe Scolari

Mantan pelatih Chelsea lainnya yang tidak sukses sebagai pemain tapi melakukan keajaiban sebagai pelatih adalah Scolari. Sosok asal Brasil itu bermain sebagai bek semasa jadi pemain.

Dia pernah memperkuat tim seperti Casxias, Juventude, Novo Hamburgo, dan CSA. Namun gagal mengesankan. Kariernya kemudian cemerlang ketika memutuskan untuk jadi pelatih.

Waktu terbaiknya sebagai pelatih adalah saat ia memimpin Brasil di Piala Dunia 2002. Setelah itu, ia memiliki banyak prestasi, dan teranyarmembantu klub Tiongkok, Guangzhou Evergrande, memenangkan gelar liga dan juga Liga Champions Asia.

 

3. Marcello Lippi

Masyarakat Italia pasti tak asing mendegar Lippi. Tapi, hal ini lebih kepada karena posisinya sebagai pelatih.

Saat masih bermain dia tidak terlalu sukses. Lippi adalah bek tengah khas Italia yang secara teratur bermain untuk Sampdoria namun tidak pernah berhasil mencapai tim nasional.

Dia kemudian beralih ke karier kepelatihan pada usia 34. Hasilnya cukup instan dengan membantu Napoli lolos ke kompetisi UEFA di musim 1993/1994, kemudian membawa Juventus meraih lima gelar Serie A. Kontribusinya yang paling terkenal adalah membawa timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006.

 

2. Jose Mourinho

Darah sepak bola Mourinho mengalir dari sang ayah. Tapi, sayangnya dia tidak begitu  berbakat bermain si kulit bundar dan dengan cepat mengetahuinya sejak awal karier.

Dia pernah bermain untuk Rio Ave, Beleneses dan Sesimbra. Merasa tidak berkembang, Mourinh langsung memutar stir untuk menjadi pelatih.

Istimewanya, dia sukses membawa Porto juara Liga Champions di musim 2003/2004 dan langsung menjadi bintang di klub Inggris, Chelsea. Dia memenangkan treble dengan Inter Milan dan cukup berhasil di Real Madrid. Teranyar, Mourinho berhasil bawa Manchester United juara Liga Europa.

 

  1. Udo Lattek

Siapapun tidak bisa meremehkan keunggulan pelatih Jerman yang satu ini. Lattek punya karier kepelatihan yang terkenang sampai sekarang.

Akan tetapi, Lattek tidak memiliki pengalaman bermain sepak bola profesional. Tapi entah mengapa dia sangat paham betul skema soal permainan bola.

Dia memimpin Bayern Munchen meraih tiga gelar liga berturut-turut dan Piala Champions 1974. Lattek kemudian menahkodai Borussia Monchengladbach untuk meraih gelar liga berturut-turut dan Piala UEFA.

Kariernya di Barcelona juga berbuah cukup indah. Ia memenangkan Piala Winners dan Piala Liga Spanyol bersama mereka sebelum kembali ke Bayern. Di sini dia membantu tim meraih tiga gelar liga lagi.

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button