Top Skor

5 Pengkhianat Terbesar yang Paling Diingat di Sepakbola

Melihat gesitnya perburuan pemain di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir, membuat banyak pemain yang sering berkhianat untuk pindah ke klub rival. Tuntutan kenaikan pendapatan dan kesempatan untuk memperoleh banyak tropi menjadi alasan tersendiri buat pesepakbola yang memutuskan pindah.

 

Ada juga pemain yang memutuskan pindah ke klub rival hanya untuk menjadi pemain terbaik di dunia karena besarnya kesempatan di klub rival untuk meraihnya. Hal ini bisa dilihat karena klub rival memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. dan berikut 5 pengkhianat yang paling diingat sepanjang sejarah :

1. Cesc Fabregas
Sama seperti Cole, Cesc Fabregas bikin fans Arsenal geram bukan kepayang saat memutuskan perkuat Chelsea. Apalagi, dia merupakan mantan kapten Meriam London.

Saat memperkuat Arsenal, dia memainkan lebih dari 200 pertandingan selama delapan tahun masa jabatannya. Setelah tampil mengesankan, Barca datang dan Fabregas meninggalkan klub.

Namun, hal-hal tidak sesuai dengan rencana kala pemain asal Spanyol itu gagal di Nou Camp dan kembali ke Inggris. Bukan untuk Arsenal, melainkan klub sekotanya, Chelsea. Waktunya di Chelsea juga mengesankan saat ia memenangkan gelar dua gelar Liga Inggris.

 

2. Robin van Persie
Pemain asal Belanda ini menghabiskan delapan tahun di Emirates. Dia memainkan lebih dari 190 pertandingan untuk pasukan Arsene Wenger dan mencetak 96 gol.

Musim terbaik Van Persie untuk The Gunners datang pada 2011. Namun, dia secara mengejutkan memutuskan untuk bergabung dengan saingan berat Arsenal, Manchester United pada 2012.

Bersama Red Devils, Van Persie berhasil memenangkan gelar liga di musim pertamanya. Dia juga merupakan inti kesuksesan United di musim tersebut dengan mencetak 30 gol. Dia semakin menyebalkan fans Arsenal setelah merayakan gol melawan mantan klubnya pada 2013.

 
3. Mo Johnston
Nama Mo Johnston sempat menggegerkan sepak bola Skotlandia. Hal ini saat ia memutuskan bergabung dengan Rangers meski bermain untuk Celtic. Langkah itu sendiri dianggap sebagai dosa besar di Skotlandia.

Pada akhir 80-an, Mo Johnston bergabung dengan Rangers meski telah menghabiskan tiga musim di Celtic. Kedatangan Johnston juga mengejutkan karena terjadi secara diam-diam tanpa sepengetahuan Celtic.

Apalagi, Johnston sempat mencetak gol kemenangan menit terakhir melawan Celtic dalam pertandingan derbi. Namanya sampai saat ini masih sangat dibenci oleh fans Celtic.

 
4. Sol Campbell
Sol Campbell dianggap sebagai pengkhianat terbesar untuk bek Inggris. Setelah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Tottenham Hotspurs, Campbell memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal.

Bahkan, kepindahannya itu kontroversial setelah dia menolak menandatangani perpanjangan kontrak dengan Spurs. Langkahnya membuat marah fans Spurs yang mencemooh Campbell setiap kali ia mengunjungi White Hart Lane.

Terlebih, Campbell jadi bagian dari tim Invicible Arsenal yang memenangkan gelar liga pada 2004. Hal ini jelas bikin fans Spurs geram mengingat Campbell adalah pemain binaan asli akademi Tottenham.

 

5. Luis Figo
Nama Figo mungkin menjadi yang paling disorot pada era 90-an karena melakukan pengkhiantan paling besar. Pasalnya Figo sama-sama pernah membela Barcelona dan Madrid selama lima tahun.

Figo merupakan pujaan di Camp Nou sejak bergabung tahun 2000-an. Dia menyumbang tujuh gelar dan mencetak 45 gol dari 249 laga.

Namun, tiba-tiba Figo pindah ke Madrid tahun 2000, sekaligus menjadikannya pemain termahal di dunia saat itu. Figo pun menjadi sasaran fans Blaugrana ketika laga El Clasico berlangsung di Camp Nou. Ia dilempari koin, bola golf, hingga kepala babi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close