Top Skor

3 Peraih Golden Boy yang Sudah Tidak Bersinar Lagi

 

Kylan Mbappe berhasil nerebur golden boy 2017. Golden boy adalah penganugerahan yang diberikan buat para pemain muda terbaik di dunia.

Penghargaan yang diberikan FIFA ini memenangkan Mbappe karena penampilan memukaunya di Monaco.

Mbappe sendiri berhasil mengemas 26 gol dan 14 assist dari 44 laga yang ia mainkan musim lalu.

 

Sebelum Mbappe pemain Perancis lainnya yang pernah meraihnya dan merupakan rekan setimnas Mbappe adalah Pogba dan Martial.

Dan dibawah ini kami memiliki 3 nama peraih golden boy yang justru redup karirnya sampai dengan saat ini.

Siapa sajakah ketiga orang tersebut, berikut daftarnya dan nasib karirnya sejauh ini :

 

1. Anderson (2008)

Anderson sempat dianggap sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepak bola Brasil. Karier profesionalnya dimulai bersama Gremio, lalu berlanjut ke Porto pada musim panas 2006.

Manchester United (MU) tertarik meminangnya dari Porto dengan biaya yang cukup mahal pada musim panas 2007, yakni 31,5 juta euro. Di musim perdana, ia sudah mampu membuat namanya dielu-elukan fans Setan Merah.

Momen itu didapat di final Liga Champions 2007/2008 melawan Chelsea. Alex Ferguson baru memasukannya di menit ke-120+5 jelang adu penalti. Ternyata, keputusan itu terbukti jitu. Anderson menjadi salah satu penendang sukses yang membawa MU menang 6-5 atas Chelsea dalam babak tos-tosan.

Karena alasan itulah Anderson mendapatkan penghargaan Golden Boy. Sayang, kariernya bersama MU tak berjalan mulus. Sulit mendapatkan tempat, ia pun dipinjamkan ke Fiorentina sebelum akhirnya dilepas ke Internacional.

Saat ini Anderson tengah menjalani kariernya bersama Coritiba, salah satu klub Brasil. Hal itu sangat disayangkan mengingat Anderson kini masih berusia 29 tahun.

2. Alexandre Pato (2009)

Dengan bakatnya, Pato sempat digadang-gadang akan menjadi pemain terbaik di dunia. Kariernya melonjak usai dibeli AC Milan dari Internacional pada musim panas 2007 dengan biaya 22 juta euro.

Dalam empat musim beruntun hingga 2010/2011, namanya terus menjadi perbincangan. Bersama Milan, ia mampu mengemas 57 gol dalam empat musim tersebut. Tak heran jika ia dinobatkan sebagai peraih Golden Boy 2009.

Sayang, memasuki musim 2011/2012, ia mulai mengalami penurunan drastis. Sejak itu, penampilannya mulai inkonsisten. Milan pun melepasnya ke Corinthians pada musim dingin 2013.

Sial bagi Corinthians, kontribusi Pato terbilang minim di sana. Sempat kembali menemukan ketajamannya kala dipinjamkan ke Sao Paolo, ia justru terpuruk kala singgah di Chelsea. Selanjutnya, ia dijual ke Villarreal hingga akhirnya dibeli klub Tiongkok, Tianjin Quan pada Februari 2017.

3. Mario Balotelli

Banyak yang memuji Inter Milan saat mereka mencium bakat Balotelli kala masih memperkuat Lumezzane pada 2007. Di musim perdana, ia sudah memukau publik dengan kemampuannya sebagai seorang penyerang.

Saat itu, ia mampu mengemas tujuh gol dari 15 pertandingan. Kemampuannya terus meningkat hingga musim 2009/2010, bahkan saat ia dibeli Manchester City pada musim panas 2010. Tak heran jika ia diberikan penghargaan Golden Boy 2010.

Sayang, kehebatannya tertutup dengan perangainya yang buruk. Ia kerap terlibat insiden kontroversi di dalam dan di luar lapangan. Liverpool pun menjadi klub yang paling sial karena tak menikmati kontribusinya usai dibeli dari AC Milan pada musim panas 2014.

Sempat dipinjamkan kembali ke Milan dan tak bersinar, ia pun dijual Liverpool ke Nice pada musim panas 2016 dengan status bebas transfer. Kini, ia mulai kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. Selama berkostum Nice, sudah 25 gol yang dikemas dari 39 laga.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close