Top Skor

5 Alasan Chelsea Bisa Gagal Juara di Musim 2016/17

Chelsea sepertinya kokoh di puncak klasemen Liga Inggris musim ini, kemenangan demi kemenangan terus diraih dalam beberapa laga terakhir. Tadi subuh tim asuhan Conte ini kembali menang atas Manchester City yang juga kandidat juara. Kemenangan 2-1 tersebut membuat Chelsea kembali percaya diri setelah sebelumnya takluk dari Crystal Palace.

 

Namun melihat jadwal yang ketat karena harus melawan tim-tim hebat lainnya seperti Manchester United, Tottenham Hotspurs dan Everton, banyak prediksi meragukan Chelsea. Ditambah ada West Bromich Albion yang kerap mempersulit tim-tim besar. Dan berikut 5 alasan Chelsea bisa saja terpeleset dari kemungkinan juara :

diego costa

  1. Sosok Pemimpin

John Terry dikenal sebagai salah satu sosok paling senior yang ada di skuat Chelsea saat ini. Bergabung bersama akademi klub di tahun 1995, ia kemudian sukses masuk ke dalam skuat utama The Blues di tahun 1998.

 

Kualitas Terry di lapangan sepertinya tak perlu dipertanyakan, sejak manjabat sebagai kapten tim di musim 2003/04  setelah Marcel Desailly gantung sepatu, pemain asal Inggris ini menjadi sosok vital di balik keberhasilan timnya memenangkan berbagai gelar bergengsi.

 

Kini di musim 2016/17, Terry memang tak lagi menjadi pilihan utama Antonio Conte, dirinya yang kerap dibekap cedera membuat ia harus rela memulai laga dari bangku cadangan.

 

Hal ini dapat menjadi faktor yang membuat Chelsea gagal mewujudkan target memenangkan titel juara Premier League, karena sepertyinya belum ada pemain yang mampu memimpin rekan-rekan setimnya seperti apa yang dilakukan Terry selama hampir 14 tahun menjabat sebagai kapten tim.

  1. David Luiz

Di musim 2016.17, David Luiz memang menjadi pemain yang cukup diandalkan di lini pertahanan Chelsea. Bersama Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta, ia sukses membuat lawan kesulitan untuk menembus lini pertahanan timnya.

 

Meskipun Chelsea kini nyaman di puncak klasemen dengan raihan 69 poin, namun pemain asal Brasil itu kerap melakukan kesalahan mendasar yang terkadang merugikan timnya. Terakhir, ketidaksigapan Luiz menjaga lini pertahanan membuat Chelsea harus dikalahkan Crystal Palace.

 

Sepertinya Luiz harus segera memperbaiki performanya dan lebih disipilin dalam menjaga lini pertahanan timnya, karena jika tidak, bukan tak mungkin gelar juara yang sudah di depan mata bisa hilang begitu saja.

  1. Diego Costa

Diego Costa memang menjadi sosok striker tajam sejak dirinya mulai bergabung bersama Chelsea di bursa transfer musim panas 2014. Hingga musim 2016/17, ia sudah bermain di 109 laga dan mencetak 55 gol.

 

Di musim 2016/17, Costa pun menjadi pemain yang sangat diandalkan oleh Antonio Conte, hingga pekan ke-30 Premier League, pemain asal Spanyol itu sudah bermain di 27 pertandingan, mencetak 17 gol dan menorehkan lima assist.

 

Namun satu hal yang menjadi kekurangan Diego Costa adalah dirinya yang sangat sulit meredam emosi dan mudah terprovokasi pemain lawan saat berada di lapangan. Akibat hal ini, ia pun kerap mendapat kartu kuning dari wasit pemimpin pertandingan.

 

Jika Costa tak bisa mengubah sifatnya ini, bukan tak mungkin Chelsea akan gagal mewujudkan target juara mereka di musim 2016/17.

  1. Tottenham Hotspur

Musim 2016/17 sepertinya juga menjadi musim yang baik bagi salah satu rival Chelsea, Tottenham Hotspur. Mereka sukses menampilkan performa terbaik dan terus menempel Chelsea di posisi kedua.

 

Saat Chelsea secara mengejutkan dikalahkan Crystal Palace pada pekan ke-30 Premier League, skuat asuhan Mauricio Pochettino itu sukses meraih kemenangan kala bermain melawan Burnley. Berkat raihan tiga poin tersebut, The Lilywhites pun sukses memperpendek jarak dengan Chelsea menjadi tujuh poin.

 

Sepertinya di sembilan laga sisa saat ini, Chelsea tak boleh lagi kehilangan poin jika mereka masih ingin menjadi juara di akhir musim 2016/17.

  1. Strategi yang Sudah Mulai Terbaca Lawan

Salah satu faktor utama yang membuat Chelsea begitu tampil superior di musim 2016/17 adalah strategi dan taktik yang diterapkan oleh manajer mereka, Antonio Conte. Seperti diketahui, mereka memang menggunakan formasi 3-4-3.

 

Hasilnya memang langsung terbukti, The Blues terus meraih kemenangan dan semakin dekat dengan titel juara Premier League. Namun sepertinya strategi yang diusung Conte kini sudah mulai terbaca oleh tim lawan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button