Top Skor

5 Fakta Pemain Muslim Terbaik di Dunia Mesut Ozil

Ada begitu banyak pesepakbola Muslim yang bermain di liga top Eropa. Contohnya saja Karim Benzema, Yaya Toure atau Frank Ribery. Seperti kita ketahui bersama, ketiga pemain tadi adalah pemain-pemain terbaik yang beragama muslim di Eropa. Namun kita tidak bisa mengesampingkan nama lainnya seperti Mesut Ozil. Sang pemain bermata elang ini merupakan pemain timnas Jerman yang bermain untuk Arsenal.

Kalau kita melihat prestasi klub, Benzema mungkin lebih baik dari Ozil. Atau kalu kita lihat dari prestasi individu, Ribery yang sempat menjadi finalis ballon d’or pastilah lebih baik dari Ozil. Begitu juga Yaya Toure yang bergelimang prestasi dan piala untuk klubnya. Namun Ozil sangat dikenal keindahan bermainnya, sehingga bukan hanya kaum hawa saja yang ingin melihatnya, namun para lelaki yang mencintai skill visionernya. Dan berikut kami tampilkan 5 fakta menarik Mesut Ozil yang penting untuk anda ketahui :
ozil pixel


1. Dia Merupakan Pemain Paling Kreatif di Sepakbola Eropa

Berdasarkan dari situs resmi Ozil, pemain 24 tahun itu telah memainkan 353 pertandingan resmi baik untuk klub, maupun Timnas Jerman. Sisi menariknya adalah, Ozil telah membuat 12.647 passing (85 persen sukses), mencetak 59 gol dan yang paling penting dia menciptakan 122 assist.


2. Teknik Bola yang Indah

Para pencita sepakbola Eropa bisa membuktikan fakta bahwa Mesut Ozil merupakan pemain yang menarik untuk ditonton di lapangan. Terlepas dari bayang-bayang Cristiano Ronaldo, Ozil sering memamerkan kualitasnya secara konsisten dengan penguasaan bola yang baik. Visi ‘mata elang’ dan gol-gol yang dicetak berguna dari waktu ke waktu.

Ozil juga menjadi ancaman bagi penjaga gawang lawan, karena memiliki tendangan jarak jauh yang akurat. Bahkan, secara luas banyak pengamat sepakbola bahwa dia sekarang ini sering dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi, Zinedine Zidane, dan Luis Figo.

3. Memiliki Darah Turki

Anda mungkin enggak perlu berbicara atau belajar bahasa Jerman untuk mengetahui kalau Mesut Ozil bukan nama asli bangsa itu. Dia adalah generasi ketiga Turki-Jerman yang merupakan keturunan kurdi. Ozil lahir di kota pertambangan Ruhr, Gelsenkirchen di mana dia menghabiskan masa kecilnya di Schalke 04.

Ayah Ozil bernama Mustafa Ozil, pindah ke Jerman pada saat berusia dua tahun dan nenek moyangnya berasal dari sebuah kota di Utara Turki yang disebut Derek. Uniknya kota ini bercuaca dingin selama musim panas, dan memilki cuaca hangat di saat memasuki musim dingin.

4.Sempat Dijuluki “der Neue Diego”

Diego Ribas da Cunha adalah gelandang serang Brasil yang sempat menghujani jendela transfer dengan dikaitkan beberapa klub besar Eropa, sebelum akhirnya kini menetap di VFL Wolfsburg.

Mendarat di Eropa, Diego memilih FC Porto, sebagai suksesor Deco yang hengkang ke Barcelona. Kemudian Diego bergabung bersama Werder Bremen dan membantu klubnya meraih DFB Pokal pada musim 2009. Setelah bermain apik, dia kemudian pergi ke Juventus, namun sayang dia meredup bersama Nyonya Tua.

Sementara Mesut Ozil tiba di Bremen dan akrab dipanggil “der Neue Diego” (Diego Berikutnya). Seperti Diego, Ozil diprioritaskan bermain di belakang stiker. Ozil pun mengukir namanya dengan mencetak gol untuk kemenangan Bremen menjuarai DFB Pokal dan membantu membawa Bremen tampil di Final Piala UEFA.


5. Roda Penggerak di Timnas Jerman

Meski berdarah Turki, namun Ozil lebih memilih untuk memperkuat Timnas Jerman Senior dan melakukan debutnya pada Februari 2009. Di Piala Dunia 2010 penampilannya sangat menonjol di fase grup, hingga membawa Tim Panser mencapai peringkat ketiga, usai mengalahkan Uruguay.

Penampilan apik Ozil berlanjut ke kualifikasi Euro 2012, dia menciptakan tujuh assist untuk rekan setimnya, yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain paling kreatif selama kualifikasi. Dengan segala pencapaiannya di Timnas Jerman, Ozil layak dijadikan roda penggerak yang akan mengancam tim lawan di Piala Dunia 2014.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close