Top Skor

5 Klub Tak Terkenal yang Pernah Menjadi Juara Liga Champions

Liga Champions menjadi kompetisi paling prestisius yang diikuti klub-klub Eropa setiap tahunnya.

Kompetisi menjadi semakin menarik karena klub yang berhasil menjadi juaranya, tidaklah melulu tentang klub besar.

Di sepanjang sejarahny setidaknya ada 5 klub yang kurang terkenal namun berhasil menjadi juara.

Klub mana sajakah itu, berikut daftarnya :

1. Nothingham Forest

Apakah para penggemar sepak bola Indonesia asing dengan nama klub Nothingham Forest?

Untuk sebagian para fans sepakbola kemungkinan baru mendengar klub ini.

Orang awam tentang sepakbola pasti terkaget-kaget bahwa klub ini pernah menjuarai Liga Champions.

Saat ini, klub Nothingham Forest berada di Liga Divisi Championship atau biasa dikenal dengan Liga Kasta kedua di Premier League.

Namun, siapa sangka klub Nothingham Forest pernah menjadi penguasa di Benua Eropa.

Bahkan, fakta yang lebih mengejutkan bahwa klub Nothingham Forest pernah meraih gelar European Cup (UCL) pada periode 1979 dan 1980 secara berturut-turut.

Diketahui bahwa trofi yang mereka raih lantaran kejeniusan dari sang manajer Nothingham Forest, Brian Clough yang mampu meracik pemainnya dengan baik.

Sang manajer dipuji karena awalnya, klub Nothingham ini dari tim promosi menjadi salah satu klub paling ditakuti di kancah Eropa.

Mereka bahkan mampu bersaing dengan klub raksasa Liga Premier Inggris pada saat itu.

Tak hanya trofi si Kuping Besar, Nothingham Forest diketahui menjadi klub yang paling disegani di negara Inggris usai mereka mampu mengandaskan Malmoe FC dan menundukkan Hamburg SV pada musim selanjutnya.


2. Hamburg SV

Sering dianggap sebelah mata, namun siapa sangka klub Hamburg SV pernah menjadi juara Liga Champions Eropa pada musim 1982-1983.

Klub Hamburg SV memang tidak terlalu terkenal seperti Borussia Dortmund atau Bayern Munchen, namun kualitas mereka pada saat itu sangat diakui klub yang berada di Benua Eropa.

Awal kisah cemerlang dari Hamburg SV terjadi pada saat 25 Mei 1983.

Pada partai final Liga Champions Eropa, klub asal Bundesliga tersebut ditantang oleh salah satu klub raksasa Italia, Juventus.

Hamburg SV berhasil menundukkan mimpi I Bianconeri dengan skor tipis 1-0.

Pertandingan yang dilaksanakan di Olympique Stadium, Athena, Yunani tersebut dicetak oleh Felix Magath.

Akhirnya, Hamburg SV berhasil mengangkat trofi si Kuping Besar.

Usai sukses merebut gelar European Cup (Liga Champions), klub Hamburg SV juga meraih duo trofi untuk pertama kali dalam sejarah klub Bundesliga tersebut.

Diketahui pada musim yang sama, Hamburg SV berhasil menorehkan trofi Bundesliga.

Akan tetapi, dua gelar itu menjadi yang terakhir untuk pencapaian Hamburg SV sampai saat ini.

Setelah itu, performa dari HSV terus menurun dan merosot. Pada tahun 2005, HSV berhasil meraih gelar UEFA Intertoto.


3. Aston Villa

Salah satu mantan pesaing Liga Premier Inggris, Aston Villa pernah menjadi klub yang ditakuti oleh beberapa klub raksasa Eropa lantaran pernah mencatatkan namanya di Liga Champions.

Pada laga puncak Liga Champions Eropa, Aston Villa ditantang oleh salah satu klub raksasa Bundesliga, Bayern Munchen dalam laga yang digelar di Stadion de Kuip, Roterdam.

Diketahui bahwa sebelum melaju ke babak final, Bayern Munchen berhasil menundukkan CSKA September Flag.

Sementara, Aston Villa merupakan klub yang tidak diunggulkan untuk meraih trofi Liga Champions.

Pada saat itu, Bayern Munchen memiliki para pemain bintang seperti Karl Heinz-Rumminigge dan Paul Breitner.

Klub mereka digadang-gadang akan meraih trofi bergengsi di Benua Eropa.

Akhirnya, Aston Villa dan FC Bayern Munchen dipertemukan pada tanggal 26 Mei 1982.

Pertandingan yang baru berjalan 9 menit, The Villans -julukan Aston Villa- harus kehilangan penjaga gawangnya, Jimmy Rimmer lantaran cedera leher.

Saat itu, Rimmer ditarik keluar dan digantikan oleh Nigel Spink. Diketahui bahwa Spink merupakan salah satu lulusan akademi Aston Villa.

Akan tetapi, dirinya langsung diberi kesempatan untuk bermain prestis sekelas Final Liga Champions Eropa.

Kendati terbilang masih pemula, kesempatan emas tersebut tak disia-siakan oleh kiper yang masih berumur 23 tahun tersebut. Spink terbilang tampil cukup mengesankan pada awal babak pertama dan sering melakukan penyelamatan yang gemilang.

FC Bayern Munchen cukup kesulitan untuk tampil menyerang dan akhirnya pada babak pertama skor bertahan 0-0.

Klub raksasa Bundesliga itu tampak menguasai lapangan dan tampil menyerang di babak kedua.

Akan tetapi, penampilan apik dari lulusan akademi Aston Villa itu berhasil menggagalkan peluang emas dari pemain bintang Bayern Munchen.

Karena terlalu sering menyerang, FC Bayern Munchen lupa untuk menjaga lini pertahanan. Alhasil, gol mengejutkan datang dari striker Aston Villa, Peter White tepatnya pada menit ke-67.

Aston Villa berhasil mempertahankan keunggulannya hingga peluit babak kedua selesai.

Aston Villa akhirnya mencatatkan sejarah di Stadion de Kuip untuk pertama kalinya sebagai klub terbaik di Benua Eropa saat itu.

Yang lebih istimewa lagi, The Villans melakukannya pada musim pertama tampil di kompetisi Liga Champions Eropa.

Trofi Liga Champions itu menjadi torehan paling istimewa dari Aston Villa.

The Villans mendapatkan trofi si Kuping besar dan menjadi satu-satunya sepanjang sejarah dalam klub mereka.

Namun nahas, lima musim kemudian, klub Aston Villa harus rela terdegradasi dari Liga Premier Inggirs.

Dalam perjalanan klub selanjutnya, Aston Villa belum pernah melakukan kejutan lagi. Saat ini, masa telah berganti.

Masa kejayaan dari The Villans tinggal sejarah yang harus dikenang oleh para fans dan publik sepakbola dunia.


4. Steaua Bucharest

Para penggemar sepakbola yang lahir di era 90-an kemungkinan masih sangat asing dengan salah satu klub asal Rumania, Steaua Bucharest.

Perlu diketahui bahwa Steaua Bucharest pernah mencatatkan sejarah dengan menjadi juara Liga Champions yang dulunya masih bernama European Cup tepatnya pada musim 1985-1986.

Pada saat partai puncak, Steaua Bucharest ditakdirkan untuk bertemu dengan salah satu klub raksasa La Liga Spanyol, Barceloa di Stadion Pijzuan, Sevilla, Spanyol.

Pada laga tersebut, lini belakang Barcelona diberikan perlawanan yang cukup merepotkan dari para pemain Steaua Bucharest.

Lantaran pertandingan yang cukup sengit, Barcelona terpaksa ditahan imbang oleh klub Steaua Bucharest dengan skor 0-0.

Wasit memberikan isyarat dengan meniup peluit babak pertandingan kedua telah selesai.

Pada saat itu, Steaua Bucharest memiliki kiper dengan talenta luar biasa yang bernama Helmuth Duckadam.

Ia menjadi super hero bagi klub Steaua Bucharest lantaran berhasil menggagalkan tendangan 4 algojo yang telah disiapkan Barcelona.

Steaua Bucharest pun sukses menjadi jawara dalam ajang paling bergengsi di Benua Eropa itu dengan skor meyakinkan 2-0.

Namun nahas, takdir mereka pun sama dengan tim Aston Villa lantaran itu merupakan trofi terakhir mereka dikarenakan hingga sejauh ini mereka belum mampu merebut gelar itu lagi.


5. Red Star Belgrade

Red Star Belgrade merupakan klub sepakbola asal ibukota Yugoslavia. Mereka memang bukanlah sebuah tim sepakbola yang minim prestasi.

Klub sepakbola yang berdiri pada tahun 1945 itu, telah menyabet banyak gelar baik liga domestik maupun kancah eropa.

Adapun gelar yang berhasil diraih Red Star Belgrade diantaranya 18 gelar Liga Yugoslavia (sewaktu serbia, Montenegro, dan Kroasia masih bersatu) : 1951, 1953, 1956, 1957, 1959, 1960, 1964, 1968, 1969, 1970, 1973, 1977, 1980, 1981, 1984, 1988, 1990, dan 1991.

Tidak hanya itu mereka juga berhasil menyabet tujuh gelar Liga Serbia Montenegro : 1992, 1995, 2000, 2001, 2004, 2006, dan 2013 dan merebut 1 piala Liga Champions tahun 1991, 1 Piala Interkontinental tahun 1991.

Adapun gelar lokal lain yang diraih oleh Redstar diantaranya 12 gelar Piala Liga yugoslavia : 1948, 1949, 1950, 1958, 1959, 1964, 1968, 1970, 1971, 1982, 1985, dan 1990 dan 9 Piala serbia montenegro : 1993, 1995, 1996, 1997, 1999, 2000, 2002, 2004 dan 2006.

Dari banyaknya gelar yang telah diraih oleh Red Star Belgrade, ini menunjukkan bahwa mereka adalah klub digdaya sejak masa lalu hingga saat ini.

Saat ini kejayaan mereka ditemani oleh tim sekotanya, Partizan Belgrade yang telah memegang rekor juara Liga sebanyak 25 gelar.

Redstar Belgrade telah mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya klub asal negara-negara Serbia yang mampu menjadi juara Liga Champions pada tahun 1991.

Pada tahun yang sama, Redstar Belgrade berhasil meraih trofi treble winnernya.

Redstar Belgrade dinobatkan sebagai klub tersukses di antara klub-klub sepakbola pecahan Yugoslavia.

Sumber : vivagoal.com (Fachrizal wicaksono, 2 Desember 2019)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close