Top Skor

5 Lulusan Terbaik Akademi Arsenal

Arsenal akan terus berterimakasih kepada sosok Arsene Wenger.

Pelatih asal Perancis tersebut telah mencatatkan namanya di buku sejarah Arsenal karena keberhasilannya membuat Arsenal menjadi klub besar dengan identitas kualitas.

Satu hal lagi yang tidak bisa dilupakan dari Wenger adalah bagaimana ia mampu mencetak bintang dan tidak membeli bintang.

Ada begitu banyak pemain yang tidak dikenal akhirnya bekerjasama dengannya dan dibuatnya menjadi seorang bintang.

Tidak terkecuali dengan pemain dari akademi Arsenal sendiri.

Di bawah ini kami memiliki 5 lulusan terbaik dari akademi Arsenal, diantaranya :

5. Serge Gnabry

Mungkin sedikit terlalu dini dalam karier Serge Gnabry untuk mendapatkan tempat dalam daftar ini.

Tetapi ia jelas layak disebut terhormat. Pemain berpaspor Jerman saat ini membintangi Bayern Munich dan baru-baru ini mencetak empat gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Tottenham Hotspur.

Gnabry bergabung bersama The Gunners pada 2011 di usia 16 tahun setelah pertama kali menandatangani kontrak dengan klub Liga Jerman, VfB Stuttgart, di mana Arsenal membayar sekira 100 ribu poundsterling untuk membawanya ke Emirates.

Tidak butuh waktu lama bagi sang striker untuk memberi dampak.

Pada musim 2012-2013, ia melakukan debut pertamanya bersama tim utama.

Ia menjadi debutan termuda kedua Arsenal di Liga Inggris setelah Jack Wilshere.

Kiprah apiknya cukup memukau. Tetapi cedera pada 2014-2015 menjadi bencana.

Ia dipinjamkan ke West Bromwich Albion pada musim berikutnya dan melanjutkan perjalanan ke Jerman.

Kini setelah hampir empat tahun berlalu, mungkin bisa menjadi cambuk bagi Arsenal jika mereka mungkin menyesal membiarkannya pergi.


4. Hector Bellerin

Seperti pemain lain yang muncul dalam daftar ini, Hector Bellerin juga sebenarnya memulai karier di Spanyol.

Ia memulai sebagian kariernya dari akademi La Masia Barcelona.

Bek sayap itu menandatangani kontrak dengan Blagurana pada usia delapan tahun.

Tetapi pada 2011, saat usianya 16 tahun, ia pindah ke Arsenal dengan menjalani karier di skuad muda dan mendantangani kontrak profesional pertamanya pada 2012.

Bellerin kemudian melakukan debutnya di tim utama untuk The Gunners pada awal musim 2013-2014.

Meski sempat dipinjamkan ke Watford, tetapi hal itu tak bertahan lama.

Setelah delapan pertandingan, ia kembali ke Emirates tetapi gagal membuat penampilan lebih lanjut sebelum musim berakhir.

Pada musim 2014-2015, performa Bellerin benar-benar luara biasa.

Bek kanan itu menjaid starter reguler Arsenal dan bermain dalam 28 pertandingan di sepanjang musim.

Tahun-tahun berikutnya, Bellerin selalu menjadi andalan.

Akan tetapi cedera pada Januari 2019 membuat perkembangannya terhenti.

Namun, kini ia sudah kembali ke kekuatan penuh dan ia diprediksi akan membintangi Arsenal selama bertahun-tahun.


3. Wojciech Szczesny

Szczesny saat ini dinilai sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Sulit dipercaya bahwa Arsenal membiarkannya pergi pada musim panas 2017 mengingat potensinya yang luar biasa.

Ia ditandatangani akademi Arsenal pada usia 16 tahun dan masuk ke tim senior pada musi 2009-2010.

Pada awal 2011, kiper berpaspor Polandia itu telah menjadi kiper pilihan utama Arsenal.

Awalnya ia tampil sebagai kiper utama karena Lukasz Fabianski dan Manuel Alumnia mengalami cedera.

Walau sebagai kiper pengganti, Szczesny memiliki penampilan memukau. Pada musim 2011-2012 ia menjadi bintang utama Arsenal di Liga Inggris.

Pada musim panas 2015, Arsenal menandatangani kiper veteran Petr Cech. Sementara Szczesny dikirim dengan status pinjaman ke AS Roma.

Setelah melakoni masa peminjaman yang apik, Arsenal justru tak membawanya pulang. Ia justru dilepaskan ke Juventus dengan biaya kecil.

Sayangnya, ini adalah kesekian kalinya bagi Arsenal yang tidak sabar untuk mengelola lulusan akademi mereka.

Sekarang ia telah matang dan Szczesny bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi posisi penjaga gawang utama Arsenal.


2. Cesc Fabregas

Secara teknis, Fabregas juga dapat digolongkan sebagai produk akademi La Masia Barcelona. Ia memulai karier di Barcelona sejak usia 10 tahun.

Tetapi, ia mendapat banyak didikan di Arsenal saat ia pindah ke klub pada usia 15 tahun.

Bahkan pada usia 16 tahun, ia berhasil membobol tim senior Arsenal.

Fabregas terkenal menjadi pemain termuda Arsenal ketika memulai debutnya bersama The Gunners.

Meski butuh beberapa waktu untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, tetapi ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Liga Inggris.

Pada 2011, ia kembali ke Barcelona dan mengalami kesuksesan serta memenangkan gelar Liga Spanyol pada musim 2012-2013.

Tiga musim kemudian, ia kembali ke Inggris. Tetapi bukan ke Arsenal, ia justru berpaling ke Chelsea.

Hal tersebut membuat para penggemar Arsenal menjadi marah.

Meski begitu, Fabregas mampu membuktikan diri dengan menunjukkan prestasi memenangkan dua gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan Liga Eropa bersama The Blues. Pada Januari 2019 ia pun pindah ke AS Monaco.

Terlepas dari bagaimana perasaan penggemar Arsenal tentang dirinya saat ini, tetapi tidak ada yang membantah bahwa maestro lini tengah Spanyol adalah salah satu produk terbaik dari akademi Arsenal.


1. Ashley Cole

Hampir sulit untuk memtuskan apakah Cole atau Fabregas yang menempati posisi pertama.

Tetapi Cole akhirnya layak mendapatkan tempat teratas sebagai produk terbaik dari akademi Arsenal.

Sebagai penggemar Arsenal sejak kecil, Cole menandatangani kontrak dengan The Gunners pada usia 17 tahun. Setahun kemudian ia melakukan debut.

Hanya setelah dua bulan dari debutnya, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya di klub.

Perjalanan panjang dilalui Cole hingga menjadi pemain penting bagi Arsenal.

Ia adalah komponen utama dalam tim Arsene Wenger yang begitu terkenal pada 2003-2004.

Ia juga membuktikan dirinya sebagai bek kiri utama Inggris dalam proses tersebut.

Pada musim panas 2005, Cole diakui secara luas sebagai bek kiri terbaik di dunia.

Tetapi yang sangat disesalkan para penggemar Arsenal bahwa klub tidak memberikan pengakuan yang cukup terhadap bakatnya.

Pada musim panas 2006 ia pindah ke rival London yakni Chelsea. Kemudian ia pun mendapatkan julukan Cashley dari para penggemar Arsenal yang marah karena pindah ke Chelsea perkara uang.

Setelah pindah ke Chelseai, ia menjadi pemian andalan.

Pada saat memutuskan pensiun, Cole telah mengumpulkan hampir 600 penampilan di Liga Inggris.

Ia mungkin tetap tidak disukai penggemar Arsenal, tetapi sulit untuk menyangkal bahwa Ahsley Cole adalah produk terbaik dari akademi Arsenal.

Sumber : okezone.com (Bagas Abdiel, 8 Januari 2020)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close