Top Skor

5 Pemain Belakang yang Dianggap Mampu Mengatasi Pergerekan Ronaldo

Cristiano Ronaldo sepertinya sudah tidak segarang dulu, hal ini sedikit banyak dikarenakan usianya yang sudah menginjak kepala tiga. Saat ini Ronaldo jarang sekali mencetak hattrick seperti yang pernah ia lakukan di usia produktifnya. Hal ini bisa kita lihat dari daftar top skor liga champions maupun la liga, dimana kita tidak menemukan Ronaldo di puncak daftar tersebut.

 

 

Berbicara perjalalan karir Ronaldo baik di usia produktif maupun saat ini, ada beberapa nama pemain belakang yang sulit untuk ditaklukan Ronaldo. Tidak hanya ketika membela klub namun juga pada saat membela timnas. Pergerakan Ronaldo sangat bisa diantisipasi dan bahkan tidak jarang kita melihat Ronaldo putus asa ketika menghadapi bek-bek ini, diantaranya :

cole

  1. Sergio Ramos dan Alvaro Arbeloa

Salah satu keuntungan menjadi rekan tim Cristiano Ronaldo adalah bahwa Anda bisa mempelajari bagaimana dia bermain. Sergio Ramos dan Alvaro Arbeloa mendapat keuntungan melawan dia ketika Portugal bertemu Spanyol di Euro 2012.

 

Sebelum berhasil mengangkat trofi internasional, Portugal hanya tinggal dua langkah untuk mencapai mimpi itu pada 2012, ketika mereka bertemu Spanyol di semifinal.

 

Pertandingan memang tidak menarik.  Hampir tidak ada tembakan pada target karena kedua kubu memilih untuk bermain aman. Tapi, Ronaldo adalah salah satu pemain yang bisa memecahkan kebuntuan bahkan ketika tim tampil buruk.

 

Tapi pada laga itu, Ronaldo tidak bisa mempengaruhi permainan tim. Hal ini terutama disebabkan oleh seberapa baik Ramos dan Arbeloa berhasil membendung dia. Mereka tidak memberinya kesempatan dan membuat Ronaldo bermain tenang

 

2. Eric Abidal

Eric Abidal melakoni karier yang sangat sukses bersama Barcelona. Dia adalah bagian terpenting dari tim yang saat itu diasuh Pep Guardiola.

 

Salah satu malam paling berkesan datang ketika ia dan Barcelona merobek-robek gawang Real.

 

Laga itu adalah pertemuan pertama antara Jose Mourinho dan Pep Guardiola di La Liga. Madrid melakukan perjalanan ke Camp Nou untuk mengurangi selisih poin dengan klub Catalans.

 

Bek asal Prancis ini tahu betapa berbahayanya Ronaldo jika dibiarkan bermain di sayap, dan dia akan melewatinya tidak dapat membendungnya. Dan, Abidal pun sukses melakoni tugasnya, sehingga malam itu  adalah malam yang ingin dilupakan Ronaldo.

 

3. Alessandro Nesta

Alessandro Nesta adalah salah satu bek ternama di AC Milan. Kerjasamanya bersama Maldini membentuk kemitraan yang hampir tak bisa tembus pemain di Italia.

 

Ketika Manchester United yang saat itu ditangani Sir Alex Ferguson benar-benar bermain outplayed dan kalah. Meski ada pemain seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo dan Ryan Giggs dalam setiap serangan, namun tekanan mereka sama sekali tidak mengancam pertahanan Milan, yang tampil sangat mengesankan.

 

Nesta, tampil tidak bersama Maldini. Tapi, bek lainnya memberinya dukungan yang cukup untuk menggalang pertahanan itu. Rooney dan Ronaldo sangat diandalkan dalam laga itu,  tapi benar-benar tidak ada yang mampu menebus pertahanan Milan sangat terorganisir.

 

MU menguasai lebih banyak pertandingan,  namun Ronaldo tak bisa melakukan apa-apa bahkan tak ada tembakan yang berarti dan mengarah kepada sasaran.

 

4. Ashley Cole

Ashley Cole dan Cristiano Ronaldo telah bertemu beberapa kali di Liga Inggris. Ketika Cole di Arsenal, Ronaldo adalah pemain muda Manchester United yang bermain tanpa rasa takut.

 

Tapi, Cole sudah banyak mendapat pengalaman ketika menjadi pemain Chelsea, dan bahkan ketika Inggris bertemu Portugal. Dia belajar bagaimana untuk menetralisir trik Ronaldo dengan tetap berpegang sedekat mungkin.

 

Ronaldo sempat mengakui  bahwa Cole adalah lawan terberat yang harus dihadapinya. Ronaldo mengatakan ini kepada salah satu media.

 

“Selama bertahun-tahun aku punya beberapa pertempuran besar dengan Ashley Cole, ia tidak memberi Anda untuk bernapas, dia adalah pemain ulet, cepat, sulit diatasi. Anda tahu itu tidak akan menjadi pertandingan mudah,” kata Ronaldo.

 

5. Diego Godin

Atletico Madrid di bawah Diego Simeone adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dengan baik di Spanyol dan di Eropa. Mereka adalah satu-satunya tim telah memenangkan gelar La Liga dekade ini, selain Barcelona dan Real Madrid.

 

Rojeblancos memiliki catatan yang sangat baik ketika melawan saingannya tim satu kota. Satu pemain, khususnya, telah menerima pujian yang tinggi dari pakar di seluruh dunia karena keunggulan dalam pertahanan. Diego Godin ibarat batu di lini belakang Atletico Madrid dan membantu mereka mendapatkan reputasi sebagai tim paling sulit untuk dikalahkan di Eropa.

 

Madrid beberapa kali kesulitan mengalahkan tetangga mereka. Terlepas di final Liga Champions, Madrid di musim terakhir sangat tidak menyukai  bermain dengan Atletico, terutama di Vincente Calderon.

 

Salah satu laga terburuk yang pernah dialami Ronaldo saat bertemu Atletico pada 2015 ketika Los Blancos kalah 0-4.  Madrid hanya memiliki 4 tembakan ke gawang dengan hanya satu pada target. Jumlah itu menunjukkan seberapa efektif pertahanan Atletico.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Back to top button
Close