Top Skor

5 Pemain Bintang yang Gagal Total Ketika Menjadi Pelatih, Nomor 2 Musuh Mourinho

Kualitas seorang pemain sepakbola tidaklah otomatis membuat pemain tersebut akan menjadi pelatih hebat ke depannya.

Sebaliknya juga bahwa seorang pelatih hebat di sepakbola, tidak otomatis merupakan pemain sepakbola hebat dulunya.

Perbedaan terbesar ada pada jiwa kepemimpinan yang ada pada seorang pelatih dimana mereka mampu memimpin pemain-pemainnya.

Sementara kala menjadi pemain, banyak pemain yang hebat untuk mengeksekusi strategi yang direncanakan pelatihnya.

Hal inilah yang terjadi kepada 5 pemain bintang di bawah ini, dimana sebagai pemain mereka adalah bintang.

Namun ketika ditunjuk menjadi pelatih, mereka langsung gagal total.

Kelima mantan pemain bintang ini hanya bertahan sebentar saja sebelum dipecat klubnya.

Siapa sajakah kelima mantan pemain bintang tersebut, berikut diantaranya :

5. Gary Neville

Di urutan kelima, ada nama Gary Neville. Mantan pemain Manchester United ini menorehkan karier yang begitu gemilang selama masih berkarier sebagai pesepakbola.

Man United jadi bukti kehebatannya. Di tim yang bermarkas di Old Trafford itu, Neville bermain lebih dari 600 kali.

Lamanya bernaung di Man United membuat Neville menuai banyak pelajaran berharga dari para pelatihnya, khususnya Sir Alex Ferguson yang berhasil membawa tim berjuluk Setan Merah itu merengkuh hasil yang sangat manis.

Karena itu, setelah gantung sepatu pada 2011, Neville pun memutuskan banting setir menjadi pelatih.

Bermodalkan pengalaman selama bermain di Man United, Neville dapat menghabiskan empat tahun sebagai asisten Roy Hodgson untuk menangani Timnas Inggris.

Pada Desember 2015, Neville pun diumumkan sebagai manajer baru Valencia.

Kabar ini mengejutkan banyak penggemar klub sepakbola Spanyol. Sebab, pengalaman Neville dinilai masih kurang dalam melatih tim.

Kekhawatiran para fans pun terjawab karena Neville hanya tampil 28 kali bersama Valencia dan memenangkan 10 pertandingan.


4. Edgar Davids

Selanjutnya, ada nama Edgar Davids. Nama mantan pemain Inter Milan ini juga menggemparkan publik saat ditapuk sebagai pelatih salah satu tim sepakbola Inggris, Barnet.

Sama seperti Neville, saat ditetapkan sebagai pelatih, Davids juga tak memiliki pengalaman dalam menangani tim.

Karier Davids sebenarnya terbilang gemilang saat berstatus sebagai pesepakbola. Ia bermain untuk sembilan klub dari empat negara berbeda.

Namanya pernah bertengger di klub-klub papan atas dunia, seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Juventus, Barcelona, hingga Tottenham Hotspur.

Davids juga pernah memperkuat Timnas Belanda selama beberapa musim. Sayangnya, kariernya yang gemilang sebagai pesepakbola tak dapat terjadi saat dirinya memutuskan menjadi pelatih tim.

Setelah pensiun pada 2010, secara mengejutkan Davids diperkenalkan sebagai pelatih tim liga dua Inggris, Barnet, pada 2012.

Meskipun membuat awal yang apik, Davids tetap tidak dapat menyelamatkan Barnet dari degradasi pada musim 2012-2013.

Pada Januari 2014, ia akhirnya mengundurkan diri sebagai pelatih.


3. Alan Shearer

Kemudian, ada nama Alan Shearer di urutan ketiga. Pada 2009, mantan pemain Timnas Inggris ini menerima tawaran melatih tim dari Newcastle United.

Sebagai mentan jebolan Newcastle, Shearer tentu saja diyakini bisa membawa tim merengkuh hasil manis karena telah memahami seluk-beluk tim.

Newcastle yang tengah terancam dari degradasi saat itu memang begitu mengharapkan kontribusi besar dari Shearer.

Dengan mengandalkan kemampuan pemain asal Inggris itu selama masih menjadi pesepakbola, Newcastle berharap bisa memperbaiki musim buruknya.

Nyatanya, kecakapan Shearer dalam dunia sepakbola hanya terdapat sebagai pemain tidak sebagai pelatih.

Alhasil, karier kepelatihan Shearer hanya berjalan singkat. Di Newcastle, dia hanya bisa tampil di delapan pertandingan.

Shearer tidak dapat menyelamatkan klub dari degradasi ke Championship karena kalah dari Aston Villa di hari terakhir penentuan nasib mereka.


2. Paul Scholes

Di posisi kedua, ada nama legenda Man United, Paul Scholes. Karier gemilang berhasil ditorehkan Scholes sebagai pesepakbola.

Ia berhasil menyandang status sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Scholes bermain 718 kali untuk Man United di semua kompetisi, mencetak 155 gol, dan memenangkan sejumlah trofi.

Dia memenangkan Liga Champions serta 11 gelar juara Liga Inggris. Pada 2012, Scholes pun memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola.

Ia memutuskan melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Sayangnya, hal-hal yang tak diinginkan terjadi selama Scholes meniti karier sebagai pelatih.

Dia melatih klub liga dua, Oldham Athletic, pada Februari 2019. Segalanya dimulai dengan baik dengan kemenangan 4-1 atas Yeovil Town di pertandingan pertamanya.

Tapi, lama-kelamaan, hasil yang didapat terus buruk. Alhasil, Scholes hanya bertanggung jawab untuk enam pertandingan.

Dia akhirnya mengundurkan diri setelah hanya 31 hari melatih tim.


1. Thierry Henry

Terakhir, ada nama Thierry Henry. Tidak ada keraguan Henry adalah salah satu pemain terhebat yang pernah ada di Liga Inggris.

Ia telah menjadi pencetak gol terbanyak selama memperkuat Arsenal sejak 1999.

Henry memiliki beberapa momen yang tak terlupakan, terutama mencetak gol kemenangan di Santiago Bernabeu dalam final Liga Champions 2006.

Sayang, kegemilangannya selama menjadi pesepakbola tak dapat diulangi kala mengambil jabatan sebagai pelatih.

Setelah menolak pekerjaan di Aston Villa, Henry akhirnya mengambil alih peran Leonardo Jardim di AS Monaco pada Oktober.

Dia menandatangani kontrak tiga tahun dengan tim raksasa Prancis itu, Tetapi, setelah memenangkan hanya empat dari 20 pertandingan, dia akhirnya dipecat pada Januari.

Sumber : okezone.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close