Top Skor

5 Pemain dengan Peningkatan Performa Terbaik di Paruh Kedua Musim 2018/19

Paruh kedua musim di Liga-liga top Eropa telah dimulai.

Dan ada begitu banyak pemain dengan grafik performanya masing-masing.

Ada pemain dengan performa menurun, ada yang biasa-biasa saja dan juga ada yang performanya meningkat.

Dibawah ini kami memiliki 5 pemain dengan performa paling menanjak.

Siapa sajakah mereka, berikut daftarnya :

1. Vinicius Junior

Didatangkan ​Real Madrid dari Flamengo dengan mahar mencapai 61 juta euro pada musim panas 2018 silam, tidak ada yang berharap Vinicius bisa langsung bermain reguler. Benar saja, selama paruh pertama musim, dirinya lebih banyak bermain sebagai cadangan, dan bahkan sempat bergabung dengan tim Real Madrid Castilla.

Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil di paruh kedua musim, ditambah dengan cederanya Gareth Bale, membuat pemain 18 tahun ini mendapat kepercayaan dari Santiago Solari. Tidak main-main, dirinya menjadi starter di ajang La Liga sejak pekan ke-18 hingga pekan ke-22. Dia juga sukses mencetak gol keduanya kala El Real menang 3-0 dari Deportivo Alaves di pekan ke-22.




2. Mario Gotze

Sosok Golden Boy ​Borussia Dortmund ini seakan dinaungi ketidak beruntungan semenjak kepindahannya ke Bayern Munchen pada 2013 silam. Sejak saat itu pula, dirinya kerap didera cedera. Bahkan keika dirinya kembali pulang ke Dortmund, masalah tidak kunjung selesai dengan kombinasi cedera dan penyakit menjadi momok peraih gelar Piala Dunia 2014 ini.

Oleh karena itu, tidak banyak yang berharap Gotze bisa kembali menembus tim utama di bawah arahan Lucien Favre pada msuim 2018/19. Namun, nasibnya justru membaik di paruh kedua musim. Setelah hanya menjadi penghangat bangku cadangan selama tahun 2018, dirinya perlahan mulai dipercaya oleh Favre semenjak Oktober 2018 silam. 

Berawal dari kemenangan 3-2 kontra Bayern Munchen di pekan ke-11 Bundesliga, Gotze kemudian menjadi starter di tujuh dari 11 laga selanjutnya. Tidak buruk untuk pemain yang sudah lama tidak bermain reguler.


3. Karim Benzema

Beban yang disematkan kepada Benzema selepas kepergian Cristiano Ronaldo dari ​Real Madrid ke Juventus pada musim panas 2018 silam, memang nampak membuat pemain asal Prancis ini keteteran. Kendati tetap diandalkan sebagai striker, baik oleh Julen Lopetegui maupun Santiago Solari, penampilan Benzema di paruh pertama musim 2018/19 cenderung melempem. Bagaimana tidak, koleksi lima gol sejak Agustus hingga November 2018 menjadi bukti inkonsistensinya.

Namun, seakan terlecut dengan hal tersebut, Benzema berhasil meningkatkan level permainannya mendekati paruh kedua musim, Tepatnya sejak Desember, yakni di pekan ke-16 hingga pekan ke-22, dirinya sudah mengoleksi enam gol. Terakhir, dua golnya ke gawang Alaves sukses membawa El Real merangkak naik ke  posisi ke-3 klasemen.


4. Paul Pogba

Menyebut Pogba sebagai nyawa permainan ​Manchester United di awal musim 2018/19, jelas merupakan sesuatu yang jauh dari kenyataan. Hubungan buruk dengan Jose Mourinho dan taktik sang manajer asal Portugal tersebut membuat Pogba tidak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Akan tetapi, kedatangan Ole Gunna Solskjaer sejak akhir Desember 2018, mengubah segalanya.

Sosok yang tadinya sering ‘dihukum’ di bangku cadangan, kini terus tampil selama 90 menit penuh sejak pekan ke-16 hingga pekan ke-25 lalu. Tidak hanya itu, Pogba tampil trengginas dengan mencetak enam gol dan lima assist selama kurun waktu tersebut, dua kali lipat dari statistiknya bersama Mourinho. Tidak berlebihan jika menyebut The Special One adalah biang masalah dari penampilan Pogba di paruh pertama musim.


5. Marcus Rashford

Satu lagi pemain ​Manchester United yang performa melejit jauh sepeninggal Mourinho, sosok Rashford bisa dibilang tenggelam di awal musim 2018/19. Selain kalah saing dengan Romelu Lukaku, dirinya sering dimainkan di posisi sayap, dan hanya mampu mencetak tiga gol sejak pekan pertama hingga pekan ke-16 Premier League.

Seperti Pogba, kedatangan Ole Gunnar Solskjaer pada Desember 2018 mengubah nasib Rashford. Solskjaer mulai memainkan Rashford sebagai striker tunggal, dan hasilmya pun memukau. Sang pemain berhasil mencetak gol secara reguler, dengan enam gol dan dua assist sejak pekan ke-18 hingga 25. Terakhir, gol tunggalnya pada laga kontra Leicester City (1-0) membawa Setan Merah mengkudeta Arsenal dari posisi lima klasemen.

Sumber : 90min.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker