Top Skor

5 Pemain Junior Juventus yang Sukses Di Klub Lain

Juventus mungkin bukanlah klub yang identik dengan penghasil pemain binaan sendiri.

Kalau pun ada, klub ini biasanya menelorkan satu pemain bintang untuk satu generasi.

Contohnya saja bagaimana Alesandro Del Piero bisa menjadi yang terbaik di eranya.

Namun saat ini, ada beberapa pemain junior Juventus yang begitu cemerlang di klub barunya.

Siapa sajakah mereka, berikut diantaranya :

Filippo Romagna

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini menimba ilmu bersama Juventus sejak usia 14 tahun pada tahun 2011. Dia memperkuat semua level usia hingga dipromosikan ke tim utama pada Juli 2016.

Namun, dia langsung dipinjamkan ke Novara dan kemudian Brescia. Penampilannya bersama Brescia membuat Cagliari tertarik, dan membelinya dengan harga 7,4 juta euro.

Keputusan itu tidak salah, karena di Sardegna Arena dirinya diberi kesempatan tampil hingga 45 kali dan menjadi cukup reguler di tim utama.

Di musim 2019/20, dia menjalani masa peminjaman dengan Sassuolo, dan tetap menjadi pilihan utama sebelum mengalami cedera parah pada akhir 2019 silam. Di usia 22 tahun, potensinya untuk sukses masih cukup besar.


​Pol Lirola

Sosok asal Spanyol ini sejatinya merupakan produk akademi Espanyol, sebelum hijrah ke Juventus U19 pada Januari 2015. Dia baru mendapatkan promosinya ke tim senior Juve pada Juli 2016.

Namun, dengan Dani Alves berada di posisi yang sama dengannya, yakni bek kanan, Lirola langsung dipinjamkan ke Sassuolo selama dua musim.

Penampilan apiknya selama masa peminjaman, membuat pihak Sassuolo mempermanenkan sang pemain pada Januari 2018 dengan harga tujuh juta euro.

Dia pun didaulat sebagai bek kanan reguler tim dan sudah tampil di 93 laga. Kini, pemain 22 tahun ini sedang dipinjamkan ke Fiorentina, yang sudah setuju untuk membelinya di akhir musim 2019/20.


Hordur Magnusson

Satu-satunya nama di daftar ini yang tidak lagi bermain di Serie A Italia, Magnusson muda bergabung dari klub Islandia, Fram Reykjavik ke Juventus U19 pada Juli 2012 dan bermain di sana hingga Juli 2013.

Berposisi sebagai bek tengah dan memiliki tinggi menjulang (190 cm), tidak cukup untuk membuat Magnusson mengamankan promosi ke tim senior.

Alih-alih promosi, dirinya langsung dipinjamkan ke klub Serie B, Spezia pada musim 2013/14, dan kemudian Cesena di musim 2014/15 hingga 2015/16.

Kisahnya di Italia resmi berakhir pada Juli 2016 ketika kub Championship (kasta kedua Inggris), Bristol City menebusnya seharga 2,1 juta euro.

Setelah 61 laga sebagai andalan Bristol, Magnusson menarik minat raksasa Rusia, CSKA Moscow yang memboyongnya ke Rusia seharga 2,8 juta euro pada Juli 2018.

Kini di sana, dia menjadi sosok tak tergantikan di lini pertahanan dan sudah tampil di 54 laga.


Emil Audero

Salah satu korban kerasnya persaingan kiper di Turin, Audero sejatinya adalah produk asli akademi Juventus sejak 2008.

Dia bermain di semua level usia sebelum dipromosikan ke tim senior pada Juli 2015.

Namun keberadaan kiper legendaris Gianluigi Buffon, membuat Audero yang kala itu berusia 18 tahun, hanya mencatatkan satu penampilan saja selama kurun waktu 2015 hingga 2017.

Alhasil, dirinya dipinjamkan ke klub Serie B, Venezia, pada Juli 2017.

Semusim di sana, dia menjadi idola dengan catatan 39 penampilan. Sayangnya di musim panas 2018, persaingan di bawah mistar gawang Juventus makin ketat, Buffon hengkang, namun datanglah Wojciech Szczesny dan Mattia Perin, yang membuat pemain keturunan Indonesia ini kembali dipinjamkan, kali ini ke Sampdoria.

Bersama Il Samp lah potensi Audero berkembang. Dia langsung menjadi pilihan utama dan tampil di 37 laga selama musim 2018/19.

Sampdoria pun tidak pikir panjang dan mempermanenkan sang pemain pada Juli 2019 dengan mahar 20 juta euro.

Hingga kini pun, posisi pemain 23 tahun ini tidak goyah di bawah mistar gawang Sampdoria.


Ciro Immobile

Kini berstatus salah satu striker paling mengerikan di Eropa, dan yang terbaik di Italia, siapa sangka Immobile merupakan produk ‘buangan’ dari tim muda Juventus.

Immobile bergabung ke tim muda Juventus pada 2007, dan mendapatkan promosi ke tim senior pada 2010. Sayangnya, sejak 2010 hingga 2012 dia hanya mencatatkan lima penampilan dan dipinjamkan ke tiga klub berbeda, Siena, Grosseto, dan Pescara, sebelum dipermanenkan Genoa pada Juli 2012.

Kendati penampilannya cenderung biasa saja untuk Genoa, bakatnya baru terasah dengan baik kala bergabung dengan Torino pada Juli 2013.

Semusim di Stadio Grande Torino membawanya ke status bintang dengan torehan 28 gol dari 48 laga. Statistik itu pun membuat dirinya diboyong ke Jerman oleh Borussia Dortmund.

Sayangnya, kariernya di Bundesliga tidak maksimal, hal serupa terjadi kala dia bergabung dengan Sevilla dan kemudian Torino.

Karier Immobile baru kembali menanjak semenjak dia merapat ke Lazio. Sejak Juli 2016 bersama klub ibukota Italia tersebut, Immobile mencetak 116 gol dan 32 assist dari 167 laga.

Aksinya tersebut berperan besar dalam membawa Lazio bertarung memperebutkan gelar Serie A di musim 2019/20.

Sumber : 90min.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close