Top Skor

5 Pemain Top Dunia yang Karirnya Redup Setelah Bergabung dengan Man United

Manchester United adalah klub dengan gelar liga terbanyak di Liga Inggris.

Klub ini juga dianggap sebagai salah satu klub terbaik di dunia, tidak hanya dari raihan prestasi melainkan jumlah fans terbanyak didunia.

Menjadi klub besar tidak melulu membuat klub ini menjadi tempat terbaik buat para pemain top.

Setidaknya di bawah ini kami memiliki 5 pemain top dunia yang justru karirnya redup karena bergabung dengan MU, berikut diantaranya :

5. Juan Sebastian Veron

Jika ditanya keputusan yang paling disesali seumur hidup Veron, mungkin dia akan menjawab keputusannya pindah ke Inggris, untuk bergabung dengan Man United pada tahun 2001. Bagaimana tidak, Veron merasakan hidup yang berbeda di Inggris ketimbang Italia.

Veron menikmati masa-masa terindahnya saat meraih titel bersama Parma dan Lazio. Bukan cuma sekedar meraih trofi, pria asal Argentina juga menjadi andalan lini tengah kedua tim, dan mampu memaksimalkan talenta yang dimilikinya.

Namun saat bermain untuk Man United, Veron bak kesulitan beradaptasi dengan kultur Inggris, hingga tampil buruk dan jarang dimainkan Sir Alex Ferguson. Pada akhirnya, gelar Premier League 2002/03 terasa hambar baginya. Veron kemudian pindah ke Chelsea, Inter Milan, Estudiantes, Brandsen, dan kembali ke Estudiantes. Namanya tak lagi terdengar sejak meninggalkan Man United pada tahun 2003.

4. Fabian Barthez

Sebelum bergabung dengan Man United di pertengahan tahun 2000, Barthez telah memiliki status gelar juara Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis serta Euro 2000. Bahkan, ia menjuarai Champions League 1993 bersama Olympique Marsielle dan Ligue 1 dua kali pada tahun 1997 dan 2000 bersama AS Monaco.

Barthez pun mengoleksi dua trofi Premier League bersama Man United di tahun 2001 dan 2003. Akan tetapi, penampilannya tidak pernah meyakinkan di bawah gawang Man United, tidak seperti pendahulunya Peter Schmeichel. Empat tahun bersama Man United, Barthez dilego. Beruntung, Marseille masih mau menampungnya. Ia pensiun di tahun 2007 bersama Nantes.

3. Matteo Darmian

Menanti kepergian Darmian dari Man United tinggal menunggu waktu, seperti halnya bom waktu. Bayangkan saja, bermain selama tiga tahun bersama Man United, Darmian tidak pernah bermain reguler di tim utama, atau setidaknya banyak bermain selama satu musim penuh.

Darmian hanya menjadi ban serep di era Jose Mourinho. Padahal, dia full-back serba bisa yang dapat bermain di kanan atau kiri. Selain itu, sebelum pindah ke United, Darmian merupakan salah satu talenta berbakat yang dimiliki Italia ketika bermain untuk Torino pada medio 2011-2015.

Sekarang, jika Anda melihat performa Darmian, ia bahkan tak bisa melepaskan umpan silang dengan akurat dan baik dikarenakan jarang bermain. Malang nasibnya.

2. Bastian Schweinsteiger

Schweinsteiger memang datang dalam kondisi fisik serta kebugaran yang berbeda saat diboyong Louis van Gaal ke Old Trafford pada tahun 2015. Namun, teknik bermain serta pengalamannya tetap menjadi nilai tambah untuknya.

Gelandang kelahiran Kolbemoor, 1 Agustus 1984 merupakan juara dunia Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman. Schweinsteiger tidak hanya memiliki kemampuan teknik yang mumpuni, selain karakter pantang menyerahnya yang dikagumi rekan setimnya di Jerman.

Oleh karenanya, penggemar Schweinsteiger sangat kesal dengan Mourinho yang langsung mengirimnya ke tim cadangan Man United, dan mengasingkannya dari tim utama. Untungnya, Schweinsteiger profesional sejati yang tidak banyak berceloteh, mengeluh, dan terus bekerja keras untuk kembali ke tim utama.

Kendati sempat kembali bermain di tim utama, Schweinsteiger tetap bukan pilihan utama Mourinho. Ia pun hengkang ke Chicago Fire pada tahun 2017 lalu.

1. Memphis Depay

Datang dengan reputasi juara Eredivisie sekaligus top skor bersama PSV Eindhoven pada tahun 2015, Memphis Depay justru melempem bersama Man United. Ia gagal mengemban ekspektasi tinggi pengguna nomor 7 yang keramat di United.

Memang, Depay sudah cukup diberi kesempatan memperlihatkan kemampuan yang dimilikinya, dan gagal unjuk gigi. Namun di sisi berbeda, Man United tidak sabar dengannya, meski kariernya masih teramat panjang di usia yang muda – 24 tahun. Depay pun pindah ke Olympique Lyonnais pada tahun 2017, dan sampai saat ini, torehan golnya sudah melebihi dari jumlah golnya bersama Man United.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close