Top Skor

5 Pemain yang Dianggap tidak Pantas Mengenakan Ban Kapten Timnya

Seorang kapten di tim sepakbola memiliki fungsi besar, selain tanggung jawabnya terhadap pemain lainnya, ia juga berfungsi mendefenisikan strategi pelatih untuk timnya. Kapten juga dianggap sosok yang mampu menjadi wajah klub baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal inilah sekiranya yang membuat kapten teramat penting buat tim.

 

Karena begitu pentingnya posisi kapten, sehingga klub sangat selektif dalam menentukan pemain yang menjadi kaptennya. Kapten bukan hanya ditentukan karena kualitas yang ia miliki, namun juga pengaruh dan kepemimpinan yang melekat di dirinya. Dan berikut 5 pemain yang dianggap kurang pas mengenakan ban kapten untuk timnya :

icardi

  1. Mauro Icardi

Pasca Javier Zanetti pensiun bermain untuk Inter Milan pada 2014, jabatan kapten La Beneamata pada awalnya diberikan kepada Andrea Ranocchia. Namun, bek asal Italia itu inkonsisten bermain dan tak mampu memimpin rekannya dengan baik hingga jabatan kapten kembali berpindah pada awal musim 2015/16 ke lengan Icardi.

 

Pemilihan kapten itu sedianya masih terlalu prematur bagi striker Argentina yang baru berusia 23 tahun, terlebih, Icardi tidak memberi contoh yang baik ketika ia merebut istri dari sahabat sekaligus kompatriotnya, Wanda Nara, dari Maxi Lopez hingga keduanya berpisah dan Wanda jatuh ke pelukan Icardi.

 

Momen itu melebar hingga Icardi mendapat cap buruk di Argentina dan mungkin itulah salah satu alasan ia tak dipanggil ke Timnas Argentina dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Selain itu, Icardi juga pernah menjelekkan fans Inter di buku autobiografinya hingga beberapa suporter garis keras klub membencinya dan pernah mengancam hidup mantan pemain Sampdoria beserta keluarganya.

 

Dua alasan tersebut plus dugaan ban kapten diberikan kepada Icardi karena Inter tak mau kehilangannya di bursa transfer pemain, seharusnya sudah cukup menandakan bahwa ia tak pantas menjadi kapten Inter.

  1. Per Mertesacker

Bek jangkung asal Jerman datang ke Emirates Stadium, markas Arsenal pada 2011 dari Werder Bremen. Mertesacker baru ditunjuk sebagai kapten pada musim 2013/14 ketika Thomas Vermaelen dan Mikel Arteta banyak dirundung cedera kambuhan.

 

Pada awalnya ia pantas mengemban ban kapten itu karena sukses meraih dua titel FA Cup pada 2014 dan 2015. Tapi, kutukan ban kapten Arsenal tampaknya berlanjut kepada Mertesacker yang belakangan lebih sering berada di ruang perawatan ketimbang bermain di lapangan pertandingan.

 

Sosok kapten yang jarang bermain tentu akan sulit memotivasi pemainnya ketika bertanding. Jadi, alangkah bijaknya jika Arsene Wenger mencari suksesornya untuk menjadi pemimpin The Gunners.

  1. Riccardo Montolivo

AC Milan di masa jayanya pernah memiliki kapten-kapten top yang disegani lawan seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, hingga terakhir Massimo Ambrosini. Nama terakhir pun memutuskan tak memperpanjang kontraknya dan hengkang ke Fiorentina pada musim 2013/14.

 

CEO Rossoneri, Silvio Berlusconi pun menunjuk Riccardo Montolivo menjadi kapten yang masih dijabatnya hingga saat ini. Pemilihan itu tampaknya sangat jomplang dibandingkan dengan kapten-kapten Milan sebelumnya, apalagi Montolivo juga lebih sering bermasalah dengan cederanya dan sulit memotivasi tim dalam sebuah laga.

 

Tak pelak penunjukkan Montolivo sebagai kapten dinilai tidak tepat. Selain sering cedera, mantan pemain Fiorentina juga menemui kesulitan untuk memotivasi rekan setimnya, menyadarkan kepada mereka untuk kembali bangkit seperti halnya Il Diavolo Rosso di masa lalu.

 

Lagipula, masih ada kandidat yang lebih pantas menjadi kapten Milan selain Montolivo seperti Mattia De Sciglio. Ia produk asli akademi Milan dan tahu bagaimana bermain seharusnya sebagai pemain yang membela klub bersejarah.

  1. Eden Hazard

Status winger Chelsea memang hanya wakil kapten di Timnas Belgia setelah Vincent Kompany. Namun ia belakangan lebih banyak menjadi kapten karena Kompany tidak beruntung dengan cedera dan jarang bermain.

 

Kendati demikian Hazard tidak pantas untuk menjabat sebagai kapten, karena ia tidak memiliki jiwa pemimpin. Hazard memang berbakat dan punya kualitas teknik di atas rata-rata, tapi lebih baik baginya untuk bermain bebas tanpa harus mendapat peran ganda sebagai pemimpin timnya.

 

Malahan kapten ketiga Belgia, Jan Vertonghen, lebih pantas menjadi wakil kapten ketimbang Hazard atau juga nama lainnya seperti Radja Nainggolan, Moussa Dembele, dan Thomas Vermaelen.

  1. Chris Smalling

Manchester United punya tiga kapten dengan pembagian kapten utama Wayne Rooney, wakil kapten Michael Carrick, dan kapten ketiga Chris Smalling. Nama yang disebut ketiga pun dianggap belum siap menjabat sebagai kapten.

 

Pasalnya Smalling tidak mampu mengomandoi dan memimpin rekan setimnya dengan contoh yang baik ketika bermain. Mantan bek Fulham malah lebih sering tidak tampil tenang, ragu-ragu dalam bermain, dan ceroboh dalam mengamankan lini belakang.

 

Kapten yang tidak lebih baik dari rekan setimnya yang lain tentu memunculkan keraguan akan kelayakannya mengenakan ban kapten. Ketimbang Smalling, Ander Herrera masih lebih baik memerankannya karena ia vokal memberi komando di lini tengah seperti halnya Roy Keane di masa lalu.

 

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close