Formasi

5 Perjuangan Hidup Seorang Shevchenko yang Wajib Anda Teladani

Untuk anda yang mencintai sepakbola sejak lama, nama Andriy Shevchenko pastinya sangat anda kenal.

Pesepakbola asal Ukraina ini bukan hanya bintang dan legenda AC Milan saja, ia juga seorang pencetak gol-gol indah pada masanya.

Shevchenko begitu dikagumi, ada sejumlah torehan prestasi berhasil ia berikan kepada AC Milan.

Tidak hanya prestasi, kisah perjuangan hidupnya pun layak anda ketahui untuk jadikan motivasi.

Dan berikut 5 kisah perjuangan seorang Shevchenko yang perlu anda ketahui :

1. Sempat Gagal Tes Dribble Bola di Kyiv

Pada tahun 1986, Shevchenko gagal tes menggiring bola untuk masuk ke sekolah khusus  olahraga di Kyiv.

Akan tetapi saat bermain di sebuah turnamen pemuda ia menarik perhatian pencari bakat Dynamo Kyiv, lalu membawanya ke klub.

Empat tahun kemudian, Shevchenko berada di kesebelasan Dynamo Kyiv (usia di bawah 14 tahun).

Untuk kejuaran Ian Rush Cup (sekarang Super Welsh Cup), ia selesai sebagai pencetak gol terbanyak dalam kejuaraan ini.

Ia dianugerahi sepasang sepatu Rush sebagai hadiah oleh Pemain legendaris Liverpool ini.

Pada 1992-1993, Shevchenko adalah pencetak gol terbanyak untuk kesebelasan Dynamo-2 dengan 12 gol.

Dan dia membuat penampilan pertamanya di starting eleven.

Dia melakukan debut pada 28 Oktober 1994 dalam pertandingan melawan Shakhtar Donetsk.

Ia memenangkan liga kedua musim berikutnya.

Ia juga mencetak enam gol dalam 20 pertandingan. Dan juga mencetak hattrick pada babak pertama.

Di pertandingan Liga Champions 1997-1998 melawan FC Barcelona dan dimenangkan Dynamo 4-0.

19 gol dalam 23 pertandingan liga dan enam gol di Liga Champions (termasuk hattrick dua leg melawan Real Madrid).

Selain itu, diikuti oleh 28 gol total di semua kompetisi pada tahun 1998-1999.

Ia memenangkan gelar liga domestik dengan Dynamo dalam lima musim kebersamaannya dengan klub.


2. Pemain Ukraina Pertama Raih Trofi Liga Champions

Pada tahun 1999, Shevchenko bergabung dengan klub Italia AC Milan dengan biaya transfer $ 25 juta, rekor transfer saat itu.

Dia melakukan debut liga pada 28 Agustus 1999 di tahan imbang 2-2 dengan Lecce .

Shevchenko merupakan pemain asing yang berhasil memenangkan gelar seri A di awal debutnya.

Ia dapat mengoleksi 24 gol dalam 32 pertandingan (di samping Michel Platini, John Charles, Gunnar Nordahl, Istvan Nyers, dan Ferenc Hirzer).

Shevchenko berada dalam performa terbaiknya musim 2000-2001, mencetak 24 gol dalam 34 pertandingan.

Shevchenko juga berhasil mencetak sembilan gol dalam 14 pertandingan di Liga Champions.

Namun Milan gagal melewati babak kedua penyisihan grup .

Di musim 2002-2003 meskipun hanya main lima kali dalam 24 pertandingan, terutama karena cedera.

Shevchenko menjadi pemain kelahiran Ukraina pertama yang memenangkan Liga Champions.

Setelah Milan mengangkat trofi Champions keenam mereka.

Dia mencetak gol dalam adu penalti melawan rival beratnya Juventus di final.

Dan berakhir tanpa gol setelah perpanjangan waktu.

Setelah Milan menjuarai Liga Champions, Shevchenko terbang ke Kyiv untuk menempatkan medali nya di makam Lobanovskyi Valeriy (yang mengasuhnya selama  ia berada di Dynamo), Ia dikabarkan meninggal pada tahun 2002.

Sheva menjadi Top skor (24 goals) di Serie A pada 2003-2004 untuk kedua kalinya dalam karirnya.

Dia juga mencetak gol kemenangan dalam kejuaraan Piala winner super UEFA atas FC Porto.

Yang mengarah ke trofi kedua Milan musim ini. Pada Agustus 2004, ia mencetak tiga gol melawan Lazio, Milan memenangkan piala Coppa Italia.

Shevchenko dinobatkan sebagai Player Eropa 2004 of the Year.

Ia menjadi pemain ketiga Ukraina yang pernah memenangkan penghargaan.

Setelah Oleg Blokhin dan Igor Belanov.

Pada tahun yang sama, Shevchenko juga dinobatkan sebagai pemain FIFA 100.

Di musim 2004-2005 dia mencetak 17 gol setelah absen beberapa pertandingan karena cedera tulang pipi.

Pada musim berikutnya sheva membuat sejarah dalam Liga Champions, dengan memborong 4 gol melawan Fenerbahce.


3. Gagal Bermain di Liga Inggris

Selama musim panas 2005, ada laporan yang menyatakan bahwa pemilik Chelsea Roman Abramovich menawarkan sejumlah € 75,2 juta plus striker Hernan Crespo ke Milan untuk ditukar dengan Shevchenko.

Milan menolak tawaran tersebut  tetapi mengambil Crespo sebagai pemain pinjaman, Kepala Eksekutif Chelsea Peter Kenyon.

“Saya pikir Shevchenko adalah jenis pemain yang kami inginkan. Pada akhirnya untuk meningkatkan apa yang telah kita punya, ia harus menjadi pemain besar dan Shevchenko pasti datang ke dalam team,” ungkapnya.

Pada tanggal 28 Mei 2006, Shevchenko meninggalkan Milan menuju Chelsea dengan harga £ 30,8 juta (€ 43.875million).

Melebihi  biaya transfer Michael Essien dari tahun sebelumnya dan juga memecahkan rekor untuk pemain yang didatangkan oleh klub Inggris.

Dia menerima kostum nomor tujuh dari manajer Chelsea Jose Mourinho, yang mengatakan bahwa Shevchenko bisa terus memakainya.

Shevchenko melakukan debut untuk Chelsea pada 13 Agustus 2006 di FA Community Shield, mencetak gol untuk timnya(2-1 untuk Liverpool).

Shevchenko sering tidak dipasang sebagai starter di chelsea. Lalu pada musim 2008-2009 wakil presiden Milan Adriano Galliani menawarkan untuk mengambil sheva.

Akhirnya sheva pun kembali ke San siro dengan status sebagai pemain pinjaman.

Penampilan sheva dianggap kurang berkembang dengan hanya mencetak 2 gol dalam 26 pertandingan.

Dalam hal ini membuat Milan menegaskan akan mengembalikan Shevchenko ke Chelsea lebih cepat dari kontraknya.


4. Menjadi Incaran Banyak Klub Raksasa Eropa

Pada 1999 Sheva menjadi incaran banyak Klub elit eropa.

Diantaranya AC Milan, Lazio, Juventus, Real Madrid, Barcelona, Arsenal, Liverpool. Dan juga Bayer Munchen, hingga Manchester United.

Dan Shevchenko memilih bergabung dengan AC Milan di Italia dengan harga sebesar $26 juta.

Dan ia telah menjadi salah seorang pemain terpenting Milan.

Sejak bergabung dengan Milan, dia telah dua kali meraih gelar Seri A, pada musim 1999/2000, dan 2003/2004.

Selain itu, dia juga telah satu kali mencicipi gelar Piala/Liga Champions pada musim 2002/2003.

Pada Liga Champions musim 2005/2006 ia mencetak sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah liga tersebut.

Pada Mei 2006, ia pindah ke Chelsea FC di Liga Inggris dengan rekor transfer termahal di Inggris saat itu.

Dengan alasan bahwa ia ingin anaknya dibesarkan di lingkungan berbahasa Inggris.

Saat pindah, ia merupakan pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah bagi Milan di belakang Gunnar Nordahl dengan 173 gol.

Karirnya di Chelsea tidak secemerlang di Milan, ia hanya mencetak 22 gol dalam 76 pertandingan di seluruh kompetisi (9 gol dalam 47 pertandingan di liga).

Pada 23 Agustus 2008, Chelsea mengumumkan persetujuan kembalinya Shevchenko ke Milan.


5. Menjadi Pemain Terbaik Eropa

Pada Desember 2004, Shevchenko dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun itu.

Dia juga disebut oleh Pele sebagai salah satu dari 125 pesepak bola terbaik dunia. Yang masih hidup pada bulan Maret 2004.

Setelah kembali dari masa pinjaman dari klub lamanya sheva langsung masuk dalam daftar jual pemain chelsea pada musim 2009.

Walau Chelsea mendatangkan pelatih yang juga lama mengasuh Sheva (Carlo Ancelotti).

Dinamo Kyiv, klub lama sheva yang akhirnya kembali menapung Kapten Timnas Ukraina tersebut. Sejak itu namanya jarang terdengar kembali.

Di level Timnas, ia telah mencatat lebih dari 100 kali penampilan dan membawa Ukraina lolos ke Piala dunia 2006 Jerman.

Ia menutup karir Tim Nasional pada ajang Euro 2012 dengan Ukraina dan Polandia, yaitu sebagai Tuan Rumah ajang 4 tahunan Negara-negara Eropa.

Shevchenko menyebutkan bahwa kegigihan Abramovich merupakan faktor kunci dalam berubah.

Akhirnya Milan putus asa untuk menjaga striker ini. Shevchenko ditawarkan perpanjangan kontrak enam tahun.

Sumber : Vivagoal.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker