Top Skor

5 Wonderkid Ajax yang Layak Main di Klub Besar Eropa

Ajax Amsterdam kembali mengejutkan dunia dengan berhasil menundukkan dua klub raksasa yakni Real Madrid dan Juventus.

Hebatnya lagi mereka menggugurkan kedua klub tersebut di kandangnya sendiri.

Ronaldo pun harus gigit jari karena gagal memberikan keajaiban untuk Juventus setelah aksi heroiknya menggugurkan Atletico Madrid di 16 besar.

Kehebatan pemain muda Ajax ini mengingatkan kita pada era 1994/95 ketika Ajax memiliki wonderkid seperti Edgar David, Clerence Seedorf, De boer bersaudara, Patrick Kluivert dan Van der sar.

Nama-nama wonderkid saat ini pun diyakini punya potensi yang sama dan berhak untuk mencicipi liga yang lebih sengit.

Siapa sajakah pemain-pemain Ajax yang layak bermain di klub besar Eropa, berikut daftarnya :

5. David Neres

Gol ke gawang Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018-2019 melambungkan nama David Neres.

Ia memang bukan berasal dari Belanda, melainkan Brasil. Lulusan akademi Sao Paulo itu bergabung dengan Ajax Amsterdam pada Juli 2017 dengan harga relatif murah, yakni 12 juta Euro (setara Rp191 miliar).

Musim perdananya di Ajax Amsterdam sungguh impresif. David Neres mencatatkan 11 assist dan mengemas 14 gol dalam 38 penampilan.

Hingga saat ini, pemain berusia 22 tahun itu sudah mengemas 25 gol dan 22 assist hanya dalam 61 penampilan bersama Ajax Amsterdam.

Selain terkenal menghasilkan produk akademi yang baik, Ajax juga tenar sebagai kawah candradimuka atau tempat di mana anak-anak muda mengembangkan permainan.

Bukan tidak mungkin David Neres dalam waktu dekat akan hengkang ke klub besar Eropa.


4. Donny Van De Beek

Perhatian para pemandu bakat di Eropa lebih banyak tertuju kepada Frenkie de Jong yang musim depan akan memperkuat Barcelona.

Namun, mereka tidak boleh luput dalam memantau satu bakat cemerlang lain dalam diri Donny Van de Beek.

Kepergian Davy Klaassen sedikit banyak membantu perkembangan karier Van de Beek. Kemampuan operan serta menjaga bola semakin terasah sehingga pada akhir musim 2017-2018 dirinya dirumorkan bakal hengkang ke Tottenham Hotspur atau AS Roma.

Pemain berusia 21 tahun itu cakap jika harus bermain sebagai jangkar di lini tengah.

Operan yahud, tekel mantap, dan andal dalam menjaga bola, tidak heran apabila Donny Van de Beek dalam waktu dekat akan pindah ke klub besar.

Sebagai informasi, ia sudah mengemas 19 gol dan 18 assist dalam 118 penampilan bersama Ajax.


3. Andre Onana

Pelatih Erik ten Hag benar-benar diberkati dengan talenta melimpah dari lini belakang hingga depan.

Sektor penjaga gawang juga terdapat talenta hebat dalam diri Andre Onana.

Akan tetapi, ia bukan produk akademi Ajax Amsterdam, melainkan La Masia milik Barcelona.

Onana yang berdarah Kamerun itu bergabung dengan Barcelona di usia 13 tahun pada 2010.

Ia sukses menembus setiap jenjang usia tetapi gagal masuk tim utama karena kedatangan Jasper Cillessen dari Ajax Amsterdam.

Andre Onana akhirnya bertukar tempat ke Belanda pada Januari 2015.

Musim 2016-2017 menjadi loncatan karier bagi Onana yang mengisi kekosongan Jasper Cillessen.

Selain jago menyetop bola, kiper berusia 22 tahun itu juga cakap mendistribusikan si kulit bundar selayaknya syarat penjaga gawang modern.


2. Hakim Ziyech

Pemain berdarah Maroko ini mengawali karier profesionalnya di SC Heerenveen, Belanda.

Meski memiliki darah Maroko, Ziyech lahir di Dronten, Belanda. Kariernya semakin cemerlang ketika membela FC Twente, tetapi kemudian berakhir dengan kontroversi.

Ziyech melontarkan pernyataan yang dianggap kurang pantas terhadap klub dan meminta dijual.

Ajax Amsterdam lalu datang dan membelinya pada bursa transfer musim panas 2016. Di klub barunya tersebut, sinarnya semakin terang benderang.

Pemain berusia 26 tahun itu sukses menorehkan 110 penampilan bersama Ajax Amsterdam.

Mampu berposisi di kiri, kanan, tengah, dengan sama baiknya sebagai gelandang serang, Ziyech menghiasi penampilan tersebut sudah mencatatkan 16 gol dan 11 assist sepanjang musim 2018-2019.


1. Matthijs de Ligt

Menyandang ban kapten di usia 19 tahun sudah cukup untuk menilai betapa Matthijs de Ligt dianggap sebagai salah satu permata.

Bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam sejak berusia sembilan tahun, debut profesional bersama tim senior dilakoni pada September 2016 di usia 17 tahun.

Hebatnya lagi, walau berposisi sebagai pemain belakang, de Ligt sukses menghiasi debutnya dengan gol ke gawang Willem II.

Sebulan kemudian, ia dipromosikan dari Jong Ajax (tim cadangan) ke senior dan terus bertahan di skuad asuhan Erik ten Hag.

Hengkangnya Davinson Sanchez pada bursa transfer musim panas 2017 membuat karier de Ligt makin melesat.

Ia bahkan menyandang ban kapten menggantikan Joel Veltman yang cedera ketika usianya baru 18 tahun.

Nama Matthijs de Ligt kian melambung usai memenangi trofi Golden Boy, menyisihkan pemain sekaliber Kylian Mbappe.

Selain tubuhnya yang menjulang tinggi dan kekar sehingga cocok dalam duel udara, de Ligt juga cakap mengolah bola.

Belum lagi, tekelnya termasuk akurat. Mungkin saja pada penutupan bursa transfer musim panas 2019, ia sudah tak lagi berkostum Ajax Amsterdam.

Sumber : okezone.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close