Top Skor

5 Hal yang Bisa Membawa Leicester City Menjuarai Liga Premier Inggris

Leicester City “Si Rubah” saat ini benar-benar mengguncang sepakbola Inggris, tak lain karena prestasinya yang berhasil memuncaki klasemen sementara dengan selisih 5 point dari peringkat dua Tottenham Hotspurs . Leicester bukanlah tim dengan sejarah yang baik di kompetisi terbaik di dunia ini. Bahkan klub ini belum pernah menjuarai Premier League sepanjang pagelarannya.

Namun inilah indahnya sepakbola yang mengajarkan kepada semua peminatnya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Klub dengan kondisi seminimal apapun mampu meraih sukses semaksimal mungkin. Yang harus diingat perjalanan menuju ke tahta juara masih panjang, Leicester harus bisa melewati laga super berat selanjutnya melawan Arsenal. Di bawah ini ada 5 hal yang harus bisa membawa pasukan Ranieri dalam menjuarai EPL, berikut analisanya :
mahrez


1. Konsistensi

Banyak pengamat sepakbola yang berasumsi bahwa langkah sensasional Leicester City untuk menggapai gelar juara Liga Primer akan berakhir di pertengahan musim.
Namun faktanya, setelah pekan ke-25 dengan 13 pertandingan tersisa The Foxes malah semakin perkasa di puncak klasemen Liga Primer.
Dari 25 laga yang telah dilakoni, The Foxes hanya mencatat dua kekalahan yang merupakan jumlah kekalahan paling sedikit yang dicatatkan oleh klub peserta kompetisi Liga Primer musim ini.
Bahkan mereka berhasil selalu mencetak gol pembuka dalam 16 pertandingan sepanjang 25 laga yang telah mereka lakoni tersebut.
Catatan tersebut tentunya tidak lagi bisa disebut sebagai awal penampilan yang baik dan mengesankan, karena catatan tersebut lebih layak disebut sebagai sebuah konsistensi calon juara.

2. Tim Besar dan Lawan Berat
Kemampuan The Foxes untuk memenangkan pertandingan-pertandingan besar mestinya sudah tidak perlu lagi dipertanyakan.
Kemenangan mengesankan 3-1 atas The Citizens setelah sebelumnya mempecundangi Liverpool, dan Tottenham yang notabene nya sedang dalam kondisi on fire adalah bukti nyata.
Menuju tangga juara, The Foxes masih memiliki Arsenal, Man United dan Chelsea yang berstatus sebagai tim besar yang diprediksi akan menjadi tantangan berat yang harus mereka lalui.
Selain mereka juga akan menghadapi ujian berat dari sejumlah klub papan tengah yang kerap menghadirkan kejutan seperti Watford, West Ham dan Southampton.
Selebihnya The Foxes dirasa tidak akan menemui halangan besar. 

3. Minim Cedera
The Foxes sejauh ini bisa dibilang beruntung karena para pemainnya tercatat sebagai klub yang memiliki catatan jumlah pemain cedera paling sedikit keempat di Liga Primer musim ini.
Skuat Claudio Ranieri hanya memiliki catatan cedera 15 kali yang telah membekap para pemainnya.
Sangat berbeda kondisi yang di alami para pesaingnya seperti Manchester City yang memiliki catatan 51 catatan cedera, di susul Man United 40, Tottenham 28 dan Arsenal 22.
Bahkan beruntungnya lagi Ranieri memiliki dua pemain kunci Jamie Vardy dan Riyad Mahrez yang selalu tersedia dalam kondisi bugar untuk setiap laga Liga Primer musim ini.
Tugas Ranieri sekarang adalah bagaimana tetap menjaga kondisi dua pemain kuncinya tersebut selalu dalam kondisi prima dan terhindar dari cedera jangka panjang.

4. Energi Ekstra
Karakter tak kenal lelah dan mobilitas tinggi dalam setiap pertandingan yang ditunjukkan anak-anak Leicester merupakan kunci keberhasilan mereka sejauh ini meskipun tentunya membutuhkan enegi super ekstra.
Namun mereka tentunya tidak perlu khawatir, karena mereka memiliki waktu pemulihan yang lebih banyak ketimbang pesaing mereka lainnya.
Hal ini adalah berkah dari tersingkirnya mereka dari ajang Piala FA dan Piala Liga serta tidak beban pertandingan di kompetisi Internasional.
The Foxes hanya memiliki 13 pertandingan tersisa yang membuat mereka bisa berkonsentrasi untuk menjemput gelar juara dibandingkan dengan para pesaingnya.
Sebut saja Man City yang masih memiliki potensi 25 laga di Piala Liga, Piala FA dan Liga Champions. Tottenham masih memiliki 26 laga tersisa, sembilan di Liga Europa dan empat di Piala FA dan 13 di Liga Primer.
Sementara Arsenal juga masih punya 24 pertandingan karena masih terlibat di Piala FA dan Liga Champions.

5. Materi Pemain Terbaik
Meskipun secara pengalaman juara, Leicester masih tertinggal dari para pesaingnya namun bukan berarti peluang The Foxes untuk jadi juara lantas tertutup.
Secara statistik Manchester City telah menyabet dua gelar juara selama empat musim terakhir. Arsenal belum pernah finis di bawah empat besar sejak tahun 1996. Tottenham belum pernah finis di luar enam besar dalam enam musim terakhir.
Namun, di lapangan, para pemain Leicester berhasil menampilkan performa gemilang yang luar biasa sehingga mereka layak untuk disejajarkan dengan para pemain yang mengisi skuat klub top empat besar tersebut.
Jamie Vardy adalah pencetak gol terbanyak Liga Primer dengan 18 gol, Riyad Mahrez adalah pemain pertama yang berhasil mencapai angka ganda untuk kedua gol dan assist (14 gol, 10 assist).
Sementara di lini belakang tidak ada satu pun bek dari empat klub top tersebut yang berhasil memenangkan clean sheet dari Christian Fuchs (45) atau membuat banyak blok lebih dari Wes Morgan (25).
Bahkan di lini tengah, N’golo Kante menjadi pemain yang memuncaki catatan pencetak interceptions terbanyak Liga Primer (103).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button