Top Skor

5 Kesamaan Juara Peter dan Kasper Schmeichel

Siapa yang tidak mengenal Peter Schmeichel, kalau pun ada berarti orang tersebut adalah pecinta sepakbola baru. Ia dianggap salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Kiprahnya dibawah klub Manchester united memang meninggalkan banyak kenangan baik di liga domestic, Eropa atau timnas sekalipun

Dan saat ini Peter memiliki anak yang juga berposisi sebagai kiper. Dalam sejarah sepakbola ada begitu banyak contoh pesepakbola dimana ayah dan anak berposisi sama, dan dari kesemua yang ada banyak juga yang berakhir miris. Sebagai contoh Johan Cruyff yang prestasinya tidak sanggup diikuti oleh sang anak Jordi Cruyff. Namun beda halnya dengan Peter dan Kasper Schmeichel, dengan berhasilnya Leicester City menjuarai EPL 2016 mempertegas kesuksesan turunan di keluarga Schmeichel. Yang justru menarik selain berhasil, mereka mencatat beberapa kesamaan dalam meraih prestasi tersebut, sebagai contoh :
Peter dan Kasper Schmeichel

1. Juara Liga Primer Inggris di Tanggal 02 Mei

Peter dan Kasper Schmeichel sama-sama berhasil meraih gelar Liga Primer Inggris pertamanya di tanggal yang sama yakni 02 Mei.
Jika Peter meraih gelar Liga Primer Inggris pertamanya pada 02 Mei 1993, sementara sang anak Kasper memastikan gelar liga pertamanya pada 02 Mei 2016.

2. Juara di Usia 29 Tahun

Selain sama-sama meraih gelar liga pertamanya di tanggal yang sama yakni 02 Mei, ayah dan akan ini juga meraih gelar liga pertamanya tersebut di usia yang sama yakni 29 tahun.
Saat meraih gelar tahun 1993 silam bersama Manchester United, Peter berusia 29 tahun. Begitu juga dengan Kasper yang berusia 29 tahun saat memastikan gelar juara bersama Leicester City.
“Pada 02 Mei 2016, Kasper Schmeichel juga menjadi juara dalam usia 29 tahun dan Leicester City tak perlu bertanding karena Tottenham tidak menang,” tulis Peter Schmeichel.

3. Meraih Trofi Tanpa Harus Bertanding

Peter dan Kasper juga sama-sama berhasil meraih gelar Liga Primer Inggris pertamanya tanpa harus bertanding.
Peter memastikan gelar juara pertamanya bersama Manchester United pada musim 1992/93 silam melalui hasil minor tim lawan. Saat itu Peter juga harus menunggu lebih dulu hasil rivalnya sebelum mengangkat trofi.
“Pada 02 Mei 1993, saya berusia 29 tahun dan memenangi gelar juara Premier League tanpa harus bertanding karena rival kami tak menang,” tulis Peter Schmeichel di akun Twitter pribadinya.

Kala itu pada 02 Mei 1993, Aston Villa yang menjadi pesaing utama Manchester United menelan kekalahan 0-1 atas Oldham Athletic. Hasil buruk tersebutlah yang membuat raihan poin Manchester United mustahil dikejar Aston Villa dengan sisa dua laga.
Saat ini bersama Leicester, Kasper juga memastikan gelar juara tanpa harus bertanding karena hasil imbang 2-2 dari rival terdekatnya, Tottenham Hotspur kontra Chelsea cukup bagi The Foxes.

4. Juara Saat Pertandingan Masih Menyisakan Dua Pekan

Serupa dengan sang ayah, Kasper juga memastikan gelar juara pertamanya saat laga Liga Primer Inggris masih menyisakan dua pekan. Namun bedanya kala itu Peter memastikan juara pada pekan ke-40 sementara Kasper pada pekan ke-36.

Meski meraih gelar di pekan yang berbeda namun keduanya tetap dipastikan meraih gelar dengan sama-sama menyisakan dua laga. Tim peserta Liga Primer Inggris di era Peter masih berjumlah 22 tim. Jumlah tim peserta berubah dan dikurangi menjadi 20 tim saat memasuki musim 1995/96.

5. Kesamaan sebagai Kiper Utama

Kesamaan terakhir adalah fakta bahwa ayah dan anak ini adalah pilihan pertama di klubnya masing-masing. Namun perlu diingat juga bahwa klub mereka juara ini bukanlah klub pertama di perjalanan karirnya. Sang anak sempat bermain di Manchester City sementara sang ayah di Brondy.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close