Top Skor

6 Pemain yang Seharusnya Tidak Dijual Inter Milan

Inter Milan merupakan klub besar di Italia dan salah satu yang terbesar di Eropa. Berbicara gelar pun untuk gelar domestic, klub ini masih kalah dari Juventus sementara untuk level Eropa masih kalah dengan AC Milan. Hanya sejarah panjang klub ini membawa mereka ke satu kebanggaan dalam balutan jersey biru hitamnya.

Satu tradisi negative di klub ini adalah sering sekali klub ini mendapatkan pemain berkualitas dan layu ketika bermain untuk Inter, hanya setelah dijual pemain-pemain tersebut bersinar dan bahkan menjadi legenda klub barunya. Sebagai contoh kami memiliki 6 pemain yang menjadi hebat karena meninggalkan Inter, diantaranya :

carlos

  1. Roberto Carlos

Roberto Carlos dikenal sebagai sosok bek tangguh saat bermain bersama tim nasional Brasil dan juga Real Madrid. Ia pun menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan negaranya memenangkan Piala Dunia 2002.

Sebelum menjadi pemain yang sangat diandalkan di lini pertahanan Real Madrid, ternyata, Roberto Carlos juga pernah memperkuat Inter Milan di musim 1995/96, tetapi hanya berhasil bermain di 30 laga dan mencetak lima gol.

Penampilan biasa-biasa saja tersebut membuat Inter memutuskan untuk menjualnya ke Real Madrid pada musim panas 1996. Justru bersama El Real, Carlos menjadi salah satu bek paling tangguh dalam sejarah. Dalam kurun waktu 1996 hingga 2007, dia berhasil memenangi empatgelar La Liga, dan tiga gelar Champions League.

Sepertinya pihak klub terlalu cepat mengambil keputusan untuk menjual pemain yang kini berusia 43 tahun itu.

  1. Dennis Bergkamp

Dennis Bergkamp memulai karier sepak bolanya bersama skuat junior Ajax Amsterdam di tahun 1981, performa gemilangnya kemudian membuat dia ditarik ke skuat utama di tahun 1986.

Bersama Ajax, Bergkamp pun sukses mencetak 103 gol dari 185 laga. Raihan tersebut kemudian membuat Inter memboyongnya di tahun 1993. Dua musim di Italia, ternyata Bergkamp gagal memenuhi ekspektasi klub, ia pun dijual ke Arsenal di tahun 1995.

Bersama Arsenal, pemain asal Belanda itu seperti sukses menemukan penampilan terbaiknya lagi. Selain berhasil mencetak 87 gol dari 315 pertandingan. Pria yang kini berusia 47 tahun itu juga berhasil memenangkan sejumlah gelar bergengsi, seperti tiga gelar Premier League, empat FA Cup dam tiga Community Shield.

  1. Clarence Seedorf

Sepertinya penjualan Clarence Seedorf menjadi salah satu penjualan terburuk yang pernah dilakukan Inter Milan.

Pemain asal Belanda itu memulai kariernya bersama Ajax di tahun 1992. Sebelum memutuskan untuk berkarier dengan Inter Milan, ia sudah bermain bersama Real Madrid dan klub asal Italia lainnya, Sampdoria.

Memperkuat Nerazzurri selama dua musim, Seedorf pun sukses mencatatkan 64 pertandingan dan mencetak delapan gol. Di tahun 2002 pemain yang kini berusia 40 tahun itu kemudian memutuskan untuk bergabung dengan rival abadi Inter, AC Milan.

Keputusan Inter untuk menjual Seedorf juga dapat dikatakan sebagai langkah yang salah, karena bersama Milan, Seedorf berhasil menjadi pemain yang sangat diandalkan dan memenengkan beberapa gelar bergengsi, seperti Serie A, Coppa Italia, Supercoppa Italiana, Champions League hingga trofi Piala Dunia Antarklub.

  1. Philippe Coutinho

Philippe Coutinho bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2010, saat usianya 18 tahun. Coutinho pun disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda yang akan memiliki masa depan cerah di Italia.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, pemain asal Brasil itu hanya mampu bermain di 28 pertandingan dan mencetak tiga gol, bahkan ia harus dipinjamkan ke Espanyol.

Tak mau terus dipinjamkan, Coutinho pun kemudian membuat langkah besar dengan hijrah ke Premier League dan bergabung dengan Liverpool. Kini hingga musim 2016/17, Coutinho pun sudah berhasil bermain di 129 laga dan mencetak 27 gol.

Penjualan Coutinho sepertinya juga menjadi salah satu kesalahan besar yang dilakukan Inter Milan.

  1. Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci memulai karier sepak bolanya bersama skuat junior Inter Milan di tahun 2005, dan berhasil masuk ke tim utama di tahun yang sama.

Namun masuk ke skuat utama tak membuat pemain asal Italia itu langsung menjadi starter, malah ia kerap menjadi pemain yang terus menerus dipinjamkan. Tak mau terus berada di dalam ketidakpastian, Bonucci pun kemudian memilih hengkang ke Juventus di tahun 2010 setelah sebelumnya memperkuat Bari selama satu musim.

Bergabung bersama Juventus di tahun 2010, ia pun menjadi sosok vital di balik keberhasilan timnya memenangkan lima gelar Serie A di musim 2011/12 hingga 2015/16.

  1. Andrea Pirlo

Nama Andrea Pirlo sepertinya bukanlah nama yang asing lagi. Selama berkarier sebagai pemain, dirinya telah sukses mempersembahkan trofi-trofi bergengsi pada setiap klub yang dibelanya.

Pirlo mulai mencuri perhatian saat bergabung ke AC Milan di tahun 2001. 10 tahun di San Siro, pemain asal Italia ini menjadi sosok vital di balik raihan prestasi yang dtorehkan Rossoneri.

Hal yang sama terulang saat Pirlo kemudian memutuskan bergabung bersama klub Serie A lainnya, Juventus.

Meskipun usianya sudah tak muda lagi, pemain yang kini tengah berkarier di Amerika Serikat itu berhasil memenangkan empat gelar Serie A secara beruntun. Tak hanya memenangkan Serie A, Pirlo pun membuat La Vecchia Signora juga memenangkan Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Tak hanya berprestasi di level klub, pemain yang kini berusia 37 tahun itu juga sukses membawa Italia menjuarai Piala Dunia 2006 lalu. Penjualan Pirlo jelas menjadi penjualan pemain yang sangat merugikan inter.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close