Top Skor

5 Transfer Terburuk Guardiola Ketika Melatih Barcelona

Jose Mourinho telah merapat ke Manchester United dan memboyong pemain sekelas Ibrahimovic ke Old Trafford. Dan tetangga sebelahnya Manchester City telah mendapatkan pelatih jenius dalam diri Pep Guardiola. Dan sampai sejauh ini Guardiola lebih cepat dalam transfer pemain, lihat saja bagaimana pemain seperti Gundongan, Nolito dan Arteta sudah bergabung dengan City.

Namun berbicara tentang Pep, pelatih yang kaya prestasi ini ternyata pernah melakukan transfer buruk ketika berjaya di Barcelona. Pelatih berkepala plontos ini tercatat 5 kali melakukan transfer yang berakhir sia- sia. Dan siapa sajakah pemain dengan titel transfer terburuk yang pernah dilakukan Guardiola tersebut, berikut datanya :
pep

5. Henrique

Ketika diboyong ke Barcelona dari Palmeiras, Henrique masih berusia 21 tahun. Ketika itu namanya menjulang usai melakukan debut dengan tim nasional Brasil lawan Venezuela.

Sayang, di Barcelona performa Henrique tidak sesuai harapan. Di musim pertamanya, dia langsung dipinjamkan ke klub Jerman, Bayer Leverkusen.

Henrique tampil di 27 pertandingan bersama Leverkusen dan membawa klub tersebut ke final Piala Jerman. Barcelona pun kepincut membawanya pulang dan sempat diberikan nomor 23.

Sayang, di Barcelona, lagi-lagi namanya tenggelam. Henrique pun kembali dipinjamkan ke klub lain. Setelah sempat dipinjamkan ke Racing Santander, Henrique akhirnya “dikembalikan” ke Palmeiras saat kontraknya berakhir dengan Barcelona pada 2012.


4. Martin Caceres

Martin Caceres adalah salah pemain yang rekrutan awal saat Guardiola ditunjuk jadi pelatih Barcelona. Saat diboyong dari Villarreal, pada 2008, harganya cukup mahal, mencapai 12 juta euro atau sekitar Rp 180 miliar.

Menariknya, ketika Caceres sebenarnya belum pernah membela Villarreal. Pada musim 2007/08, dia dipinjamkan Villarreal ke klub promosi La Liga, Recreativo Huelva.

Di Barcelona, karier Caceres pun tak kentara. Selain kesulitan bersaing dengan bintang yang ada, pemain asal Uruguay ini juga kerap berurusan dengan cedera. Di Barcelona Caceres hanya tampil di 13 laga pada periode 2008-2011.

Dia lalu dipinjamkan ke Juventus dan Sevilla. Peruntungan Caceres ternyata ada di Juventus. Setelah dipermanenkan, dia mengantar Juventus memenangi scudetto empat musim berturut-turut.

3. Dmytro Chygrynskiy

Nama Dmytro Chygrynskiy menjulang di negaranya, Ukraina, saat memenangkan gelar liga lima musim berturut-turut bersama Shakhtar Donestk. Performanya pun membawa Barcelona kepincut.

Chygrynskiy pun diboyong ke Barcelona dengan transfer cukup mahal, 25 juta euro. Chygrynskiy menjadi pemain Ukraina pertama yang merumput di La Liga Spanyol.

Awalnya, kubu Barcelona percaya, Chygrynskiy, adalah sosok yang tepat untuk mengganti bek veteran Carles Puyol. Namun, prediksi mereka keliru. Dua musim bersama Barcelona, Chygrynskiy tak kunjung memperlihatkan performa terbaiknya.

Pada 2008-2010, pemain belakang berambut panjang ini hanya tampil 14 kali untuk Los Azulgrana. Barcelona pun memutuskan menjual kembali Chygrynskiy ke Shakhtar. Namun, harganya turun drastis. Barcelona hanya mendapat 15 juta euro.

2. Aleksandr Hleb

Nama Aleksandr Hleb pertama kali menjulang saat membela Stuttgart di Bundesliga Liga Jerman. Pemain asal Belarus ini pun semakin dikenal saat bergabung dengan Arsenal.

Dari sinilah kekaguman Guardiola dan Barcelona muncul. Tanpa pikir panjang mereka memboyong Hleb ke Nou Camp. Harganya pun cukup mahal, 15 juta euro.

Tapi, transfer Hleb tersebut seperti jadi mimpi buruk bagi sang pemain. Di Barcelona, Hleb malah jadi penghangat bangku cadangan abadi.

Hleb lalu dipinjamkan ke Birmingham City, Wolfsburg, dan klub lamanya, Stuttgart.Pada 2012, Hleb direkrut klub Rusia, Krylia Sovetov. Pada 2015, Hleb sempat pulang kampung dan bergabung dengan BATE Borisov. Namun, mulai 2016 ini dia membela klub Turki, Genclerbirligi.

1. Keirrison

Keirrison mungkin bisa dibilang sebagai transfer paling “aneh” yang pernah dilakukan Barcelona. Pada 2009, dia didatangkan dari Palmeiras (Brasil) seharga 14 juta euro.

Harga ini terbilang sangat mahal karena sebelumnya nama Keirrison sama sekali belum pernah terdengar. Benar saja, di Barcelona, Keirrison sama sekali tak bisa bicara banyak.

Di lalu dipinjamkan ke Benfica, Fiorentina, dan tiga klub Brasil: Santos, Cruzeiro, serta Coritiba. Akhirnya pada tahun 2014, dia dikontrak permanen oleh Coritiba.

Praktis, selama periode 2009–2014, Keirrison sama sekali tak pernah beseragam Barcelona. Padahal, pada periode tersebut, kontrak Keirrison tercatat atas nama Barcelona.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button