Top Skor

10 Bek Sayap Paling Ofensif Dalam Sejarah Sepakbola Dunia

Sepakbola saat ini cenderung memainkan formasi 4-3-3 dimana pola menyerang dengan sentuhan satu dua lebih dihidupkan. Berbeda ketika era Sir Alex Ferguson masih melatih di Manchester United dimana banyak tim memainkan formasi 4-4-2 dan mengandalkan umpan lambung dari kedua sisi sayap. Inilah dua formasi yang dalam 20 tahun terakhir paling sering digunakan dan menghasilkan banyak pemain legendaries.

Pola 4-4-2 melahirkan pemain legendaries seperti Beckham, Giggs, Overmars atau Mc Manaman. Sementara 4-3-3 melahirkan pemain seperti Iniesta, Xavi atau Messi. Hanya saja jangan lupakan peran bek sayap yang membantu serangan di formasi ini. Bek-bek sayap inilah yang menyeimbangkan tim untuk mengatur kapan harus bertahan dan kapan harus menyerang. Dan inilah bek-bek sayap terbaik sepanjang masa :

carlos

10. Roberto Carlos

Pengemas 125 caps untuk Brasil ini, boleh dikatakan sosok revolusioner untuk seorang fullback ofensif, dan menjadi panutan banyak pemain di posisinya, terutamanya di Brasil. Legenda Real Madrid ini memiliki kecepatan berlari di posisinya sebagai bek kiri, dapat memberikan umpan silang jitu, atau melepaskan tembakan jarak jauh.

Bahkan jika diingat, tendangan geledeknya saat mengeksekusi tendangan bebas, membuat pagar betis lawan kerap menutup wajahnya, karena takut terkena arah tembakan bola kencang Carlos.

9. Javier Zanetti

Entah butuh waktu berapa lagi atau mungkin puluhan tahun, untuk melihat pemain sekaliber Javier Zanetti. Legenda dan mantan kapten Inter Milan, mengemas 800 kali penampilan lebih bersama La Beneamata.

Zanetti dapat bermain di kedua posisi sama baiknya, dan mendapat julukan ‘traktor’ karena daya tahan tubuhnya yang baik. Zanetti jarang cedera, dan kerap naik membantu serangan timnya saat bermain dahulu. Ia juga bagian bersejarah treble winners Inter pada 2010.

8. Cafu

Brasil di masa lalu memiliki dua full back terbaik dunia. Di kiri ada Carlos, dan di kanan ada legenda AC Milan, Cafu. Pengemas 142 caps bersama Brasil itu memiliki stamina yang kuat, dan bermain taktis.

Cafu tahu kapan harus membantu pertahanan, dan naik membantu serangan dengan efektif. Ia sudah memenangi Piala Dunia 1994, dan 2002 bersama Brasil. Jelas, ia salah satu full back ofensif terbaik dunia sepanjang masa.

7. Bixente Lizarazu

Eropa juga tidak mau kalah dalam mengirim perwakilannya dalam deretan full back ofensif. Prancis memiliki Lizarazu yang bermain di era 1990-an hingga awal 2000-an. Eks pemain Girondins Bordeaux, dan Bayern Munchen, merupakan salah satu full back ofensif terbaik dunia pada masanya.

Ia memenangi Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis, dan memiliki penyelesaian akhir yang baik di pertahanan lawan, menunjukkan bahwa Lizarazu sering naik membantu serangan timnya.

6. Ashley Cole

Di masa mudanya saat bermain bersama Arsenal, Chelsea, dan Timnas Inggris. Cole dikenal sebagai bek kiri terbaik Inggris, dan dunia di posisinya itu. Bermodalkan kecepatannya, Cole sering membantu serangan dan turun untuk menutup pergerakan lawan di sisi kiri pertahanan.

Kaki kiri yang menjadi kekuatannya kerap melepaskan umpan silang yang akurat, dan Cole juga tidak ragu melakukan tusukan langsung dari sektor kiri serangan timnya.

5. Marcelo

Pelatih Marcelo mungkin bisa saja sesekali berjudi, menempatkannya sebagai gelandang sayap atau winger kiri. Pasalnya kapten kedua Real Madrid itu sangat ofensif sebagai bek kiri.

Marcelo bak menjadi gelandang sayap Madrid saat bermain, karena kerap melakukan tusukan di sektor kiri. Baik tusukan masuk berupa penetrasi ke pertahanan lawan, atau memberikan umpan silang.

4. Daniel Alves

Gelimang trofi dan kesuksesannya bersama Barcelona, sudah cukup membuktikan kualitas Alves. Memang, Barcelona sudah menjadi salah satu klub terbaik dunia, berkat filosofi bermain mereka, dan keberadaan sosok megabintang dunia, Lionel Messi.

Namun tak mudah mencari bek kanan yang ofensif seperti Alves. Bek Brasil berusia 33 tahun kerap menjadi solusi saat Barcelona buntu gol, dan memecahnya via gol Alves, atau bahkan memberi assist.

3. Jordi Alba

Sebelum Alves pindah ke Juventus musim ini. Duetnya bersama Jordi Alba, yang menjadi bek kiri, sangat mematikan dan jadi ancaman nyata bagi lawah Barcelona. Alba sangat ofensif, dengan kecepatannya naik untuk membantu serangan.

Ia sudah menunjukkannya bersama Valencia, Barcelona, dan juga Timnas Spanyol. Alba juga kerap melepaskan tembakkan saat berada di zona pertahanan lawan.

2. Philipp Lahm

Tidak terlihat seperti pemain yang sudah berusia 32 tahun, Lahm tetap merupakan salah satu full back ofensif, dan paling jenius dunia. Ia bisa bermain sama baiknya di posisi kiri dan kanan.

Bahkan berkat bakatnya dalam memahami strategi itu, Josep Guardiola pernah menempatkan Lahm sebagai gelandang jangkar dalam formasi 4-1-4-1. Kapten Bayern Munchen dan Jerman kala menjuarai Piala Dunia 2014 ini akan selalu dikenang sebagai full back terbaik dunia.

1. David Alaba

Kencang, punya kaki kiri yang kuat, dan pemahaman taktik yang baik di usia muda. Alaba diprediksi akan terus berkembang menjadi pemain yang dewasa, dan akan menjadi bek kiri ofensif terbaik dunia.

Ia belajar langsung dari Lahm di Bayern, dan juga bisa bermain di banyak posisi dari bek tengah, gelandang bertahan, hingga gelandang serang.

Dipromosikan dari tim junior pada tahun 2010, dan menjalani masa peminjaman di Hoffenheim pada paruh kedua musim 2010/11, Alaba kini menjadi sosok tak tergantikan di sektor kiri pertahanan Bayern Munchen.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker