Top Skor

5 Penyerang Indonesia yang Paling Populer

 

Indonesia yang merupakan negara terbesar ketiga di dunia, merupakan negara yang menjadikan sepakbola sebagai olahraga paling favorit.Namun jumlah penikmat sepakbola di negara ini tidak berbanding lurus dengan prestasi sepakbola di tanah air ini. Indonesia sudah sangat jarang memenangkan sebuah prestasi internasionalnya, jangankan di tingkat Asia  bahkan di tingkat Asia Tenggara sekalipun kita sulit berprestasi.

 

Namun prestasi yang jauh dari harapan itu tidak menjadikan negara ini miskin pemain bertalenta. Ada begitu banyak nama pemain yang silih berganti mengisi di posisi pemain inti untuk mengharumkan nama bangsa ini. Dan di bawah inikami memiliki 5 nama penyerang yang paling popular untuk rakyat Indonesia. Dan berikut daftarnya :

Bambang Pamungkas usai cetak gol keempat Indonesia saat vs Palestina dalam Friendly Match di stadion Manahan Solo, 22/08/11. Farid Fandi/Jawa Pos

  1. Ricky Wayobi

Semasa aktif, Ricky Yakobi merupakan striker andalan Timnas Indonesia pada era 1980-an. Ia memperkuat skuat Garuda mulai 1985 hingga 1991.

Prestasi terbaik mantan pemain PSMS Medan dan Arseto Solo itu adalah membawa Tim Merah-Putih meraih gelar SEA Games 1987. Ricky mencetak satu gol kala mengalahkan Burma (sekarang Myanmar) dengan skor 4-1 di semifinal.

Di final, Timnas Indonesia menang tipis atas Malaysia via gol Ribut Waidi. Ricky dkk. berhasil memberikan medali emas pertama bagi Indonesia dari cabang sepak bola.

Salah satu momen yang tak terlupakan dari sosok Ricky adalah gol indahnya ke gawang Uni Emirat Arab di Asian Games 1986. Pengoleksi dua gelar top skorer Galatama membuat publik terpukau dengan dengan voli jarak jauh yang bersarang ke gawang lawan.

Pasca Asian Games, Ricky menjajal peruntungan dengan bermain di luar negeri bersama klub asal Jepang, Matsushita FC (sekarang Gamba Osaka). Pria yang kini berusia 53 tahun menjadi pemain pertama yang bermain di kompetisi Negeri Sakura itu.

Sayangnya, karier Ricky bersama Matshushita tidak berjalan mulus. Ia jarang turun bermain karena lebih banyak diterpa cedera. Meski begitu, Ricky pernah berujar bahwa pengalaman bermain di luar negeri membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tidak gampang menyerah.

 

  1. Widodo Cahyono Putra

Nama Widodo Cahyono Putro menjadi buah bibir persepak bolaan dunia setelah mencetak gol indah ke gawang Kuwait pada Piala Asia 1996. Bahkan, gol lewat aksi akrobatik itu dinobatkan sebagai gol Piala Asia edisi ke-11 yang digelar di Uni Emirat Arab.

Selain dikenang karena gol indahnya itu, Widodo yang kini menukangi Sriwijaya FC, dikenal sebagai striker yang licin sulit dikawal dan memiliki kecepatan di atas rata-rata. Kariernya di Tim Merah-Putih juga berjalan cukup lama dari tahun 1991 hingga 1999.

Selama itu, Widodo tercatat bermain dalam 55 pertandingan bersama Timnas Indonesia. Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, berusia 45 tahun itu juga masuk daftar Tim Merah-Putih yang meraih gelar SEA Games 1991 yang diarsiteki Anatoli Polosin.

Di level klub, Widodo hanya meraih dua gelar juara kala mengantarkan Persija Jakarta meraih gelar Liga Indonesia tahun 2001 dan Petrokimia Putra di musim selanjutnya. Saat berkostum Petrokimia Putra, Widodo sempat mempersembahkan runner-up Liga Indonesia edisi perdana 1995-1996.

Setelah memutuskan gantung sepatu, Widodo bersama sejumlah rekan seangkatannya macam, Edy Harto, Aji Santoso kerap kali masuk staf tim kepelatihan Timnas Indonesia. Ia bahkan sempat menukangi Timnas U-20 kala berlaga di Sultan Halsanah Bolkiah Cup pada tahun 2012. Kini, ia menukangi Sriwijaya FC di Torabika Soccer Championship 2016

  1. Kurniawan Dwi Yulianto

Pemain jebolan program pelatnas jangka panjang di Italia berlabel PSSI Primavera ini dianugerahi bakat besar. Kurus, sapaan akrabnya, memiliki insting mencetak gol yang tinggi dan kecepatan di atas rata-rata.

Kelebihan itu pula yang membuat pemain yang kerap gonta-ganti klub begitu sulit dihadang bek-bek lawan. Berkat kehebatannya pula, Kurniawan sempat mencicipi persaingan di kompetisi Eropa bersama klub Swiss, FC Luzern (1994-1995).

Mantan pemain Pelita Jaya dan PSM Makassar itu memakai kostum Timnas Indonesia dari 1995 sampai 2006. Dalam rentang waktu itu, ia berhasil mencetak 31 gol. Koleksi gol yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua terbanyak di bawah juniornya, Bambang Pamungkas.

Meski begitu, karier Kurniawan tak lepas dari sisi kelam. Pemain yang pernah memperkuat klub Malaysia, Sarawak FA itu sempat mengalami masa sulit karena mengonsumsi narkoba.

Beruntung, Kurniawan bisa bangkit dan mengembalikan kariernya yang sempat meredup. Hingga kini, nama Kurniawan pun masih harum bagi pencinta sepak bola di Tanah Air.

  1. Bambang Pamungkas

Melakoni laga debut bersama Timnas Indonesia pada 2 Juli 1999. Kala itu, Bepe, sapaan akrabnya, mencetak sebuah gol saat Tim Merah Putih bermain imbang 2-2 dengan Lituania.

Sejak debutnya itu, karier Bambang begitu akrab dengan gol. Prestasi juga diukirnya pada gelaran Piala AFF (dulu Piala Tiger) dengan merengkuh gelar top skorer tahun 2002.

Ia mencetak 8 gol dari 6 pertandingan. Namun, Bambang tidak mampu memberikan gelar juara bagi Indonesia lantaran harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up. Di final, Indonesia kalah adu penalti dari Thailand dengan skor 2-4 (2-2).

Pemain yang memiliki kelebihan dalam duel udara itu masih menjadi pemain yang memegang caps dan pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia. Pemain yang memutuskan pensiun dari Tim Merah Putih tahun 2013 mengoleksi 85 caps dan 37 gol.

Di level klub, Bepe merupakan ikon klub Persija Jakarta. Ia juga sukses membawa Tim Macan Kemayoran meraih gelar Liga Indonesia tahun 2001. Saat ini, meski tak lagi muda, Bepe juga masih menjadi bagian penting tim ibu kota di TSC 2016.

  1. Boaz Solossa

Nama pemain bernama lengkap Boaz Theofilius Erwin Solossa tampil memukau dalam kiprah pertamanya bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2004. Kala itu, adik dari Ortizan dan Nehemia Solossa itu langsung disebut sebagai bocah ajaib.

Julukan itu diberikan karena penampilan impresif Boaz bersama Tim Merah-Putih. Padahal, saat itu Bochi, sapaan akrabnya, masih belum genap berusia 20 tahun.

Sepanjang turnamen tersebut, Boaz tak henti membuat publik berdecak kagum. Kapten Persipura Jayapura itu mengakhiri turnamen Piala AFF pertamanya dengan mencetak 4 gol atau terpaut 3 gol dari striker berpengalaman, Ilham Jaya Kesuma.

Seusai tampil apik di Piala AFF, karier Boaz terus menanjak dan selalu menjadi pilihan pelatih Timnas Indonesia. Namun, cedera patah kaki saat melawan Hong Kong sempat membuat sinar Boaz meredup.

Saat Timnas diarsiteki Jacksen Tiago, Boaz sempat dipercaya menjadi kapten tim. Ia juga mencetak satu-satunya gol Timnas Indonesia kala takluk 1-8 dari Uruguay pada 2010.

Kini, Boaz masuk dalam 47 pemain seleksi Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl. Jika terpilih masuk skuat final, Boaz berpotensi mengulangi pencapaiannya saat melakoni debut di turnamen paling akbar se-Asia Tenggara itu.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close