Top Skor

5 Keluhan Mourinho Selama Karier Kepelatihannya.

 

 

Siapa yang tidak pernah mendengar Mourinho mengeluh, ia walaupun ia manager top dunia namun orang lebih banyak yang melihat Mou sebagai sosok yang controversial. Ada begitu banyak aksinya di atas lapangan yang membuat kita tidak tahan untuk ikut berkomentar. Salah satu hal yang paling sering dilakukannya adalah mengeluh karena kalah dan menyalahkan wasit.

 

Mou juga terkenal kerap mempertunjukkan gesture yang memancing kemarahan. Contohnnya saja selebrasinya ketika timnya berhasil memenangkan laga.Dan dibawah ini kami memiliki beberapa catatan tentang keluhan yang pernah terlontarkan oleh Mourinho selama karir kepelatihannya.Seperti apa keluhannya, berikut diantaranya :

José Mourinho

  1. Saat itu, Jose Mourinho adalah pelatih Chelsea, dan timnya sedang menghadapi Barcelona di Liga Champions, tepatnya di partai 16 besar.

 

Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 tersebut, Chelsea terpaksa bermain dengan sepuluh pemain, setelah salah satu dari pemain Chelsea, Asier del Horno, menjatuhkan Lionel Messi dari belakang. Karena Horno sudah mendapatkan kartu kuning sebelumnya, dia kemudian harus keluar dari lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua.

 

Mourinho menganggap insiden tersebut membuat anak asuhnya tidak bisa mengimbangi Barcelona dalam hal permainannya, karena hanya bermain dengan 10 pemain. Bahkan, Mourinho menyebutkan Messi sebagai pria yang ‘pandai berakting’.

 

“Barcelona adalah kota kebudayaan yang memiliki banyak theater, dan sepertinya Messi sudah belajar dengan baik di sana, yakni belajar untuk bermain akting,” sindir Mourinho di konferensi pers setelah pertandingan.

 

2. Mengeluh tidak bisa membeli lebih banyak pemain baru ( Mourinho saat melatih Chelsea musim 2007/2008)

 

Pada musim itu, Chelsea hanya bisa membeli 3 pemain baru, yakni Nicolas Anelka dari Bolton Wanderers ( 15 juta poundsterling atau Rp 252 miliar ), Juliano Belleti dari Barcelona ( 5 juta euro atau Rp 72,9 miliar ), dan Branislav Ivanovic dari Lokomotiv Moscow ( 9,7 juta pound ). Hal tersebut disesalkan oleh Mourinho. Bahkan dia menyampaikan, kurangnya dana transfer berpengaruh pada penampilan tim.

 

“Saya mengandaikannya seperti telur dan omelet. Tidak ada telur, tidak ada omelet. Semua tergantung kualitas telurnya. Ada telur kualitas tinggi, sedang dan rendah. Jika saya ingin telur kualitas satu, dan tidak punya uang untuk membelinya, saya tidak bisa membuat omelet yang saya inginkamn,” jelas Mourinho pada tanggal 12 Oktober 2007.

 

 

3. Mengakui bahwa Chelsea tidak bisa lepas dari kekalahan ( Mourinho saat menanggapi 3 kekalahan Chelsea di musim 2014/2015)

 

Pada musim 2014/2015, Chelsea menempati peringkat 1 dan hanya mengalami 3 kekalahan, yakni pada saat melawan Newcastle United, Tottenham Hotspur, dan West Bromiwich Albion.

 

Menanggapi hal tersebut, Mourinho menegaskan bahwa timnya bukanlah Arsenal, yang berhasil memenangi liga dengan tak terkalahkan pada Premier League musim 2003/2004.

 

“Saya tidak berpikir bisa melewati musim itu tanpa mengalami kekalahan sekalipun,” jelas Mourinho.

 

“Ketika Arsenal melakukannya, itu hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Lagipula, hal itu tidak akan terjadi di Premier League yang kompetitif. Sejarah yang dibuat Arsenal akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam sejarah,” ucapnya.

 

 

4. Keluhan pada saat kalah dari Newcastle ( Chelsea vs Newcastle, 7 Desember 2014 )

 

Pada pertandingan ini, Newcastle menang dari Chelsea dengan skor 2-1, dan dua gol kemenangan tersebut dicetak oleh Papis Cisse.

 

10 menit pertandingan terakhir, Newcastle menempatkan 10 pemainnya di lini belakang, dan membuat Chelsea tidak berkutik.

 

Menanggapi hal tersebut, Mourinho menyebutkan bahwa Newcastle bermain seperti sapi, karena bermain membosankan.

 

“Newcastle seharusnya menempatkan sapi di tengah lapangan, dan membiarkannya berjalan di lapangan. Mereka bermain seperti sapi karena mereka bermain dengan lambat. Mereka seharusnya tidak lakukan hal itu. Mereka bisa bertahan, tapi tidak begini caranya,” sindir Mourinho.

 

 

5. Keluhan terhadap ball boy ( Chelsea vs Crystal Palace, 30 Maret 2014 )

 

Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Crystal Palace, ball boy dari Crystal Palace terlambat memberikan bola kepada pemain Chelsea, yang segera harus melakukan lemparan ke dalam. Mourinho kemudian mendekati Azpilicueta yang mencoba merebut bola itu dari ball boy, dan mencegah insiden yang tidak diinginkan.

 

“Saya kira Cesar Azpilicueta merasa emosional dengan ball boy tersebut, namun jika hal tersebut dibiarkan, dia akan terkena masalah. Saya kemudian mendekati ball boy tersebut, dan mengatakan ‘jika kamu mengulangi hal itu, saya akan memukulmu,’ kepada ball boy tersebut,” jelas Mourinho pada saat konferensi pers.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button