Top Skor

5 Alasan Mourinho Memanggil Kembali Schweinsteiger ke tim utama MU

 

Bastian Schweinsteiger bukanlah pemain sembarangan, ia merupakan juara dunia di piala dunia Brazil. Dia juga merupakan kapten kedua timnas Jerman setelah Philip Lahm. Ia juga pernah memenangi liga champion bersama Bayern Muechen. Terlebih di dibeli mahal diusianya yang sudah kepala tiga dari Muenchen ke MU.

 

Namun menunjukkan otoritasnya sebagai pemimpin dengan mendepak pemain ini bahkan namanya tidak dilibatkan dalam daftar cadangan tim sampai dengan saat ini. Namun Mou mulai mencair dan mulai memanggil Schweinsteiger kembali untuk berlatih bersama tim inti. Apa yang kira-kira menjadi alasan Mou berubah untuk kasus Schweinsteiger ini, berikut ulasannya :

Schweinsteiger

  1. Berbagai Tekanan

Media bak membantu para figur olahraga Jerman, seperti Manuel Neuer, Michael Ballack, Lukas Podolski, dan Karl-Heinz Rummenigge, dalam menekan kasus pengasingan Schweinsteiger oleh Mourinho.

Tekanan bertubi-tubi hingga kritikan pedas pun disinyalir turut mempengaruhi keputusan Mourinho, untuk kembali memanggil Schweinsteiger berlatih bersama tim utama. Kebanyakan dari kritik itu, menegaskan bahwa Schweinsteiger tidak pantas mendapat perlakuan tidak terhormat dengan mendepaknya dari tim utama Setan Merah.

  1. Mencoba “Berpolitik”

Bisa jadi alasan utama Mourinho memanggil kembali Schweinsteiger. Terlepas dari basa-basi Mourinho akan kehadiran Schweinsteiger, untuk melengkapi sesi latihan taktis Man United, karena banyak pemain yang cedera, namun disinyalir ia memanggil Schweinsteiger, untuk menarik simpatisan fans, media, dan tentunya pemain-pemain Man United.

 

Tentu di musim perdananya melatih Man United, Mourinho tidak ingin mencari masalah tambahan, setelah klub tak meraih satupun kemenangan di Premier League pada Oktober 2016.

 

Apalagi Mourinho berkata, bahwa pemanggilan Schweinsteiger baik bagi atmosfer klub dan juga manusiawi memanggilnya, setelah ia menjaga kondisi fisik dengan baik.

  1. Berbagi Pengalaman

 

Paul Pogba merupakan satu gelandang yang dipastikan bermain dalam formasi 4-2-3-1 sebagai gelandang jangkar. Tandem terbaiknya saat ini adalah Ander Herrera, dan ia juga memiliki mentor dalam diri Michael Carrick.

 

Namun Carrick telah berusia 35 tahun dan tidak bisa tampil di setiap laga musim ini, sementara Mourinho juga harus mencari pendamping lainnya untuk Pogba, jika Herrera absen, dan pemain lain tampil tidak sesuai ekspektasi, seperti Marouane Fellaini dan Morgan Schneiderlin.

 

Tak pelak Schweinsteiger dapat menjadi mentor Pogba saat bertanding, dan menularkan pengalamannya yang segudang, terutamanya mental bermain laiknya Schweinsteiger kala merengkuh titel Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman.

  1. Tren Negatif

Salah satu faktor kuat yang disinyalir jadi alasan Mourinho menyertakan Schweinsteiger ke dalam tim utama. Mourinho sampai harus ‘menjilat ludahnya sendiri’, setelah sebelumnya sama sekali tak memberi kesempatan Schweinsteiger unjuk gigi, dan mengirimnya ke tim cadangan Man United.

 

Kepanikan tersendiri bisa dirasakan Mourinho, karena tren minor dan inkonsistensi hasil yang diraih pada Oktober 2016. Di tengah kepanikan akibat tekanan media dan fans, Mourinho tentu ingin mengalihkan isu tersebut dengan memanggil kembali Schweinsteiger ke tim utama Red Devils.

  1. Kesabaran Schweinsteiger

Kekasih petenis Ana Ivanovic tidak pernah mengeluh sejak tahu ia disingkirkan ke tim cadangan Man United, dan selalu mem-posting dukungan dan harapannya agar kembali ke tim utama Man United dalam akun Twitter-nya.

 

Kesabaran dan mental baja Schweinsteiger itu pun secara tak langsung mengarahkan sorotan kepada Mourinho. The Special One dianggap jahat dan kejam mendepak Schweinsteiger, apalagi dengan sifat rendah hati yang dimiliki eks pemain Bayern Munchen itu, hingga kekuatannya untuk tetap bertahan di Old Trafford.

 

Tak pelak Mourinho luluh, dan kembali memanggil Schweinsteiger ke tim utama Man United.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button