Top Skor

9 Gelandang Terbaik yang Pernah Ada di Era Premier League

Liga Inggris menjadi mesin produktif untuk menghasilkan banyak pemain berbakat dunia.

Ada begitu banyak pemain legendaris dunia yang lahir dan besar di premier league.

Dan dari sekian banyak pemain hebat tersebut, posisi gelandang menjadi yang paling dominan dikenal pecinta sepakbola.

Dan berikut di bawah ini kami memiliki 9 gelandang terbaik era premier league yang pernah ada :

1. Paul Scholes (Manchester United)

Gelandang dengan koleksi gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions terbanyak dalam daftar ini.

Pria Inggris ini memainkan 499 pertandingan liga bersama Manchester United dan mencetak 107 gol di kompetisi ini.

Scholes membawa United mengangkat trofi bergengsi Liga Primer Inggris sebanyak sebelas kali dengan koleksi penghargaan pribadi Player of the Month sebanyak empat kali.

Dia juga mengantar Setan MErah menjuarai Liga Champions sebanyak dua kali pada 1999 dan 2008.

Performa Scholes semasa bermain dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam tiga kurun dekade, dari pertengahan 90an hingga awal 2010an.

Jangkauan umpan dan visibermainnya menjadi salah satu senjata andalan Scholes untuk melukai lawan.


2. Frank Lampard (Chelsea)

Pria yang sekarang melatih Chelsea ini merupakan salah satu pemain yang cukup ikonik berkat atribut mencetak golnya yang tergolong luar biasa untuk ukuran seorang gelandang. 

Mengawali karier bersama West Ham pada 1996, Lampard kemudian direkrut Chelsea pada 2001 dan kedatangan pemilik Roman Abramovich ikut meroketkan kariernya di Liga Primer Inggris. 

Memainkan 682 pertandingan bersama tiga klub yang berbeda, West Ham, Chelsea, dan Manchester City, Lampard mencetak 177 gol, yang merupakan catatan tertinggi keempat sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.

Dia turut mempersembahkan tiga trofi Liga Primer Inggris dan satu Liga Champions untuk The Blues.


3. Roy Keane (Manchester United)

Mantan kapten Manchester United merupakan sosok yang eksentrik dan temperamental di atas lapangan hijau.

Namun karakter tersebut lah yang membuatnya tak hanya menjadi salah satu gelandang terbaik Liga Primer Inggris tapi juga kapten terbaik yag pernah memimpin sebuah tim di kompetisi ini.

Roy Keane mengawali kariernya di Inggris bersama Nottingham Forest pada 1992/93 sebelum direkrut Manchester United semusim berselang.

Bersama Setan Merah pria Irlandia ini mencicipi tujuh trofi Liga Primer Inggris dalam total 326 pertandingan (total 366 pertandingan).

Dirinya juga tercatat telah melesakkan 39 gol dan 220 kemenangan dalam kariernya di Liga Primer Inggris


4. Patrick Viera (Arsenal)

Kapten Arsenal yang dikenal memiliki rivalitas sengit dengan Roy Keane semasa persaingan The Gunners dan Setan Merah memuncak pada akhir 90an hingga awal 2000an. 

Dikenal sebagai gelandang yang lugas dalam melapis bek-bek di timnya, Vieira merupakan salah satu simbol kesuksesan The Gunners di era kepelatihan Arsene Wenger. 

Bermain sebanyak 308 pertandingan di Liga Primer Inggris, Vieira membantu Meriam London meraih tiga trofi Liga Primer Inggris dan meraih satu penghargaan Player of the Season pada 2001.

Dia juga melesakkan 31 gol dan menorehkan 186 kemenangan semasa bermain untuk Arsenal.


5. David Silva (Manchester City) 

Salah satu dari sedikit pemain Spanyol yang bisa berbicara banyak di Liga Primer Inggris dan membawa ciri khas permainan yang berbeda dibanding beberapa nama dalam daftar ini. 

David Silva merupakan gelandang yang memainkan sepak bola cantik yang mengandalkan umpan-umpan pendek mengalir dari tiap lini dan menjadi salah satu elemen terpenting dari kesuksesan City di bawah kepemilikan Sheikh Mansour. 

Memainkan 413 pertandingan dan telah melesakkan 73 gol sejauh ini, Silva dikabarkan akan mengucapkan selamat tinggal pada City di akhir musim 2019/20 ini.

Dia sudah mempersembahkan empat gelar liga untuk The Citizens.


6. Cesc Fabregas (Arsenal dan Chelsea)

Pemain Spanyol selanjutnya yang memiliki dampak besar di Liga Primer Inggris Cesc Fabregas menghabiskan delapan tahun di Arsenal namun tak meraih satu gelar pun bersama klub London Utara tersebut hingga 2011.

Fabregas kemudian memperkuat Chelsea pada musim panas 2014 setelah tiga musim merumput di Barcelona.

Bersama Chelsea lah, Fabregas akhirnya mengangkat trofi Liga Primer Inggris sebanyak dua kali.

Dengan catatan 350 penampilan dan 50 gol, serta atribut umpan-umpan terobosan yang mengesankan selama masa bermainnya, Fabregas layak masuk ke daftar ini.


7. Kevin De Bruyne (Manchester City)

Pemain Belgia ini sukses menjadi motor untuk membangun serangan timnya di era kepelatihan Pep Guardiola yang melahirkan tim dengan permainan mengesankan dan meraih dua gelar Liga Primer Inggris. 

Visi dan gaya bermain yang luwes membuat De Bruyne menjadi idola baru di Liga Primer Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Julukan gelandang terbaik di era ini pun mulai dilekatkan kepadanya.

Sejauh ini De Bruyne telah tampil sebanyak 146 penampilan dan mencetak 31 gol sejak memperkuat The Citizens pada 2015/16.


8. Steven Gerrard (Liverpool)

Menjadi salah satu dari dua nama yang masuk dalam daftar ini tanpa pernah mengangkat trofi Liga Primer Inggris.

Namun pengaruhnya dalam sepak bola Inggris, termasuk di era terbaik Liverpool sebelum kedatangan Jurgen Klopp sangat menginspirasi.

Dia juga menjadi slaah satu penggawa The Reds yang mengantar timnya meraih trofi Liga Champions pada 2005.

Steven Gerrard merupakan salah satu gelandang paling produktif di Liga Primer Inggris dengan permainan enerjik yang menginspirasi rekan-rekan setimnya. 

Dengan total 504 penampilan di Liga Primer Inggris, Gerrard telah mencetak 120 gol dan meraih 255 kemenangan bersama The Reds.


9. Xabi Alonso (Liverpool)

Gelandang penuh bakat dengan kemampuan mengalirkan umpan yang sangat visioner di lini tengah.

Cukup disayangkan dirinya tak pernah berhasil mengantar Liverpool meraih juara liga dengan kualitas yang dimilikinya.

Xabi Alonso tampil sebanyak 373 penampilan dan mencetak 17 gol sepanjang berkarier bersama Liverpool dari 2004 hingga 2009 sebelum pindah ke Real Madrid. 

Dia merupakan rekan setim Steven Gerrard saat mengangkat trofi Big Ear pada 2005.

Sumber : 90min.com (Nanda Febriana, 5 Maret 2020)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close