Top Skor

9 Klub yang Berhasil Masuk Final walau Tampil Buruk di Liga

Manchester United berhasil maju ke final Europa League musim ini setelah mengalahkan wakil dari spanyol Celta Vigo. Tim asuhan Mourinho ini unggul tipis dengan aggregate 2-1, di final mereka pun akan melawan Ajax yang mengalahkan Lyon di semifinal. Namun perjalanan gemilang MU di Europa League berbanding terbalik dengan performanya di Liga.

MU sendiri tercecer di peringkat enam klasemen, kalah point dari tim-tim seperti Spurs, City, Liverpool dan Arsenal. Namun Manchester United bukanlah kali pertama tim yang tampil buruk di liga namun gemilang di kompetisi Eropa. Dibawah ini kami memiliki 9 tim lainnya yang bernasib serupa, seperti :

liverpool

  1. Deportivo Alaves (2000/01)

Klub medioker asal La Liga ini ternyata pernah merasakan final UEFA Cup pada musim 2000/01. Saat itu, mereka berhadapan dengan Liverpool. Laga berjalan cukup seru dan berakhir dengan skor 4-4 di 90 menit. The Reds akhirnya keluar sebagai juara setelah mencetak gol di menit ke-26 babak perpanjangan waktu.

 

 

Alaves sendiri hanya mengakhiri musim di peringkat 10 klasemen dengan koleksi 49 poin.

 

  1. Fulham (2009/10)

Fulham secara heroik berhasil menembus final UEFA Cup pada musim 2009/10. Sayang perjalanan mereka berakhir tanpa trofi karena dikalahkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 lewat babak perpanjangan waktu.

 

 

Di Premier League sendiri, Fulham tampil tak begitu bagus karena hanya finish di peringkat ke-12.

 

  1. Liverpool (2015/16)

Menunjuk Jurgen Klopp di pertengahan musim, Liverpool tampil cukup impresif di Europa League hingga menembus babak final. Mereka akhirnya kalah melawan Sevilla di babak final dengan skor 3-1.

 

 

Mereka pun gagal meraih tiket ke kompetisi Eropa 2016/17 karena hanya menyelesaikan musim di peringkat delapan.

 

  1. Arsenal (2005/06)

Arsenal berhasil menembus final Champions League 2005/06 setelah menumbangkan Real Madrid di babak semifinal. Sayangnya, mereka juga harus takluk oleh Barcelona di babak final sehingga gagal meraih trofi bergengsi tersebut. Namun, performa apik di UCL berbanding terbalik dengan performa di Premier League.

 

 

Walau mengakhiri musim di peringkat keempat, mereka jauh tertinggal dengan tiga klub di atasnya. Bahkan, mereka tertinggal 15 poin dari peringkat tiga, Liverpool dan 24 poin dari sang juara, Chelsea.

 

  1. Espanyol (2006/07)

Final sesama Spanyol tersaji di gelaran UEFA Cup 20016/07 dengan menghadirkan Sevilla dan Espanyol sebagai kontestan. Espanyol harus mengakui keunggulan Sevilla lewat drama adu penalti. Padahal, mereka cukup kesulitan untuk bersaing di La Liga karena hanya finish di posisi 12.

 

  1. Werder Bremen (2008/09)

Werder Bremen tampil buruk di Bundesliga setelah hanya meraih posisi 10 di klasemen akhir. Namun, nasib mereka terbilang lebih baik di ajang UEFA Cup setelah berhasil menembus babak final untuk bertemu Shakhtar Donetsk. Namun, mereka kalah 2-1 di babak perpanjangan waktu oleh wakil asal Ukraina tersebut.

 

  1. Liverpool (2004/05)

Pada musim 2004/05, Liverpool tak tampil impresif di Premier League setelah hanya menyelesaikan musim di peringkat lima. Mereka bahkan finish di bawah Everton di peringkat empat. Mereka kalah 14 kali di Premier League. Namun, hasil-hasil buruk tersebut tak terjadi di Champions League.

 

 

Mereka berhasil melaju ke final dan bahkan menang di final atas AC Milan lewat laga dramatis melalui babak adu penalti.

 

  1. AC Milan (2006/07)

Mengakhiri musim 2006/07 dengan menjuarai trofi Champions League ketujuhnya, performa AC Milan berbanding terbalik di Serie A. Beruntung mereka masih mampu mengamankan peringkat keempat di liga, satu strip di bawah Lazio. Namun, perbedaan mencolok dapat terlihat di papan klasemen dengan sang juara, yakni Internazionale dengan beda 36 poin.

 

  1. Chelsea (2011/12)

Chelsea berhasil menjuarai ajang Champions League untuk pertama kalinya di musim 2011/12. Mereka mengalahkan Bayern Munchen di final yang diadakan di Allianz Arena. Mereka pun berhak untuk kembali bermain di Champions League musim 2012/13 dengan status juara bertahan.

 

 

Padahal, apabila mereka tak menang, mereka tak mampu lolos ke Champions League musim berikutnya sebab mereka hanya menyelesaikan musim di peringkat enam.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker