Top Skor

9 Selisih Point Terbesar Antara Juara dan Runner Up di 5 Liga Top Eropa

Liverpool kini telah memiliki selisih point sebanyak 25 point dengan Manchester City.

Walaupun selisih ini belum termasuk dengan laga tengah pekan ini antara Manchester City Vs Arsenal.

Apabila selisih 25 point atau 22 point ini terjaga sampai akhir musim nanti, maka bisa dipastikan Liverpool akan memcahkan rekor yang sebelumnya dipegang Manchester City atas Manchester United sebelumnya.

Seperti apa rekor selisih point terbesar di 5 liga top Eropa yang pernah ada, di bawah ini kami memiliki 9 diantaranya :

1. PSG – Lyon (2015/16, 31 Poin)

Inilah selisih poin terbesar yang pernah dimiliki tim juara dan runner up di lima liga top Eropa.

Jarak 31 poin di akhir musim memisahkan PSG dan Lyon. PSG yang saat itu dibesut Laurent Blanc meraih 30 kemenangan dari 38 pertandingan, sementara Lyon hanya mengoleksi 19 kemenangan.

Mereka juga mencetak produktivitas luar biasa dengan melesakkan 102 gol dengan Zlatan Ibrahimovic mencetak 38 gol di antaranya. 


2. Bayern Munchen – Borussia Dortmund (2012/13, 25 Poin)

Die Roten terkenal sulit dipatahkan dominasi mereka di Jerman dan itu sudah berlangsung sekian lama.

Salah satu musim Bayern Munchen yang paling dominan dalam satu dekade terakhir adalah ketika mereka meraih trofi Bundesliga pada 2012/13 dengan selisih poin mencapai 25 poin dengan sang runner up Borussia Dortmund.

Kejayaan itu dilengkapi dengan tamparan lainnya untuk Dortmund di kancah Eropa ketika kedua tim bentrok di final Liga Champions musim tersebut.

Bayern Munchen menggondol trofi Big Ear kelima mereka dengan kemenangan 2-1.


3. Bayern Munchen – Schalke (2017/18, 21 Poin)

Die Roten kembali masuk daftar ini setalah pada musim 2017/18 berhasil meraih trofi liga domestik mereka dengan keunggulan 21 poin.

Ini merupakan pencapaian yang cukup luar biasa mengingat Bayern harus memecat Carlo Ancelotti pada bulan September 2017 karena berselisih dengan para pemain dan menunjuk Willy Sagnol sebagai manajer interim sebelum memanggil juru taktik dan pengabdi mereka paling setia, Jupp Heynckes. 


4. Manchester City – Manchester United (2017/18, 19 Poin)

Pada musim yang sama dengan Bayern mengangkat trofi di era terakhir Jupp Heynckes, eks pelatih Die Roten Pep Guardiola meraih trofi Liga Primer Inggris pertamanya setelah dua musim di Negeri Ratu Elizabeth dengan menjadikan Manchester City sebagai tim pertama yang berhasil mengoleksi 100 poin dalam satu musim.

Dengan permainan menghibur dan taktik yang dieksekusi dengan sempurna oleh para bintang mereka, City mengungguli rival sekota mereka Manchester United yang dilatih Jose Mourinho hingga 19 poin.

Itu merupakan selisih poin tertinggi antara juara dan runner up dalam kompetisi dengan format Premier League sejak 1992.


5. Bayern Munchen – Borussia Dortmund (2013/14, 19 Poin)

Tidak seperti di Liga Primer Inggris di mana dia membutuhkan dua musim untuk mengangkat trofi liga domestik pertamanya, Pep Guardiola langsung membawa Die Roten juara pada tahun pertamanya di Jerman. 

Kehadiran Guardiola melanggengkan dominasi Bayern yang kali ini menjadi juara Bundesliga dengan koleksi 90 poin, selisih 19 poin dari Dortmund yang saat itu diarsiteki pelatih Liverpool saat ini, Jurgen Klopp. 


6. Juventus – AS Roma (2013/14, 17 Poin)

Pada musim terakhirnya di Juventus, Antonio Conte berhasil mempersembahkan trofi Serie A untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Saat itu La Vecchia Signora mengungguli perlawanan AS Roma dengan meraih 102 poin dan berselisih 17 poin.

Juventus pada musim tersebut berhasil melesakkan 80 gol dan hanya kebobolan 23 gol sepanjang musim.

Antonio Conte kemudian meninggalkan Bianconeri untuk melatih tim nasional Italia dalam persiapan Piala Eropa 2016.


7. Juventus – AS Roma (2014/15, 17 Poin)

Massimilliano Allegri langsung membawa La Vecchia Signora melesat di musim pertamanya di Turin dan mengakhiri musim dengan selisih 17 poin dari AS Roma (total poin 87 poin).

Juventus juga menembus final Liga Champions pada musim tersebut, menjadikan mereka tim Italia pertama yang melangkah ke tahap itu sejak Inter Milan pada 2009/10, meski harus bertekuk lutut di tangan Real Madrid.

Meraih 26 kemenangan dan sembilan hasil imbang serta mencetak 72 gol di Serie A, Juventus juga meraih trofi Coppa Italia untuk merebut gelar Double dalam satu musim.


8. PSG – Lille (2018/19, 16 Poin)

Dengan memiliki sumber dana tak terbatas dan pemain bintang sekelas Neymar dan Kylian Mbappe, PSG tampil dominan di Ligue 1 edisi 2018/19. 

Dengan koleksi 91 poin, mereka berhasil membukukan 105 gol pada musim tersebut.

Mbappe menjadi top skorer di akhir musim dengan 33 gol dan PSG juga mencetak kemenangan tertinggi, 9-0, atas Guingamp di musim itu yang dicetak pada 19 Januari 2019.


9. Barcelona – Real Madrid (2012/13, 15 Poin)

Dengan 32 kemenangan yang diraih sepanjang musim dan catatan hingga 115 gol, Barcelona berhasil menancapkan dominasi juara terbesar dalam satu dekade terakhir di La Liga. 

Mereka menorehkan 100 poin dan unggul hingga 15 poin dari rival abadi mereka, Real Madrid.

Barca saat itu dipimpin oleh almarhum Tito Vilanova yang sebelumnya merupakan asisten Pep Guardiola.

Vilanova kemudian meninggal pada 25 April 2014 karena penyakit kanker.

Sumber : 90min.com (Nanda Febriana, 8 Maret 2020)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close