Extra Time

Daftar Jadwal Laga-Laga Penting dari 6 Tim Terbaik Liga Inggris

 

Liga Inggris kembali memanas pasca kalahnya Chelsea dari Tottenham hotspurs 2-0. Hal ini tidak berarti memutus kemenangan beruntun Chelsea saja, namun membuat selisih Chelsea dengan tim di bawahnya menjadi semakin kecil. Jarak terdekat pun ada pada Liverpool di posisi kedua dengan selisih menjadi 5 point.

 

Mengingat liga Inggris masih menyisakan setengah kompetisi lagi, bukan tidak mungkin pertukaran posisi di papan atas klasemen pun akan bisa berganti. Dan dibawah ini kami memiliki jadwal laga-laga krusial dari 6 tim yang paling berpeluang menjadi juara Liga Inggris. Dan berikut analisanya :

klopp-vs-mou

 

1.Chelsea

Saat ini Chelsea berada di peringkat teratas klasemen sementara. Chelsea mengoleksi 49 poin dari 20 pertandingan.

 

Sepanjang musim ini, Chelsea tampil menawan. Hasil tak memuaskan pada awal kompetisi berhasil ditutup dengan prestasi mengesankan. Setidaknya, Chelsea mampu menorehkan catatan 13 kemenangan beruntun.

 

Perjuangan Chelsea bakal tak mudah pada 18 partai sisa. Setidaknya, mereka akan melakoni enam pertarungan melawan tim yang bisa mengganjal mereka.

 

Setelah Tottenham Hotspur, lawan berat berikutnya antara lain Leicester City (15/1/2017), Liverpool (1/2/2017), Arsenal (4/2/2017), Manchester City (6/4/2017), Manchester United (15/4/2017) dan Everton (29/4/2017).

 

 

  1. Liverpool

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memenuhi janjinya membawa Liverpool tampil lebih bagus pada musim keduanya di Anfield. Meski masih banyak pekerjaan rumah, posisi runner-up sementara menjadi jawaban sementara hasrat Klopp.

 

Sepanjang musim ini, Klopp membawa Liverpool dalam kondisi berbeda dibanding musim lalu. Kali ini Liverpool tampil lebih rapi, dengan koordinasi antarlini lebih rapat, plus tak tergantung pada satu nama saja.

 

Alhasil, kini ancaman Liverpool bisa datang dari mana saja. Ramuan Klopp bakal menjalani ujian berat pada sisa laga musim ini.

 

Liverpool akan bersua tim-tim kuat mulai awal bulan depan. Chelsea menjadi musuh pembuka (1/2/2017), disusul Tottenham Hotspur (12/2/2017), Leicester City (28/2/2017), Arsenal (4/3/2/2017), Manchester City (18/3/2017) dan derby Merseyside kontra Everton (1/4/2017).

 

Liverpool memiliki keuntungan dari sisi jadwal. Paling tidak, komposisi jadwal bertemu tim-tim kuat tersebar nyaris merata setiap bulan. Hal itu berbeda dengan para pesaing yang bisa bersua tim kuat dalam dua laga beruntun.

 

 

  1. Tottenham Hotspur

Kejutan yang sudah bisa ditebak. Itulah gambaran langkah Tottenham Hotspur sepanjang musim ini. Pada tahun lalu, mereka mampu mengimbangi pencapaian Leicester City dan Arsenal, sebelum gagal maksimal.

 

Hal serupa bisa juga terulang pada musim ini. Tantangan bagi The Spurs akan terjadi kala mereka bertemu Manchester City (22/1/2017), Liverpool (12/2/2017), Everton (4/3/2017), Arsenal (29/4/2017) dan Manchester United (13/5/2017).

 

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino mengakui masalah terbesar anak asuhnya adalah mental. Hal itu pula yang membuat mereka tercecer dari persaingan kontra Leicester City dan Arsenal, musim lalu.

 

  1. Manchester City

Kedatangan Josep Guardiola belum memberi sinyal garansi kehadiran gelar juara Liga Inggris. Taktik Guardiola belum bisa menjaga konsistensi. Kondisi semakin sulit saat kritikan tajam tertuju pada penampilan lini belakang.

 

Cedera yang menimpa Vincent Kompany menjadi pengganggu. Rekrutan anyar, John Stones masih gagap, sehingga seringkali membuat blunder.

 

Usaha Manchester City meraih gelar juara semakin berat karena mereka bakal menjalani laga kontra para pesaing dalam rentang beruntun. Hal itu akan terjadi saat mereka bersua Everton (15/1/2017), Tottenham Hotspur (22/1/2017), Manchester United (26/2/2017), Liverpool (18/3/2017), Arsenal (1/4/2017) dan menjadi tamu bagi Chelsea (6/4/2017).

 

 

  1. Arsenal

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Arsenal selalu masuk dalam nomine peraih trofi juara Liga Inggris. Hal itu terjadi musim ini.

 

Sayang, kans ke arah sana seringkali rusak karena penampilan mereka sendiri. Pada musim ini misalnya, Arsenal gagal mempertahankan performa bagus.

 

Terakhir, mereka gagal menuai angka penuh saat bertemu tim lemah, Bournemouth. Arsenal hanya sanggup membawa pulang satu poin setelah pertandingan berakhir seri 3-3.

 

Tak pelak, Arsenal butuh perubahan strategi atau komposisi taktik, sehingga bisa memberi efek kejutan. Apalagi pada bulan depan, mereka akan bersua tim-tim pesaing secara beruntun.

 

Chelsea menjadi lawan pertama (4/2/2017), disusul Liverpool (4/3/2017), Leicester City (11/3/2017), Manchester City (1/4/2017), berstatus tamu bagi Tottenham Hotspur (29/4/2017) dan menjamu Manchester United (6/5/2017).

 

 

  1. Manchester United

Turbulensi penampilan menjadi lawan berati bagi Manchester United. Sempat terpuruk, mereka bangkit, namun kembali menurun dan kini tengah menanjak.

 

Catatan lima kemenangan beruntun membuat Manchester United sedang berada di zona positif. Tantangan besar bakal tersaji saat mereka menjamu Liverpool, Minggu (15/1/2017), di Stadion Old Trafford.

 

Gelandang Manchester United, Michael Carrick mengaku timnya sudah mengalami perkembangan. Hal itu terbukti dengan alur serangan yang lebih tertata dan seimbang di area tengah.

 

Setelah bersua Liverpool, Manchester United akan bertemu Leicester City (5/2/2017), Manchester City (26/2/2017), Chelsea (15/4/2017), Arsenal (6/5/2017) dan Tottenham Hotspur (13/5/2017)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button