Top Skor

5 Fakta Pelatih Baru Timnas Indonesia  Luis Milla

Timnas Indonesia akhirnya mendapatkan pelatih barunya, setelah cukup lama menunggu PSSI pun memberikan keputusan pengangkatan Luis Milla. Perlu diketahui Luis Milla adalah pelatih yang sangat akrab dengan para pemain muda. Ia juga pernah membawa timnas Spanyol U-21 memenangi Piala Eropa di Denmark.

 

Pria asal Spanyol ini akan menunjukkan kemampuannya untuk Indonesia yang merupakan tim Asia pertama yang dilatihnya. Seluruh pendukung merah putih akan menunggu karya Milla. Dan kompetisi pertama yang terdekat adalah sea games 2017. Namun sebelumnya kita lihat dulu 5 fakta terbaru seorang Luis Milla :

 

luis milla

  1. Penggajian

Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, telah mengutarakan bahwa gaji pelatih anyar Timnas Indonesia akan digaji dua-tiga kali lipat dari Riedl. Jadi, jika Riedl mendapatkan Rp200 juta per bulan, maka Milla akan dibayar Rp400-600 juta per bulannya!

 

Pendapatan yang besar tentunya, dan tentu, publik Indonesia berharap gaji besar itu dibarengi dengan peningkatan performa di level Asia, terutamanya dunia.

  1.  Johan Cruyff

Tak diragukan lagi, mendiang Cruyff dikenal sebagai guru sepak bola dunia dan dikagumi banyak pelatih yang mengidolai filosofi bermain total football ala Cruyff, seperti salah satunya Josep Guardiola.

 

Mendapat kesempatan langsung berguru kepada Cruyff tentu menjadi pengalaman berharga yang tidak ternilai, dan Milla pernah bermain langsung di bawah arahannya saat bermain di Barcelona.

 

Lulusan akademi La Masia yang dipromosikan pada 1988, bermain di bawah asuhan Cruyff hingga 1990, sebelum akhirnya pergi dengan status free transfer ke Real Madrid.

 

Pengalaman dari Cruyff itulah yang menjadi hal positif dari Milla, karena – paling tidak – ia tahu bagaimana cara memainkan sepak bola dengan gaya total football, yang diadaptasi dengan sepak bola modern.

  1. Pemain yang Sukses 

Meski hanya bertahan di Barcelona, Milla sempat merasakan titel UEFA Cup, La Liga, dan Copa del Rey. Pun demikian ketika ia pindah ke rival klasik El Clasico, Madrid dan bermain di sana selama tujuh tahun.

 

Sebelum kedatangan Fernando Redondo pada 1994, Milla jadi andalan di posisinya sebagai gelandang bertahan. Bersama El Real, Milla meraih dua trofi La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.

 

Ketika pindah ke Valencia pada 1997, Milla bermain di sana hingga 2001 sebelum akhirnya memutuskan pensiun bermain. Ia meraih Copa del Rey, Supercopa de Espana, dan UEFA Intertoto Cup.

 

Tak pelak pengalamannya sebagai pemain dan kesuksesannya itu berpotensi melecut motivasi bagi pemain Timnas Indonesia, karena mereka tahu dilatih oleh pelatih yang sukses saat bermain.

  1. Jam Terbang

Milla diproyeksikan melatih Timnas U-23 Indonesia dan senior. PSSI disinyalir berharap pengalaman Milla dapat ditularkan di Indonesia, sebab, Milla berpengalaman melatih level muda Timnas Spanyol dari U19, U20, U21, hingga U23.

 

Puncaknya, ketika ia menjadi juara Euro U-21 pada 2011, bersama pemain-pemain yang kini jadi bintang dunia. Ya, Milla sudah sangat mengenal Ander Herrera, Juan Mata, Adrian, Javi Martinez, David de Gea, hingga Thiago Alcantara, dari skuat muda Timnas Spanyol.

  1. Michael Laudrup

Sama-sama pernah bermain dan jadi rekan setim di Barcelona serta Madrid, Milla pernah bekerja sama dengan Laudrup saat menjadi asisten pelatih di Getafe pada 2007/08.

 

Keduanya memiliki filosofi bermain yang tidak jauh berbeda, yakni permainan yang sarat dengan penguasaan bola. Filosofi itulah yang mungkin Anda lihat nantinya, ketika Indonesia bermain di laga kompetitif di bawah Milla.

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close