Top Skor

5 Sejarah Nama Stadion Klub-Klub Raksasa Eropa

Klub-klub besar Eropa dikenal memiliki stadion megah dan berkapasitas besar. Ada begitu banyak sejarah yang tercipta di stadion yang menjadi kebanggan klub dan fansnya tersebut. Stadion acapkali mewakili kebesaran dan rumah bagi klub-klub tersebut, tempat dimana sejarah terukir dan pusat harapan dari para fans-fansnya.
Karena begitu pentingnya nilai sebuah stadion, maka sebuah klub pun punya sudut pandang tersendiri ketika menentukan nama dari stadionya. Ada begitu banyak perbedaan dari cara memutuskan nama ini, karena setiap klub pasti punya alasan yang kuat buat dirinya. Dan berikut 5 sejarah penamaan stadion klub-klub raksasa Eropa, diantaranya :

chelsea

1.) Chelsea

Stadion milik Chelsea dari mulai dibangun sampai sekarang, tahun 2016, masih bernama tetap, yakni; Stamford Bridge Stadium. Suporter Chelsea sangat bangga terhadap hal tersebut, mereka mengejek Arsenal yang harus membuat stadion baru sampai-sampai Arsenal harus menjual para pemain pentingnya demi mendanai pembangunan Emirates Stadium. Stadion Stamford Bridge pada awalnya berkapasitas sampai 100.000 kursi.
Stamford Bridge didesain oleh arsitek yang sama yang membuat Stadion Ibrox kandang Glasgow Rangers, Celtic Park kandang Glasgow Celtic dan Hampden Park kandang Tim Nasional Skotlandia yakni, arsitek Archibald Leitch.
Kebanyakan klub sepakbola didirikan lebih dahulu baru kemudian mencari stadion untuk bermain, namun didirikannya Chelsea semata agar ada yang bermain di Stadion Stamford Bridge. Karena berbagai alasan keamanan kapasitas stadion terus dikurangi hingga pada 2013 hanya menjadi 42.000 kursi.

 

2.) Manchester United

Old Trafford adalah sebuah stadion sepak bola yang bertempat di Old Trafford, Greater Manchester, Inggris, dan merupakan markas klub dari Manchester United. Dengan kapasitas 75.635 kursi, stadion ini merupakan stadion terbesar ketiga dan stadion sepak bola terbesar kedua di Inggris, serta stadion kesebelas terbesar di Eropa.

 

Old Trafford yang dijuluki “The Theater of Dreams” oleh Sir Bobby Charlton, stadion ini sudah menjadi markas United sejak 1910, walaupun sejak 1941 hingga 1949, klub berbagi Maine Road dengan rival lokal Manchester City setelah kerusakan akibat pengeboman pada Perang Dunia II.

Old Trafford mengalami beberapa kali perluasan pada tahun 1990-an dan 2000-an, termasuk penambahan tingkat di Tribun Utara, Barat, dan Timur, yang membuat stadion kembali ke kapasitas aslinya, yaitu 80.000 kursi. Perluasan ke depannya dapat termasuk penambahan tingkat kedua di Tribun Selatan, yang dapat meningkatkan kapasitas menjadi 90.000 kursi. Rekor kehadiran stadion tercatat pada 1939, saat 76.962 orang menghadiri semifinal Piala FA antara Wolverhampton Wanderers dan Grimsby Town.

 

3.) Barcelona

Stadion Barcelona yakni Camp Nou, didesain oleh arsitek Francesc Mitjans Miró dan Josep Soteras Mauri, yang bekerjasama dengan Lorenzo García Barbón, dan stadion ini dibangun pada tahun 1955 sampai 1957, yang sebagian besar menggunakan baja dan beton. Proyek ini secara keseluruhan memakan biaya yang mengejutkan sebesar 288 juta pesetas, yang berarti klub akan menanggung hutang besar di masa-masa mendatang.

 

Awalnya akan diberi nama resmi ‘Estadi del FC Barcelona’, stadion ini secara populer dikenal dengan nama ‘Camp Nou’ (‘lapangan baru’), sebagai kebalikan dari tempat lama klub di Les Corts. Pada musim 2000/2001, setelah dilakukan pemilihan suara melalui pos berdasarkan keanggotaan klub, barulah keputusan dibuat untuk menjadikan ‘Camp Nou’ nama resmi stadion ini. Dari 29.102 suara yang diterima klub, total 19.861 (68,25%) lebih menyukai Camp Nou daripada Estadi del FC Barcelona.

 

Tinggi maksimum stadion adalah 48 meter, dan meliputi area permukaan 55.000 meter persegi (panjang 250 meter dan lebar 220 meter). Sesuai dengan ketentuan UEFA, area pertandingan telah dikurangi menjadi 105 meter x 68 meter.

 

Dengan kapasitas 99.354, stadion ini adalah yang terbesar di Eropa saat ini. Namun, total kapasitas berubah sepanjang tahun karena berbagai modifikasi. Ketika stadion ini pertama kali dibuka pada tahun 1957, tempat ini menampung 93.053 penonton, yang bertambah menjadi 120.000 pada tahun 1982 untuk pertandingan Piala Dunia FIFA. Namun, penetapan peraturan baru yang menyatakan bahwa area tribun tidak sah menyebabkan kapasitas stadion dikurangi pada akhir tahun 1990-an menjadi hanya di bawah 99.000.

 

Pada musim 1998-99, UEFA mengakui layanan dan fungsi-fungsi Camp Nou dengan menganugerahinya status bintang lima. Di seluruh Spanyol, hanya ada empat stadion lainnya yang dapat mengklaim status tersebut, Stadion Lluís Companys Olympic, juga di Barcelona, Stadion Cartuja Olympic yang baru di Seville, Vicente Calderón, rumah bagi Atlético Madrid, dan Santiago Bernabeu, juga di Madrid.

 

Dari berbagai fasilitas yang ditawarkan di dalam stadion ini, yang perlu dicatat adalah kapel di sebelah ruang ganti pakaian, tribun presiden, ruang VIP, ruang media, beberapa studio televisi, Pusat Medis Olahraga, Unit Kontrol Operatif (UCO), area pemain veteran, museum klub FC Barcelona, dan kantor-kantor dari semua departemen klub yang berbeda.

 

4.) AC Milan

Stadion kebanggaan dari warga Milan, Giuseppe Meazza, juga dikenal dengan nama San Siro, adalah stadion sepak bola yang bertempat di Milan, Italia. Stadion ini adalah kandang bagi dua tim Liga Italia dari Serie A, yaitu AC Milan dan Internazionale.

 

Stadion Giuseppe Meazza mulai dibangun oleh Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu, pada 1 Agustus 1925 sampai 15 September 1926 dengan nama Nuovo stadio Calcistico San Siro. Pembangunan tersebut menghabiskan dana sekitar 5 juta lira. Stadion ini dibuka secara resmi pada tanggal 19 September 1926 dengan pertandingan derby antara AC Milan melawan Inter Milan, yang dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 6 – 3.

 

Pada awalnya Stadion ini adalah Stadion kandang bagi AC Milan, hingga pada tahun 1935 AC Milan mengalami kebangkrutan dan harus menjual stadion tersebut pada Pemerintah kota Milan. Inter Milan kemudian menyewa Stadion ini dari Pemerintah kota Milan pada tahun 1947, sejak saat itu stadion ini digunakan sebagai kandang bagi Inter Milan dan AC Milan. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

 

Nama Giuseppe Meazza dipilih sebagai nama Stadion pada 3 Maret 1980 untuk menghormati pemain sepak bola legendaris yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, sekaligus mantan pemain Inter dan Milan. Suporter AC Milan lebih suka menggunakan nama “San Siro” untuk menyebut nama stadion ini, karena Giuseppe Meazza lebih identik sebagai ikon Inter Milan walaupun pernah bermain untuk AC Milan.

 

Pada tahun 1987 dalam persiapan untuk Piala Dunia pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut, namun akhirnya ongkosnya membengkak dua kali lipat.

 

Pada tahun 1990, stadion ini menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.

 

5.) Arsenal

Stadion milik Arsenal sebelum Highbury bernama Manor Ground. Pada awalnya, Manor Ground sendiri sebenarnya hanyalah tanah lapang biasa. Sampai kemudian Dial Square bermain mereka membangun tribun-tribun layaknya stadion untuk memenuhi standar Liga Inggris pada saat itu. Arsenal memakai Manor Ground sampai tahun 1913 seperti dikatakan di atas. Stadion Highbury bernama resmi Highbury Arsenal Stadium.
Stadion Highbury mengalami beberapa renovasi dan peningkatan serta pengurangan kapasitas. Pada awalnya Highbury berkapasitas 57.000 penonton bahkan bisa mencapai 60.000 penonton. Hingga pada tahun 1993 saat Arsenal merenovasi stadion karena kursinya diganti kapasitasnya malah menjadi 38.419 bahkan ketika Arsenal bermain di Liga Champions Eropa kapasitasnya semakin berkurang menjadi hanya 35.000. Itulah sebabnya kalau bermain di Liga Champions Eropa pada saat itu Arsenal memakai Stadion Tim Nasional Inggris yang bernama Stadion Wembley.

Ketika Arsenal ingin merenovasi dan meningkatkan kapasitas stadion Highbury kembali. Hal itu terasa tidak mungkin karena di sekitar stadion sudah padat sehingga kalau stadion diperluas ataupun diperlebar berisiko menggusur penduduk di sekitar stadion dan bisa memicu kemarahan suporter Arsenal sendiri.
Akhirnya pada tahun 2001 Arsenal mengajukan proposal Izin Membangun Bangunan kepada pemerintah London untuk membangun stadion baru yang saat itu direncanakan berkapasitas 60.000 orang. Bulan Juli tahun 2006 selesailah stadion baru tersebut dengan nama Emirates Stadium dinamai sesuai dengan nama sponsor Arsenal musim 2006-2007 dan juga sponsor utama pembangunan stadion tersebut. Emirates Stadium sendiri kini berkapasitas 62.000 penonton. Stadion ini dipakai Arsenal hingga saat ini.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button