Extra Time

ATALANTA 3-0 BAYER LEVERKUSEN: Atalanta Menghancurkan Mimpi Leverkusen Meraih “Treble Tak Terkalahkan”

Ademola Lookman menyulap salah satu penampilan individu terbaiknya di final Eropa untuk menghancurkan upaya Bayer Leverkusen untuk meraih ‘treble tak terkalahkan’.

Anak muda lulusan akademi Charlton Athletic itu hanya bisa mencetak satu gol dalam tiga musim di Everton, namun berhasil mencetak hat-trick individu yang menakjubkan. Leverkusen dan mantan pemain Liverpool mereka Xabi Alonso, tergelincir di pertandingan kedua terakhir mereka musim ini.

Mungkin menjadi tidak terkalahkan dalam satu musim liga dan juga di kompetisi Eropa sangat sulit dilakukan. Itulah fantasi yang menjadi mimpi Leverkusen. Pasukan Alonso telah menjalani 51 pertandingan tanpa kekalahan namun harus takluk melawan tim Italia yang gemilang dalam penampilan yang menginspirasi dari Lookman.

Pemain berusia 26 tahun ini lulus dari sepakbola senior di Charlton, bermain untuk Inggris hingga level U-21 dan bermain untuk Everton, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Fulham dan Leicester.

Lookman sendiri belum pernah mengalami laga seperti ini. Dua gol menakjubkan di 26 menit pertama mengguncang ritme Leverkusen dan mengakhiri harapan mereka akan keabadian sepakbola. Kemudian dia menambahkan gol ketiga untuk mengakhiri kedudukan dengan 15 menit tersisa.

Ini adalah trofi Eropa pertama Atalanta, yang dimenangkan dengan agresi dan nyaris tidak memberikan peluang kepada lawannya. Itu adalah kelas master dari pelatih Gian Piero Gasperini. Leverkusen akhirnya terjatuh pada tantangan kedua dalam musim hebat mereka. Mereka juga nantinya akan menghadapi Kaiserslautern di Piala Jerman pada akhir pekan setelah memenangkan liga untuk pertama kalinya dalam 119 tahun sejarah mereka, tanpa kalah satu pertandingan pun – yang pertama dalam sejarah Bundesliga.

Mereka menepis julukan Neverkusen – setelah lima kali menjadi runner up dan kalah tiga atau empat kali di final Piala Jerman dan final Liga Champions. Tekanan sejarah yang membebani pundak mereka terlalu besar.

Atalanta adalah lawan yang berasal dari Serie A yang lapar dan kejam dimana mereka juga mengalahkan Liverpool saat menjadi pemimpin klasemen liga Inggris musim ini saat fase sistem gugur. Pemain internasional Nigeria Lookman menghukum kecerobohan mereka di babak pertama, saat tim Bergamo ini mencekik Leverkusen lawan mereka.

Atalanta memberikan bola kepada Davide Zappacosta setelah tendangan sudut, dan dia memberikan umpan silang rendah ke dalam kotak. Lookman datang terlambat ke zona bahaya, menggigit di depan pengawalnya dan menyelesaikannya tinggi ke pojok atas dengan kaki kirinya. Gol kedua Lookman bahkan lebih baik. Dia mengecoh mantan kapten Arsenal Granit Xhaka di tepi kotak penalti dan melompat ke kanan sebelum melepaskan tendangan kaki kanan melengkung yang kejam dari jarak 20 yard.

Bintang Belanda Teun Koopmeiners, yang dikaitkan dengan kepindahan ke Liverpool, memiliki permainan luar biasa di lini tengah Atalanta. Sempat terbesit, Akankah Leverkusen melakukan salah satu comeback paling sensasional mereka di final kali ini?

Leverkusen memang tampil lebih baik setelah turun minum namun penyelesaian akhir mereka longgar dengan tembakan Jeremie Frimpong yang melambung di atas mistar, dan tim Italia menutup serangan dengan beberapa tekel tanpa kompromi. Lookman pun akhirnya menutup harapan Leverkusen. Dia melakukan pemotongan mematikan dari sayap kiri dan sekali lagi menyiksa pertahanan untuk melakukan yang terbaik malam itu.

Skor akhir 3-0 untuk Juara Baru Atalanta, namun Leverkusen masih bisa meraih gelar ganda domestik lainnya di slaga terakhir mereka musim ini.

Related Articles

Back to top button