Top Skor

6 Pemain Muda yang Terlalu Cepat Berpindah ke Klub Besar

Sepakbola merupakan olahraga yang selalu menawarkan tantangan kepada pemainnya. Dan salah satu tantangan yang paling sering terjadi adalah ketika seorang pemain dituntut berpindah klub untuk mencoba tantangan baru.  Hal ini lebih sering terjadi kepada pemain muda berbakat yang memulai karir di klub kecil.

 

Tawaran untuk pembuktian diri dan beradaptasi dengan lingkungan baru seolah-olah harus dijawab dan diterima pemain. Namun sayangnya tidak semua pesepakbola muda tersebut berbuah manis, seringkali mereka justru semakin terpuruk. Dan berikut 6 pemain yang pernah merasakan situasi tersebut, diantaranya :

  1. Mario Gotze

Berstatus sebagai bintang muda Timnas Jerman dan Borussia Dortmund kala itu, Gotze menjadi sumber kreatifitas Die Boorussen kala mereka memenangi Bundesliga musim 2010/11 dan 2011/12. Hal itupun menarik minat pelatih Bayern Munchen kala itu, Pep Guardiola, yang menginginkan Gotze di Allianz Arena pada masa kepelatihannya.

 

Gotze pun akhirnya resmi hijrah ke Bayern pada musim 2013/14 dengan mahar 37 juta pound di usia yang masih 21 tahun. Digadang sebagai Lionel Messi dari Jerman, Gotze justru kesulitan bersama Bayern, dan cenderung tidak berkembang sehingga sering duduk di bangku cadangan.

 

Setelah tiga musim di Allianz Arena, Gotze pun pulang ke Dortmund musim 2016/17 setelah dia dibeli kembali dengan harga 22 juta pound. Hingga kini dirinya seakan mengalami stagnasi performa, dan bahkan tidak mampu menembus tim utama Dortmund.

  1. John Stones

Man City membelinya sangat mahal seharga 47,5 juta poundsterling dari Everton musim 2016/17 lalu, membuatnya menjadi bek termahal dalam sejarah. Stones dianggap bek masa depan Inggris setelah memperlihatkan perkembangan yang signifikan selama tiga tahun bermain untuk Everton.

 

Namun, setelah melihat penampilannya di musim 2016/17, label penilaian yang berlebihan alias over rated mulai disematkan kepadanya. Sempat mengawali musim dengan baik, Stones banyak melakukan eror kala mengontrol bola dan memberi ruang lawan ketika bertahan.

 

Perjalanan kariernya masih panjang. Namun, jika ia masih tampil seperti musim lalu, Stones bisa jadi menyesali keputusannya pindah terlalu cepat dari Goodison Park.

  1. Luke Shaw

Bermain selama dua tahun bersama tim senior Southampton, penampilan Shaw sudah cukup menjanjikan Manchester United yang memboyongnya pada 2014 di usia 19 tahun. Shaw diplot sebagai suksesor Patrice Evra di pos bek kiri Setan Merah.

 

Namun hingga saat ini, Shaw lebih akrab dengan cedera dan bangku cadangan karena berbagai alasan dari kebugaran yang tak kunjung prima, hingga inkonsistensi bermain di era Jose Mourinho. Jika ini terus berlanjut, maka kepindahannya ke Old Trafford bisa jadi terlalu cepat.

  1. Wilfried Zaha

Man United tampak telah mendapatkan sosok yang dianggap suksesor sepadan Cristiano Ronaldo, ketika membeli Zaha dari Crystal Palace pada 2013 di usia 21 tahun. Zaha datang ketika Man United sudah berganti manajer, dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes.

 

Di momen itulah Zaha mungkin menyesal pindah ke Man United, karena penampilan Zaha sangat buruk sehingga klub meminjamkannya ke Crystal Palace, Cardiff City, sebelum permanen pindah ke mantan klubnya, Palace, pada 2015/16 lalu.

 

Kini dirinya seakan menemukan kembali perfroma terbaiknya dengan bermain bersama Crystal Palace.

  1. Jack Rodwell

Miris jika melihat nasib Rodwell saat ini. Ia pernah dianggap sebagai gelandang box to box Inggris terbaik setelah Steven Gerrard dan Frank Lampard saat bermain untuk Everton. Alumni akademi Everton tampil baik di tim senior pada periode 2007-2012.

 

Manchester City pun memboyongnya pada 2012 dari Everton seharga 12 juta poundsterling. Akan tetapi, Rodwell mungkin tak sadar kala itu ia ‘membuang’ kariernya begitu saja di usia 21 tahun. Selain jadi penghangat bangku cadangan, Rodwell pada akhirnya dijual ke Sunderland pada 2014 dan kini turun kasta ke Championship. Namanya pun tak lagi terdengar…

  1. Keirrison

Jauh terjadi pada 2009, Barcelona memboyong striker asal Brasil bernama Keirrison de Souza Carneiro, alias Keirrison dari Palmeiras seharga 14 juta euro di usia 21 tahun. Barca boleh jadi membeli talenta muda berbakat kala itu, tapi, penampilannya jauh dari berkembang.

 

Blaugrana pun meminjamkannya ke Benfica, Fiorentina, Santos, Cruzeiro, Coritiba, hingga permanen pindah ke Coritiba pada 2014. Sejak saat itu, Keirrison tak lagi terdengar karena tidak bermain di Eropa dan ia belajar banyak dari kegagalannya di Barcelona.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker